
Bill menemui Marky, ia memberitahukan progres dari penelitiannya, juga dengan belum maunya Zale bekerja sama dengan mereka.
"Desak terus, beri apapun yang ia ingin kan, aku ingin projek ini tak membuatku kecewa." Marky memerintahkan Bill. Bill mengangguk dan keluar dari tempatnya.
Sepeninggal Bill, ingatannya berputar pada kejadian lalu. Ia menarik sebuah berkas, disana ada satu buah profil dengan foto.
Zale. Klan Guapo. Ras Levian. Satu tempat dan satu nama yang ada dikepala tuanya. Dunia Bawah juga Amarin.
Membuka laci ia melihat kefalamnya. Sebuah kotak besi. Ia ambil dan meletakkan dimejanya.
Kotak besi dengan angka sandi disana. Marky memasukan kode angka.
KLEK!
Suara terbuka. Ia mengulurkan tangan membuka tutup atasnya. Disana ada beberapa lembar kertas. Juga selembar foto.
Ia mengambilnya. Dan kembali ingatannya seperti ditarik pada masa ia tinggal di Hide Dome. Dimana ia dengan kumpulan orang jenius lain tinggal.
"Jenius yang bodoh" lirihnya. Saat ia membawa paksa Amarin untuk tinggal disana. Membuat wanita itu hamil dan mengandung. Hanya untuk obsesi tentang penelitiannya.
Ia pertama mengenal Amarin saat Rudolf mengajaknya ke Desa Arctos yang telah ia lenyapkan.
Marky mengenal Rudolf saat pria itu bekerjasama dengan Nokturnal atau lebih tepatnya Aldy, Ayah Camy untuk membuat sebuah pelindung bagi desa Arctos.
Dan Marky masuk dalam tim Aldy. Disana mereka diajak masuk dalam desa Arctos. Shield yang mereka kerjakan sudah sempurna, tinggal mengaplikasikan pada desa mereka. Tapi Aldy mendapat kabar bahwa Desa Arctos diserang dan hilang. Bahkan Rodolf tewas. Membuat Aldy terkejut.
__ADS_1
Dan lagi Aldy melihat Marky membawa Amarin yang notabene kekasih Rudolf ke Hide Dome. Ia menanyai Marky mengapa Amarin ada disini.
Dan Marky membual ia menemukan Amarin di WildLife. Pasar yang ada di Nokturnal. Aldy sama sekali tidak mencurigai Marky. Ia pikir temannya itu memang ingin membantu dan Aldy mendukung hubungan keduannya.
Aldy tak tahu, Amarin diancam oleh Marky, akan membunuh anak yang dikandung wanita itu.
Kilasannya membuat wajah Marky semakin datar. Ternyata Amarin mengandung anak Rudolf, dan harusnya beberapa hari setelah penyerangan itu adalah hari dimana Amarin dan Rudolf menikah. Namun penyerangan yang Marky gawangi itu meluluh lantahkan segalanya.
Jika Bharat anak Amarin dan Rudolf bagaimana dengan Wina? Wina juga memiliki keturunan serigala putih, ia memang anak Amarin namun dengan Marky. Marky menggunakan metode bayi tabung dan Amarin menolak dan tak sudi harus mengandung anak dari Marky.
Marky menggunakan rahim pengganti. Yaitu pengasuh Wina. Adalah seseorang yang mengandungnya selama sembilan bulan.
Wina adalah alat bagi Marky selama ini. Namun anak tak tahu diri iti selalu membuat ulah. Membuat penelitiannya selalu gagal. Membuat banyak sekali borok pada hidup Marky yang sempurna. Maka dari itu, Marky tak memandangnya sebagai bagian dari dirinya. Karwna yang ada dalam diri Marky hanya bagaimana ia bisa mengenggam dunia.
"Kendaraan sudah siap Tuan" Marky meraih topinya dan berjalan kearah mantel hangat. Saat ini udara di Nokturnal sangat dingin.
Marky mengenakan mantel ia menerima cerutu dari Patrik dan dengan sigap ia menyalakan pematik.
Marky mendekatkan cerutu pada pematiknya. Ia menghisap cerutunya, yang ujungnya terbakar.
Menghembuskan asapnya, tubuh paruh bayanya, menghangat. Di lobby kendaraan sudah menunggu.
Marky masuk di kursi belakang. "Selamat datang Tuan" suara navigasi kendaraannya menyapa.
"Ketempat peneliti ilegal itu." Patrik mengangguk, ia memasukkan rute. Dan mereka meluncur.
__ADS_1
Di tempat lain, Bill dengan susah payah sedang membujuk pria setengah paus itu. Bill tetap sabar menunggu balasan dari pria didepannya yang sibuk dengan cairan neon entah apa itu.
Panggilan msuk terdengar, Bill mengangkatnya. Ia hanya terdiam, menatap kearah Zale yang juga menatap Bill dengan alis yang mengkerut.
"Harusnya kau ambil tawaran dariku ... " hening.
"Sebelum sang tamak turun tangan langsung" bisiknya,
"Sekarang kau akan lega, aku tak lagi menganggu kau dan kesibukanmu, aku pergi" Bill melepas jas labnya, ia menggantung asal.
Senyuman menyeringai Bill perlihatkan. Alis mata Zale terangkat. Aneh sekali pria itu, pikirnya.
"Aaahh ... tugas ini akhirnya selesai" Bill merogoh celananya dan mengambil cup plastik seukuran permen dan membuka atasnya. Dan menekan pinggirnya dan benda lembut kenyal berwarna ungu itu keluar dan Bill langsung melahapnya.
Jelly rasa anggur. Memang makanan penutup manis di harimu yang melelahkan.
Ia masik dalm kendaraannya, panggilan masuk terdengar mengema, ia menakan tombol pada kemudinya,
"Bill! Nona Wina jantungnya tak berdetak!" Suara disebrang, Bill sibuk membuka jelly dengan tenang, saat ini jelly rasa coklat.
"Ya aku segera kasana" ucapnya tenang. Dengan bibir mengunyah jellynya.
Tbc.
__ADS_1