DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Bertemu Disini


__ADS_3

Air terjun itu adalah gerbang masuk bangunan besar dihadapannya. Willow sudah bersiap basah, ternyata gerobak ini memiliki pelindung tak kasat mata.


Dunia ini menakjubkan, pikir Braxton.


Kemana dasa ia selama ini, yang tak tahi tentang dunia ini.


Gerobak yang membawa mereka telah berhenti. Willo dan Braxton mendongakkan kepala. Melihat semegah apa bangunan didepannya.


"Selamat datang Nona Alamira, Tetua menunggu anda" sosok yang berbeda. Sosok anjing dengan armour, mengangguk hormat.


"Falas tolong bawa mereka ketempat istirahatnya, aku akan menemui tetua dulu" Alamira meninggalkan mereka.


"Silahkan ikuti saya Tuan Nyonya" sosok yang dipanggil Falas itu mempersilahkan Willow dan Braxton berjalan lebih dulu.


Mereka memasuki taman yang tertata dengan banyak bunga menghiasinya. Mereka bisa melihat beberapa air mancur yang mengalir ke sungai yang berada tak jauh dari pancuran itu.


Mereka juga mendapati pohon-pohon pinus menjulang di sekeliling pancuran. Terlihat seperti hutan, namun kecil.


Lalu mereka melihat sebuah paviliun diujung jalan setapak yang mereka lewati.  Paviliun yang nyaman jika dilihat dari luar. Rumah kayu.


Falas membuka pintu paviliun itu. Dan mempersilahkan mereka masuk. Ternyata dalamnya sangat besar dan modern. Terlihat seperti hotel didalamnya.

__ADS_1


"Sebentar saya ambilkan kunci kamar kalian" ucap Falas kemudian berjalan ke tempat resepsionis.


Ia mengambil dua buah kunci yang bersebelahan.


Mereka berjalan menuju lift. Mereka tak menyangka, rumah kayu tengah hutan namun interior dalam banginannya seperti hotel megah dengan banyak kamar juga tinggi.


Tipu daya yang bagus. Inikah jika sihir dan sains digabung? Pertannyaan bercongkol pada kepala Braxton.


"Ini kuncinya, selamat istirahat, jika memerlukan sesuatu bisa menghubungo saya" ucap Falas.


"Terima kasih"


"Nanti makan malam, akan ada pemberitahuannya" lanjut Falas yang kemudian mengangguk hormat dan berlalu.


Willow berjalan dalam ruangan bernuansa gelap. Ini kamar dengan ruang tamu yang wow, ada dua sofa kulit berwarna hitam panjang yang saling berhadapan. Ditengahnya ada meja kaca persegi, dengan karpet bulu berwarna coklat kekuningan.


Willow melepas mantelnya, dan meletakkan pada tiang mantel berwarna hitam. Ruangan ini sangat maskulin. Dengan interior modern minimalis yang nyaman.


Ia tak menyangka akan mendapatkan kamar yang sama seperti kamar yang berada didunia manusia. Setelah Alamira membawanya ke rumah pohon reyot dan rumah pohon dengan kasur kerasnya.


"Sepertinya aku bisa betah" setelah ia melihat sebuah kasur dengan seprei berwarna putih yang juga terlihat empuk, mengundangnya untuk mencoba.

__ADS_1


Willow menduduki kasur itu dengan senyuman diwajahnya. Dan merebahkan tubuhnya. Lelahnya terbayar disini.


Berapa lama ia meninggalkan kasurnya di kamarnya, astaga, seoang seperti dirinya merindukan kasur. Sungguh absurd. Dan kegelapan kemudian melahapnya dalam dunia mimpi.


Braxton menikmati minuman kaleng yang ia temukan di lemari es yang tersedia di kamarnya. Menatap pemandangan diluar jendela.


Pemandangan batu besar yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Yang membuatnya terpukau tentu burung mitologi yang sedang hilir mudik didepan matanya.


Sudut bibirnya terangkat, ia harus mendapatkan akses masuk ke dunia ini, ah tadi ia menemuka televisi disini. Braxton berbalik ke sofa mengambil remote.


Dan televisi itu menyala. Menampilkan sebuah acara. Tertulis disana. Penobatan Raja dunia Bawah dan Ratu Pelindung.


Sebuah pasar malam yang ramai, reporter menjelaskan kemeriahan yang sedang terjadi disana. Sepertinya menyenangkan. Pikir Braxton.


"Kau tahu Raja baru kita?" Pertannyaan reporter pada penginjung pasar malam. "Aku tak tahu, karena ini terlalu mendadak---"


"Aku tahu, aku ingat kalau tak salah ia dari bangsa Lycan, Kalau tak salah namanya M ... Mir ... aha Marzon, iya Marzon!"


Perkataan itu membuat Braxton terfokus pada layar itu. Matanya melebar. Senyuman culas yang menjadi seringaian itu terlihat diwajah Braxton.


"Tak menyangka kita akan bertemu disini Kakak" Braxton meremas kaleng minuman yang belum ia habiskan itu hingga cairan didalamnya tercecer membasahi lantai kamarnya.

__ADS_1


Tatapan tajam ia memandang ke layar berbagai macam rencana sudah berkelebatan diotaknya.


Tbc


__ADS_2