
Bharat dan Jenny keluar dari Midnat Hotel, hotel milik Nokturnal, mereka akan menuju DarkHole melaporkan semua dan berlanjut ke alamat yang diberi oleh Loreen.
Hotel itu satu lantai dengan Foxes Side, saat menunggu lift, ia melihat kumpulan orang, petinggi di Foxes Side, disebrang mereka.
Dan ada wajah yang mereka kenali disana. Willow berjalan angkuh dengan beberapa orang disampingnya menjelaskan laporan yang ada ditangan mereka masing-masing.
Pandangan Bharat bertemu dengan Willow untuk sesaat, ia merasa memang ada terkejutan dimata Willow, tak menyangka ia bertemu denganya di Nokturnal. Tapi langkah dengan cepat Willow berlalu juga mengalihkan tatapannya.
"Aku masih tak percaya, dan kalau pun kita ringkus disini, yang ada kita yang akan dipenjara." Bharat memperingatkan, Jenny yang akan mengejar Willow.
"Aku sudah merekamnya, dia kabur kesini, tak menutup kemungkinan Theo dan Wina juga masih disini" Bharat menimpali. Masih memandang dimana Willow menghilang.
Ting!
Mereka masuk dan tatapan mereka menangkap sesuatu yang lebih mengejutkan. Tapi pintu lift menutup dan dengan cepat Jenny menahan pintunya agar tak tertutup. Melihat dua orang yang berjalan kearah tadi Willow menghilang.
Pintu lift tertutup, kejutan yang membuat mereka terdiam saling pandang. Tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Camy telah kembali bekerja, setelah Druw menyatakan ia sehat dan tak melihat sesuatu yang janggal dalam dirinya. Serangkaian pemeriksaan ketat berminggu-minggu kemarin, melelahkan.
"Walau begitu kau harus tetap dalam pantauan, jika saja ada yang salah kau akan masuk kesini lagi, dan bahkan aku tak akan memberimu konsol permain itu" Ancaman Druw. Mengingat itu. Camy melihat tumpukan laporan. Dan mulai membacanya. Ia selesai dengan setengah laporannya, tak buruk tapi juga tak baik.
Mimpinya akhir-akhir ini memang muncul hanya saja tak terlalu menyakiti kepalanya. Ingatannya lagi berputar pada mimpinya semalam.
Ia melihat penampakan pria bercerutu dalam siluet hitam. Camy melihat pria itu mengeksekusi orang yang sujud didepannya, hanya gambar siluet tanpa suara. Entah apa yang mereka bicarakan. Karena orang bersujud itu tertembak di kepala belakangnya kemudian tersungkur.
Kemudian Camy melihat pria bercerutu itu menendang mayat didepannya. Kemudian berjalan pergi.
Ya kepalanya tak terlalu sakit dibanding kemarin, saat mengingat kejadian-kejadian dimimpinya.
Camy melihat laporan Elle, tentang Wina yang menyerang komputer utama milik mereka. lagi. Juga tentang Willow yang kabur. Ada kemarahan membuncang, juga kecewa dan kesedihan.
Kehilangan kepercayaan sempat membuatnya down. Hanya saja Druw selalu menemaninya.
__ADS_1
"Kau tak bisa mempercayai 100 persen tapi kau harus percaya semua orang itu pernah baik. Dan mungkin mereka tak nyaman dengan kita dan lebih nyaman di tempat lain. Naluri manusia sih mencari tempat yang nyaman untuk dirinya. Jadi kenapa kau harus sedih jika mereka merasa bahagia ditempatnya sekarang"
Camy menghembuskan nafasnya kasar. Ia kembali menelusuri laporan dari Elle. Membacanya. Dan ia berdiri, ia akan menyusul Elle.
"Cam? Sibuk?" Di pintunya Bharat dan Jenny segera duduk didepan Camy. "Kami akan akan melanjutkan mencari bahan lain, laporannya sudah aku kirim, Melvra yang masih pemulihan, aku serahkan langsung laporanku"
"Kami melihat Willow di Nokturnal, juga dengan Lamorna"
"Ada apa?" Ketika nama Lamorna disebut. Camy merasa adanya sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Kami tak tahu tapi ini kesimpulanku sendiri, mereka merencanakan sesuatu, yang besar" Bharat dengan instingnya tak perlu diragukan. "Juga Leon" jeda yang membuat Camy menatap penasaran. "Riby dan kita perlu waspada padanya" lanjut Bharat.
"Kau tahu aku tak berani bilang padanya" Jenny menipali, "Leon sasaran empuk sebenarnya, aku takutnya jika dia mengetahuinya, Leon berakhir di meja oprasi miliknya" Semua orang berpikir begitu, makanya Jo sempat menggodanya, ingin tahu apa Riby menargetkan Leon.
Dan jawabannya mungkin, Dan mereka hanya berharap Leon tak mengkhianati pertemanannya dengan Riby.
"Oke aku dan Bharat akan berangkat sekarang" Jenny berdiri, Bharat juga mengikuti dibelakangnya, "Aku ikut kalian ke tempat Elle, antar aku ke Hide Dome" Camy ikut mereka.
"Wina!" Panggil Willow saat melihat Wina berada didepannya. Duduk dengan mendengar asistennya berbicara, di Nokturnal, setiap orang memiliki asisten robot, Willow pun ada, Patrik, dan berada disebelahnya sekarang.
"Panggil aku Becs, mulai sekarang!" Wina tak suka dipanggil dengan nama itu.
"Oh oke, jadi rapat besar apa hari ini, di aula Nokturnal, sebesar ini" Willow tak habis pikir, Rapat apa yang menggunakan lapangan stadion yang menjadi tempatnya, dan mereka bilang aula.
"Kau akan tahu nanti" dan beranjak berdiri meninggalkan Willow, Willow hanya melihat Wina pergi. "Hei Patrik, ini sebenarnya ada acara apa?" Willow menanyainya, "Peresmian Black Sea, Madam" Patrik memperlihatkan layar hologramnya.
"Oh, DarkHole dalam ancaman besar, Camy semoga bisa mempertahankan anaknya itu" Senyum meremehkan tercetak pada bibir Willow melihat ada foto Theo terpampang disana,
BRAK!
Willo menatap Lamorna yang menghantam sang asistennya dengan Knukcle setrum nya. Miris. Robot asisten itu mengelepar di lantai. Lamorna meninggalkannya dengan begitu saja. Dengan beberapa asistennya yang lain.
"Madam ayo ikut saya" Patrik, setelah ada mendapat serangkain pesan untuk membawa Willow ke suatu tempat. "Mari Madam" Willow mengikuti saja walau penasaran. "Kemana?" Patrik membuka sebuah ruangan dengan pintu besar dan kokoh, disana telah ada Wina juga Theo dan dua orang lainnya.
__ADS_1
"Ini dia kadidat yang kau maksud Becs?" Willow mendekat ke Wina. "Iya Boss" senyuman terukir di bibir Wina.
"Boss?" Lirih Willow ia tahu siapa 'Boss' yang mereka maksud. Pendiri Nokturnal. Akhirnya ia bisa melihat wujudnya.
"Kenalkan saya Bornt Marky" Pria dengan rambut abu rapi itu mengulurkan tangannya pada Willow.
Willow menyambut dengan senang hati. "Willow Mendez, senang berkenalan dengan anda Boss"
"Kau tahu kan miss Mendes, apa yang akan kita rapatkan nanti" Mr. Ruler ada disana juga.
"Iya Mr. Ruler" Mau membahas apa mereka ini? Pikir Willow.
"Bagaimana jika kau menjadi ketua Foxes Side menggantikan Theo karena Miss Becs akan menjadi timnya Theo di Black Sea"
"Bagaimana kau bersedia, Miss Mendez," Terpaku! Ia memandang pada semua orang disana. Lalu mengganguk tegas. "Bersedia" Tegasnya.
"Selamat, Ketua Foxes Side!" Mr. Ruler mengulurkan tangannya.
Tok! Tok! Tok!
"5 menit lagi acara di mulai Tuan" Sekertaris Robot itu masuk dan memberitahukannya pada mereka.
"Mari Boss" Theo mempersilahkan Bossnya mendului mereka menuju aula. Disusul Mr Ruler juga Theo. "Selamat Willi, mohon kerja samanya" Wina mendahuluinnya.
"Terimakasih Miss Becs atas promosimu ini, suatu kehormatan bagiku" Willow adalah salah satu wanita tangguh di DarkHole. Wina tak akan asal memilih kan. Ia perlu bawahan yang tangguh juga penurut dan itu ada pada Willow.
Di atas podium, Mr. Ruler. Mengumumkannya. Banyak yang tak terima, salah satunya Lamorna dan beberapa pengikutnya, karena Theo mengambil tempat ketuanya di Black Sea. Juga para bawahan Theo di Foxes Side, yang tak terima dengan ketua baru mereka, Willow Mendes.
Tapi mereka hanya diam, karena semua atas persetujuan Boss mereka, Bornt Marky yang duduk di belakang Mr. Ruler berdiri. Sedang menikmati cerutu. Menghembuskannya dengan sangat menikmat.
Pihak opposide tak akan diam saja, tapi Wina dengan percaya diri Willow bisa mengatasi, juga ia dan Theo. Hanya seorang Lamorna saja. Gampang. Pikir Wina.
tbc.
__ADS_1