DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Keluarga Collens 2


__ADS_3

Camy tahu Esmas tidak akan membiarkan keluarganya terancam. Ia merasakan shield yang berada di kediaman Collen tadinya Camy sudah menyiapkan shield namun sepertinya tidak jadi ia gunakan.


Shield keluarga Collen sangat kokoh ia bisa merasakannya saat ia memasuki gerbang. Shield itu mendeteksi seluruh tubuh Camy.


Sekarang ia diruang keluarga disana ada Esmas, Pina juga Kola. Ia menunggu Cany menjelaskan tentang semua yang terjadi pada dirinya.


Seperti disidang Camy nampak gugup. Namun juga merasa geli. Ia seperti anak gadis yang ketahuan menginap bersama pacar diluar.


Camy terkekeh. Hilang semua ke gugupannya. Melihat wajah-wajah serius didepannya.


"Anak ini!" Kola yang tak sabar akhirnya menjitak kepala Camy. Camy mengaduh jitakkan Kola ini menyakitkan.


"Sakit!" Pekik Camy ia menatap sengit Kola yang terkekeh. "Lagian salah sendiri." Kola kembali kesofa yang tadi ia duduki.


"Sudah! Kalian ini! Ayo apa yang ingin kau jelaskan pada kami" Esmas sudah bersuara makan Camy dan Kola saling melirik menyalahkan.


Melihat itu membawa mereka pada masa dulu saat masih remaja. Mereka juga akan disidang, karena lebih suka meninggalkan Dash untuk menjelajah hutan disekitar rumah mereka.


Berakhir mereka akan dihukum selama seminggu membersihkan halaman juga kolam renang. Senyum terlihat dibibir Pina. Kenangan hangat mereka.


"Ayo Cam jelaskan pada kami mengapa kau ingin Walabi menarik diri Nokturnal?"


Sejenak Camy memandang kearah Pina dan menarik nafasnya dalam sebelum semua cerita keluar dari mulutnya.


Tentang ia yang mendirikan DarkHole dibelakang mana Biaz. Ia yang sempat di culik oleh Black Sea, cabang perusahaan Nokturnal. Tentang virus yang ia ciptakan.


Juga tentang adanya pohon uang di DarkHole yang mengapa Nokturnal merampas juga membumi hanguskan DarkHole.


Esmas sudah mengetahui setemgah dari cerita Camy, nampak terkejut dengan semua pemaparan Camy. Walau itu belum semua Camy ceritakan.


"Kendalikan wajahmu Kola!" Tegur Pina melihat wajah Kola yang terkejut campur tak percaya juga aneh. Ia tidak menyangka Cam Camnya, adik manisnya yang dahulu ceria itu mengalami kejadian yang mengerikan seperti itu.


"Aku ... aku tidak menyangka, kau mengalami hal seperti itu" ia mendekat pada Camy dan merangkul adiknya itu.


"Sebentar! Kau yang mendirikan DarkHole? Bersama Amber Spaldin?" Camy hanya mengangguk.


"Serius? Lalu sekarang bagaimana dia? Pina dan Camy menatap Kola yang kemudian salah tingkah. Pina menyipitkan matanya.


"Jangan bilang kau  naksir dengannya. Pantas saja kau selalu ingin ke DarkHole jika kita ada kerjasamadengan DarkHole."


"Yah ... dia juniorku saat dikampus." Kola mengaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Jadi Walabi mundur dari kerja sama dengan Nokturnal iti sudah membantumu Camy?" Tanya tegas Esmas.

__ADS_1


"Iya Paman"


"Kenapa kau yakin Nokturnal akan menghancurkan Walabi?" Selidik Pina. Mereka kembali serius. Camy sekali lagi menghela nafas panjang.


"Paman kau memiliki pohon uang kan?" Camy menatap Esmas. "Maksudmu, "pohon uang", itu para investor kami?" Kola menimpali dengan membuat tanda kutip dengan kedua tangan dekat kepalanya.


"Pohon uang" lirih Pina menanggapi dengan tenang.


"Iya" Esmas menjawab dengan senyum dibibirnya.


"Walabi tidak akan sebesar ini jika aku tidak menggunakan hasil panenku" ia menatap Camy dengan lugas.


"Apa itu yang menyebabkan DarkHole hancur?" Camy mengangguk.


"Mereka mengambil semua pohon uang yang ada di DarkHole. Marky terobsesi dengan itu mengapa ia selalu mencari masalah denganku. Ia tahu, pohon uang itu berhasil kembali"


Camy melihat Esmas mengangguk. Tidak ada lagi yang menimpali hanya ada Esmas dan Camy saling tatap, Kola masih binging pohon uang apa yang ayah dan adiknya ini diskusikan.


"Ini bukan pohon uang yang tumbuh uangkan" Kola tergelak. Mana mungkin didunia ini ada hal seperti di novel fantasi.


Tawa Kola mereda, melihat reaksi  ketiga orang di depannya.


"Hah! Kalian serius?" Kola tercengang. Namun ada sisi hati yang masih tak percaya.


"Kau tinggal dibukit Rfizt?" Pina bertanya Camy hanya mengangguk.


"Kami juga mendapat pupuk dari sana, apa Daniel sehat?" Esmas kembali bertanya. Merwka seperti mengucilkan Kola yang tidak tahu apa-apa.


"Mungkin Kola sudah waktunya mengetahui siapa investor kita selama ini" Pina mengatakan itu sambil melirik si adik dengan tampang yang lucu.


Esmas mengangguk, ia berdiri dari duduknya, menggunakan remot ia mengarahkan ke sebuah lemari kayu di belakangnya. Lemari kayu itu terbuka perlahan. Disana ada sebuah pintu besar terbuat dari besi dengan pemindai.


Pina bergerak lalu memindai bola matanya disana. "Selamat datang Mr. El Pinado" suara robot juga desisan mesin pintu yang mulai membuka besi besar itu.


Hanya ada lorong putih terang disana. Udara sejuk keluar dari dalam. Mereka berjalan masuk dan pintu itu kembali menutup otomatis.


Kola tak percaya ayahnya memiliki ruangan rahasia. Di ruang kerjanya. Mereka melewati pintu yangbtertutup belukar disana. Pina menyibak belukar itu kemudian mereka ikut masuk kedalam.


Dagu Kola menganga lebar. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini. Sebuah ladang terbentang luas dihadapannya. Bukan. Bukan itu yang membuat matanya terbelalak dan mulutnya tak bisa mengeluarkan suara.


Namun apa yang tertanam disana yang membuatnya tak percaya. Guguran lembar demi lembar ke tanah. Juga tumpukan lembaran hijau itu. Banyaknya robot yang bekerja disana.


"Pohon uang?" Bisik Kola. Ia mendekat perlahan. Ia memasuki ladang.

__ADS_1


**Teet!


Teet!


Teet!


Triiiiiiiiiing** ...


Lampu merah menyala dan berpedar, suara nyaring yang membuat bising, dan membuatbkuping berdenging,  semua robot berjalan mendekati Kola.


"Apa ini?!" Pekiknya panik. Robot toples berkumpul mengelilingi Kola. Pina membagikan peltor ---alat peredam telinga--- pada Camy juga Esmas. Lalu melihat Kola dengan geli.


"Tolong aku?!" Jeritnya kencang suara deringan peringatan kencang memenuhi ruangan. Suara jeritan Kola hingga tak terdengar.


"Ayaaah ... tolong aku" rengek Kola, robot toples mengurungnya dalam sangkar laser. Inilah sistem keamanan yang dimiliki Walabi, yang ia pesan pada DarkHole lab. Robot toples dengan sistem keamanan canggih.


"Jadi manusia itu jangan ceroboh!" Pina terpingkal sambil menasehati adiknya itu. Keamanan kembali tenang. Karena tersangkanya telah ditangkap.


"Mana aku tahu ada sistem seperti itu"


"Alat ini yang kau pesan dari DarkHole. Makanya fokus saat kerja! Bukan sepertimu yang terus mencuri pandang Amber saat itu!" Ini akan menjadi olokan sepanjang masa milik Kola. Apa lagi Pina melihatnya sudah ia akan jadi bulan-bulanan.


"Sudah kalian ini! Pina lepaskan adikmu!" Perintah Esmas. "Camy selamat datang di Masal, ini perkebunan uang milik kita. Sebenarnya seperfi Pina paman akan memberitahukanmu saat usia kalian dewasa,"


"Ini yang bisa paman lakukan untukmu, selama kamu hidup orang tuamu yang membiayai semuanya. Dan ini paman dapatkan dari ayahmu, saat itu ia hanya percaya pada paman untuk merawat salah satu pohon uang temuannya. Dan sekarang menjadi seperti ini."


"DarkHole juga memilikinya, berarti benar saat Aldy mengatakan pada paman ia akan menanam sebuah chip pada otakmu"


"Ternyata ia nekat juga, paman bisa memutuskan kerjasama Walabi dengan Nokturnal namun paman tidak bisa memutuskan pertemanan dengan Marky, ia akan curiga jika itu terjadi."


"Tapi paman aku rasa Marki telah mengetahui Walabi memiliki pohon uang juga."


"Ini hanya kecurigaan Camy saja paman, karena tidak biasanya Nokturnal mau berkerjasama dengan perusahaan lain"


"Kami memang bekerjasama dengan Nokturnal tetapi tidak ada yang bernama Marky di tim Nokturnal. Adanya Braxton Wright"


"Apa!" Camy kembali terjengit. "Kau mengenalnya" Pina menatap Camy tajam. "Aku cerita tentang pemberontakan di Nokturnal kan?" Pina mengangguk.


"Kakaknya yang memimpin dan DarkHole yang menjadi sekutunya. Sekarang Braxton menyandra Marzon. Marzon Wright, ketua ExSide juga kakak dari Braxton Wright." Jelas Camy.


"Tolong putuskan! Kami memang mencurigainya, ia bekerja sama dengan orang lain, bukan dengan Marky."


tbc.

__ADS_1


__ADS_2