
Jenny melirik ke pelipisnya. Moncong dingin menempel disana. Dengan gerakan cepat mereka mengeluarkan senjata. Menodong kearah pekikan tadi.
"Berdiri!" Perintah wanita berpakaian serba hitam juga ketat itu.
Jenny berdiri. Ia mengikuti kemauan wanita itu. Dengan cepat Jenny menyerang wanita itu, melemparkan pistolnya dan memutar tangan wanuta itu kebelakang. Lalu memelintirnya.
"Aaargh ... " teriak wanita itu. "Apa kabar Willy?" Jenny berbisik didekat telinga Willow, ya dia Willow.
"Berani sekali kau masuk kesini pengkhianat!" Bentak Riby ingin sekali ia menembak Willow sekarang juga. Tetapi Camy menahannya.
"Kenapa harus takut dengan pecundang macam kalian!" Ia menghantukkan kepalanya kencang kebelakang. Jenny mundur, ia melepaskan cengkraman pada Willow.
Willow melirik, mencari cela, Suasana tak kondusif untuknya, lagi pula ia tak akan lama, ini saatnya! batinnya.
Willow kabur. Berlari kencang keluar. "Tunggu kau pengecut!" teriakan Riby dibelakangnya, Willow mencari persembunyian, lalu ia menekan earpiece dan tersambung dengan seberangnya.
"Mereka masuk dalam jebakan, tugasku selesai!" Willow segera kembali mencari tempat ia tadi masuk.
"Okay sekarang kau pergi dari sana, mereka pasti mengincarmu" Wina, segera menarikan jarinya. Dan mengubah kamera mereka menjadi template yang bisa Wina mainkan.
Layarnya sendiri yang tadi hanya buram hitam lalu menampilkan gambar di ruangan Camy cs. Dan Wina mendengarkan percakapan mereka.
("Jenny kau tak apa?") Camy mendekat
("Tak apa Cam") Jenny berdiri akan mengejar Willow.
("Ia hilang, aku tak menemukannya") Riby kembali, nafasnya putus-putus.
"Begitu saja? Hah sama saja masih lembek!" Ejek Wina yang menonton di layarnya.
"Theo kau bagaimana? Kau masuk kemana? Itu bukan rumah aldy"
"Memang tapi ini rumah Bos alias Bornt Marky" Theo sudah ada di dalam rumah. Tak ada yang tersisa dari rumah itu. Kosong melompong.
__ADS_1
Deg.
Wina merasakan jantungnya yang berdebar kencang. Ia mengigit bibirnya. Entah mengapa rumah itu membuatnya gelisa. "Itu hanya rumah Win!"
"Aku menemukan bingkai foto namun ada coretan diwajah mereka, seperti sengaja di cor---"
"Lebih baik sekarang kamu ke tempat Aldy, waktu kita tak banyak, Theo! Mereka sepertinya telah mengetahui jebakan kita." Wina mengalihkan topik.
"Oke Miss Becs" Theo diam-diam mengambil foto itu. Lalu kembali dalam misinya. Ia berjalan ke arah rumah Aldy, dan memasukinya.
Dalam rumah ia lalu mencari di mana ruang kerja milik Aldy. "Banyak tumpukan jurnal disana. Dan semua berwarna merah. "Yang mana?"
"Ambil yang bisa kau ambil, lalu cepat kembali" Wina memerintah Theo.
Theo mengambil semua dan memasukan dalam tasnya. Ia bergegas kembali melalui tempat Willow kabur.
"Ternyata mudah. Aku kira akan sangat sengit, pantas kau lebih memilih pindah ke Nokturnal." Theo sudah berada dalam kendaraannya ia akan kembali ke Black Sea.
Wina hanya mendengar percakapan Theo dan Willow. Ia tak ikut berbicara namun ini terlalu mudah, apa mereka yang malah terjebak? Bukan DarkHole itu pikirnya.
*
*
*
"Cam mereka telah kemari, kalian siap?" Elle tak sabar dengan rencana selanjutnya.
"Aku sudah menyimpan data mereka. Dan sudah menyusupkan virus yang lebih mematikan, semoga Miss Becs pintar" cibirnya.
"Siap" Jenny sudah dengan segala persiapannya. "Cam aku akan mengirimkan kembali benda yang mereka kirim untuk kita, karena kita tak perlu" Sarkas Riby.
"Ya lakukan! Dan kita tunggu reaksinya"
__ADS_1
*
*
*
Bornt Marky mengamuk, ia melempar jurnal itu, sama seperti note yang ia ambil dulu, di jurnal ini tak ada apapun, formula itu tidak ada disana.
Di note itupun hanya coretan yang tidak lengkap. Benar-benar ia merasa dibodohi dan sudah seminggu ia tak melihat tangan kanannya. "Juan dimana Ruler?" Marky dengan wajah mengetat keras. Amarahnya mengumpul di dalam diri.
"BOS!" pekik kencang terdengar dari arah pintu. Juan jalan tergesah.
"Di lobby ... lobby ... itu ada ...,"
"Bingkisan ... bingkisan kotak kay---" Juan terbata, ia masih dalam keadaan terkejut. debaran jantungnya kencang, juga keringat dingin yang juga tak luput dari wajahnya.
"Kamu mau bicara apa?" Marky tak suka dengan orang yang tiba-tiba masuk ke ruangannya dan bersikap aneh.
"Anda harus lihat sendiri di lobby Bos" ucap Juan pelan yang mencoba mengontrol dirinya, itu membuat Marky bertambah kesal. Pria itu mengenakan fedoranya beranjak meninggalkan ruangannya.
Ia melihat kumpulan manusia, robot dan mutan, dengan keributan, ada pula beberapa pasukan bersenjata berjaga disana. Marky menyeruak antara kumpulan yang penasaran itu.
Kotak kayu besar yang sengaja di lempar masuk, dalam lobby memebuat lantai lobby juga kotak kayunya rusak, memunculkan sebuah tangan yang membeku dan biru.
"Buka!" Marky berteriak memerintahkan siapa saja untuk membuka kotak kayu itu.
Dengan cepat para pasukan bersenjata itu bergerak dengan pistol laser mereka membukanya sisi sampingnya.
BRAAKK!!
"AAaaa ... " pekikan terkejut dari beberapa orang disana. Melihat apa yang ada didalam sana.
tbc.
__ADS_1