DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Menyusup


__ADS_3

Braxton dan Willow dipanggil keruangan Troto dan disana mereka diperkenalkan dengan Klan Trudy, Marlyn juga ada Raflesia Klan duyung.


Zale sudah memberitahu Braxton keputusan rapat besarnya. Kesepakatan kerjasama disetujui. Dan Troto mengundang mereka makan malam.


Mereka keluar dari ruangan Troto, namun Willow bersikeras untuk tinggal, ia melihat ada perempuan yang tampak akrab dengan Troto di rapat besar. 


"Kau bukannya kau Flesi, penghibur di tempat Paloma tua?" Willow bukan orang yang suka basa-basi. Ia juga memperlihatkan ketidak sukaannya pada perempuan ini didepan Troto.


Perempuan yang baru Willow ketahui dari ras duyung itu mendengus. Sudut bibirnya naik, meremehkan Willow. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa empuk milik Troto. Kata-kata Willow merendahkannya.


"Penghibur?" Gumannya lirih.


Willow masih terlihat santai. Ia mendekati Troto dan duduk diatas pangkuan pria itu dengan tidak tahu malunya.


Ia ingin memperlihatkan jika Troto miliknya, untuk saat ini. Dan tidak boleh ada yang berani menyentuhnya selagi masih menjadi miliknya.


Raflesia bukan perempuan yang takut hanya karena gertakan sampah Willow. Ia pun berdiri dan mendekati Troto. "Aku tidak keberatan kau bermain dengannya, aku tunggu nanti malam ditempatku" ia menunduk dan berbisik memprovokasi. 


Raflesia mencengkram dagu Troto mengendongakkannya dan mengecup adam apel milik pria itu. Lalu mengecup bibirnya yang dibalas lebih dalam oleh Troto.


Dan Willow hanya menonton, ia tersenyum miring, ia mengulurkan tangan mengelus rambut bergelombang Raflesia, memiringkan kepala wanita itu dengan gilanya ia ikut bergabung dalam cumbuan itu.


*


*


*


Alamira melepas tudung kepalanya, ia mengeluarkan kapsul kuning dan mengunyahnya dengan tatapan datar. Amukan kebencian bercampur dendam bergelung dalam hatinya. Ia hampir saja tewas. Dan semua itu karena Willow dan Braxton.


Manusia yang tidak tahu diuntung. Ia beralih pada Zale dan klan Guapo agar bisa masuk dalam dunia bawah, Willow pasti memberitahu Braxton jika High Majesty bermusuh dengan Klan itu.


Tubuh Alamira terguncang hebat. 


"HEAAARGH!" 


Otot tangannya menyembul, terlihat aliran darah yang berwarna hitam mengalir dalam darahnya, tangannya kaku dengan kuku yang memanjang, giginya menjadi meruncing dan rambutnya pun berubah keperakan.


Kesakitan itu terlihat dari otot pelipisnya yang ikut menyembul menahan nyeri tak tertahankan. Juga matanya yang berubah memerah. 


"Hhh, haarrghhh, hhh,hhh" nafasnya seakan tersekat, ia mencengkram kain mantelnya, menunduk, rasanya jantungnya diremas kuat hingga hancur.


"HHAAARGHH" teriaknya, tubuhnya melengkung ke belakang. Dengan tangan melebar kaku di kedua sisi tubuhnya. Selesai.

__ADS_1


Kakinya mundur kebelakang, lemas, rasa sakit itu hilang tanpa bekas, yang tertinggal hanya detak jantung yang liar juga keringat yang membasahi dahinya.


Dengusan kelegaan keluar dari bibirnya. Ia menggigit ujung bibir hingga darah segar mengalir keluar, Alamira menyedot darahnya sendiri.


Bagi ras dunia bawah merubah diri menjadi ras lain rasanya sangat menyakitkan, karena penggabungan kedua ras bisa menjadi racun dan menewaskan mereka.


Sangat berbeda dengan tubuh manusia, penggabungan antara manusia dengan ras dunia bawah tidak berpengaruh banyak. Mungkin hanya berefek kecil, seperti pusing atau jantung yang berdebar. 


Karena aroma manusia tidak sekuat aroma yang dimiliki ras dunia bawah. Kesakitan yang mereka rasakan adalah untuk menyembunyikan aroma dari ras asli mereka dan menebalkan aroma ras baru yang masuk kedalam tubuh mereka dari penggabungan ras itu.


Kapsul yang ia telan sebelumnya adalah antidote yang akan mengurangi setengah efek kematian dari penggabungan dua ras. Setengahnya dengan cara meminum darah yang bercampur antidote.


Alamira mengusap sisa darah di sudut bibirnya. Matanya menajam, ia berjalan masuk kedalam desa klan Guapo.


Warga Guapo menyambut senang putusan itu. Mereka semua membahas hal yang sama, "Akhirnya setelah sekian lama" obrolan dari meja bar.


Klink!


Suara pintu bar terbuka, Alamira masuk kedalam kedalamnya. Ia akan mencari penginapan. Ia mengambil duduk di meja bar, "Bir" saat bartender menanyainya.


"Selama ini aku sudah muak dengan mereka yang selalu paling tinggi"


"Belagak, karena menjadi salah satu desa dengan kumpulan banyak klan sederet dengan Phoenix Way. Benar-benar memuakkan"


"Silahkan" bartender menyerahkan sebotol bir dingin pada Alamira. Ia melebarkan kupingnya. Bar adalah tempat yang tepat awal untuk mengetahui kejadian yang sedang heboh di suatu tempat.


"Kau ikut mendaftar?" Pria berkumis itu bertanya pada temannya dengan rambut rapi. "Sudah bagian senjata,"


"Aku tahu kau tak akan melewatkan penyerangan ini, katanya besok desa akan diperketat, mereka tidak akan membiarkan penyusup masuk sepertinya" si kumis menyesap minumannya.


Alamira mendengarkan obrolan kedua pria itu. Beruntung baginya sudah berada di dalam desa.


"Kau sudah tahu kapan perang dimulai?" Alamira membatu, tangannya tak lagi memutar-mutar botol birnya mendengar ucapan si rambut rapi. "Belum, masih dalam persiapan, tapi sepertinya sebelum penobatan Raja dan Ratu, selentingan yang kudengar.


Alamira meletakan kantong di dekat botol birnya dan keluar dari bar. Ia mencari penginapan dan akan mengirim pesan pada Jacklyn untuk disampaikan pada Hilton.


Ia akan mengirim burung sihir, dan membawa surat untuk Jacklyn dan jika ditemukan oleh pihak Guapo suratnya akan dibaca seperti surat cinta tak akan mencurigakan.


Ini kebiasaan pasangan kekasih lakukan di dunia bawah, mengantar surat dengan menggunakan burung sihir.


Didalam surat ia menceritakan apa yang ia temukan di bar. Tentang penyerangan yang akan Klan Guapo lakukan.


Ia membuka jendelanya dan menerbangkan burung sihir itu. Namun penjagaan ketat telah dilakukan malam ini, tentu saja segala surat menyurat diberhentikan.

__ADS_1


Burung sihir Alamira terjaring dalam jaring listrik. Yang terpasang melingkupi desa Klan Guapo. Jaring buatan perusahaan Braxton.


Malam semakin larut burung-burung sihir pembawa surat satu demi satu berjatuhan ke dalam jaring listrik.


Robot toples yang bertugas mengumpulkan burung-burung sihir itu.


Alamira bar langganan Zale. Ia telah mengetahui kebiasaan Zale yang suka datang dan menjadi langganan pada bar itu.


Ternyata ini bar eksklusif, dimana ia menemukan orang-orang yang pernah ia temui di Nokturnal.


Hingar bingar terdengar. Suasana dalam bar ini terasa seperti kau berada di Nokturnal. Sangat dunia atas.


Alamira melihat Willow yang asyik berjoget dengan Flesi si idola. Ia tak akan mendekati mereka yang pernah mengenalnya di dunia atas.


Alamira datang dengan pakaian yang cukup seksi. Ia duduk di salah satu kursi bar. "Pesan apa? Hari ini spesial event, minuman dan makanan semua gratis"


"Wow aku melewatkan event besar lain kah, kau tahu aku baru pulang ingin ikut event penobatan Raja dan Ratu, apa ada event lainnya dari itu?" Ucap Alamira, berusaha kaget.


"Kapan kau datang?" Tanya bartender.


"Baru tadi pagi"


"Pantas saja, dua hari lalu, ada keputusan kita akan perang dengan High Majesty, perang yang sangat dinanti selama ini oleh semua klan Guapo"


"Makan mereka meng-gratiskan, semua makan dan minuman" 


"Benarkah? Astaga aku juga menantikannya" pekiknya dibuat kegirangan.


"Kita semua menunggunya, Honey" seorang bartender wanita mendorong segelas minuman pada Alamira.


"Kau lihat disana," bartender itu menunjuk pada Willow dan Braxton.


"Mereka partner"


"Menyediakan robot dan persenjataan, ini rahasia" wajah wanita itu mendekat dan berbisik lirih.


"Maksudnya, mereka sepertinya bukan klan kita" Alamira ingin menggali lebih dalam, ia tak menyangka kedatangan Willow dan Braxton bukan hanya untuk mengacaukan penobatan tapi membantu Klan Guapo menyerang High Majesty.


Rahang Alamira mengetat. Ia menatap gelasnya. Ia harus segera kembali, ia harus tenang, agar tidak mencurigakan.


"Memang, mereka manusia dari dunia atas. Kau sudah mendaftar? Aku masuk dalam perbekalan, siapa tahu kau ingin ada teman, Reblum"


"Hei Reblum, mana minumanku!"  Teriak pelanggan lain.

__ADS_1


"Aku tinggal, salam kenal ya" Wanita itu meninggalkan Alamira menatap tajam pada Willow yang menggoda Troto.


Tbc.


__ADS_2