DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Sadar dan Meradang


__ADS_3

Mereka dengan sihirnya berhasil menyegel ingatan Braxton juga Willow.


Dengan cepat Alamira menggambar pentagram di belakang keduanya. Dan mendorong ganbar pentagram itu masuk ke belakang kepala Braxton dan willow.


Salim dengan sihirnya membantu setelah Braxton dan Willow tak sadarkan diri. Ia mengambil pergelangan tangan keduannya lalu menambahkan pentagram di nadi, agar larut dengan darah.


Pentagram yang Salim berikan adalah untuk memantau keduannya.


Dalam keadaan linglung, keduannya Alamira antar ke tengah pasar Wildlife. Dengan jentikan jari Alamira dari kejauhan. Mereka berdua tersadar.


Alamira dan Salim berjalan mendekat, mereka berpapasan dengan Willow dan Braxton.


Tak menemukan tanda-tanda bila mereka saling mengenal. Senyum Alamira mengembang, tes terakhirnya berhasil dan waktunya ia dan Salim kembali ke Phoniex Way.


Braxton sempat merasa disorientasi tempat. Namun kemudian ingatan mengarahkan, ia akan menuju ke laboratoriumnya.


Willow hanya menatap Braxton dan mengikuti dibelakangnya.


*


*


*


Willow menyandarkan tubuhnya dikursi ruangannya. Melelahkan mengikuti Braxton, hari ini. Entah mengapa ia seperti mengalami perjalanan yang sangat jauh.


Willow bergegas mengerjakan apa yang ditugaskan Braxton, ia tak pernah ingin mengecewakan Tuannya.


Memindahkan pekerjaannya hari ini dari gelang pemindai ke layar didepannya. Banyaknya data masuk dilayar besar itu.

__ADS_1


Mata Willow mendapatkan hal yang janggal disana, apa itu? Ia membuka dan memperhatikan sebuah video yang ia ubah menjadi denah.


Ia menggali ingatannya. Ia tak ingat dimana letak tempat yang ada dilayar. Willow adalah pengingat yang baik. Tak mungkin ia lupa dengan tempat yang ia kunjungi walau hanya sekali.


Tapi siapa yang memindai gambar itu? Tak mungkin alat yang ia gunakan error, setiap pagi ia selalu mengecek kembali alat yang akan ia gunakan.


Ia melihat Alamira disana juga Salim, Willow merasa tak asing dengan keduannya.


"Alamira?" Nama itu tercetus di ingatannya. Mata Willow melebar. Ia kembali membuka satu persatu folder yang ada dilayarnya dan ingatan tentang perjalanan ke dunia bawah kembali.


Dering panggilan terlihat dari layar besar. Tuan Braxton.


Dengan segera tersambung dengan pria di sebrangnya.


"Willow mereka menggunakan sihir untuk menghapus ingatan kita." Braxton tanpa sapaan berkata.


Ia yakin Willow juga sudah mengingatbsepeti dirinya. Yang mendapatkan barang aneh pada kantong bajunya. Ternyata ramuan yang ia beli saat pasar malam yang mengembalikan ingatan Braxton.


Ya braxton baru saja mendapatkan mainan barunya. Mengusik High Majesty, juga Raja Bawah sepertinya akan menyenangkan.


Ia harus berhati-hati, mengusik dunia bawah tak boleh sembarangan. Iangatannya bermunculan. Ia memiliki sebuah rencana.


"Tuan, saya mendapatkan ini dari gelang pemindai." Willow menyerahkan data yang ia temuakan.


"Bagus! Kerja bagus Willow" Braxton menekuni data yang Willow berikan.


"Kita memerlukan bantuan untuk bisa masuk ke dunia bawah Tuan, saya akan mencari orang dari dunia bawah di Wildlife."


"Cari dari klan Trudy, mereka yang mempunyai akses bebas menggunakan portal yang berada di gedungnya." Willow mengangguk. Ia membenarkan.

__ADS_1


"Sebelum kemari ada selentingan Patrik menemui seseorang di Wildlife, aku rasa ia sudah mengetahui tentang dunia bawah Tuan" laporan yang Willow sampaikan padanya.


"Kau cari tahu juga kita harus mendapatkan dengan cepat. Aku tak ingin absen pada pengangkatan kakakku sebagai Raja dunia bawahkan"


Willow memandang bingung. Ia tak mengerti dengan perkataan bosnya itu. Ia tak peduli, yang harus ia lakukan setelah ini adalah pergi ke Wildlife.


Mencari penganti Alamira, pengganti yang lebih kuat dan bisa ia kendalikan. Ia tak terima, sedari awal wanita itu menyepelekannya. Ia tak suka. Ia dikhianati, mereka membayar besar untuk akses bebas yang Alamira janjikan.


Braxton menghentakan tangannya peeintah agar Willow keluar. Wanita itu menurut, ia keluar.


Braxton fokus pada layar besar di depannya, menggerakan kursor, memperbesar, memperkecil.


Mengatur segala strategi. "Mariah masuk!" Ia memerintahkan sekertarisnya.


Wanita itu masuk dengan berkas ditangannya. "Ada berita apa saja sejak saya tinggal?"


"Tuan Marky bertemu dengan peneliti ilegal Bernama Zale, ia klan Gaepo."


"Tapi ia menyiksanya, dan Zale lolos dan hingga kini masih menjadi buronan Tuan Marky dan timnya" Mariah tahu segala informasi, ia menggunakan tubuhnya dan muslihat lain untuk memata-matai Marky.


"Dan saya tahu dimana ia berada" Lanjut Mariah yang membuat senyuman mengembang di wajah Braxton.


"Ajak aku kesana" Braxton menatap Mariah dengan satu sudut bibirnya terangkat.


"Baik, Kapan Tuan?" Mariah bertanya.


"Sekarang! siapkan semuanya"


"Tidak bisa Tuan, dia berada di Wildlife petang hingga pagi,"

__ADS_1


"Lakukan yang ku perintahkan!" Braxton tak suka penolakan.


Tbc.


__ADS_2