DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Mendatangi Musuh dan Misi Penyelamatan


__ADS_3

Camy melihat beberapa mutan juga sudah terkapar tak sadarkan diri. Riby tidak dalam mode "Hide"nya, baju dan wajahnya terciprat darah.


"Riby!" Panggil Camy untuk menyadarkan Riby. Riby menoleh, matanya kosong, seperti manusia yang haus darah, ia datang menyerang Camy. Terus menghantam Camy yang selalu bisa Camy tangkis.


"Riby lihat aku!" Bentak Camy. Camy menahan tangan Riby. Ini kelemahan Riby, ia susah mengendalikan diri jika mode psikonya memguasai. Maka cara Riby menekan keinginannya itu dengan membedah mayat-mayat di labnya. Dengan itu ia bisa memuaskan sisi psikonya.


Riby mengerjap lamat kedua matanya. Perlahan menatap mata Camy. Senyuman terukir. Ya Riby kembali.


"Kau demam!" Camy mengecek temperatur tubuh Riby dan memberinya sebutir obat pada Riby. Riby menelan obat itu dan terduduk disamping Leon yang hanya bisa melihat perkelahian Riby yang membuatnya bergidik, ngeri.


"Pedro cepat temui kami." Camy tak akan bisa memboyong dua orang sekaligus.


"Cam ada musuh yang berjalan kearah kalian"


"Okey aku sepertinya kurang olahraga, setelah menangkis serangan Riby aku perlu lawan sparing" Camy bersiap.


"Riby aktifkan mode Hide, juga Leon" Riby hanya memgangguk saja. Tenaganya yang seolah banyak tiba-tiba hilang dan yang tersisa hanya lemas.


"Wah manusia setengah kuda, harusnya kau memberiku peringatan Jenny!" Puluhan panah menghujani Camy. Tak mengira ia mendapat serangan dari pasukan Kentaur begini.


Camy berlari menjauh dan lebih masuk kedalam benteng, menghindari ratusan anak panah yang menyerangnya.


Ia melemparkan peledak asap, lalu menyerang beberapa Kentaur itu hingga jatuh terpelanting. Nafas Camy memburu tak mudah menjatuhkan Kentaur yang lebih besar darinya walau ia sudah membuat enam Kentaur tak berdaya.


Ia menonjok dengan keras Kentaur-Kentaur itu hingga tak sadarkan diri. Lagi-lagi alat buatan Alex sangat mumpuni. Ini tercipta memang untuk para wanita bertubuh mungil dengan lawan yang besarnya bisa berkali lipat dari mereka.


"Kau hebat Cam!" Tepukan tangan Alex terdengar dari kupingnya. "Aku tak menyangka alatku sangat berguna" ucapnya bangga.


"Aku berterima kasih ... padamu Alex" Cany berlari, Masih ada beberapa Kentaur yang marah karena telah dikalahkan oleh Camy yang notabene manusia, perempuan pula. Huh! Lagu lama kaset kusut. Tak ada perbedaan gender di masa sekarang.


Camy yang masih terus berlari itu, menemukan sebuah lorong yang mengarah keluar, Camy di sambut dengan hutan dengan pohon lebat. Camy bersembunyi di balik batang pohon-pohon besar itu.


"Cam Pedro hanya bisa membawa Leon, terlalu riskan jika Pedro membawa Riby juga. Bisa kau kembali kedalam" Jenny menghubungi Camy.


"Aku akan mengecohkan beberapa Kentaur itu. Peri-Peri akan mengecohnya" Jenny menyiapkan Peri-Peri. Jenny meletakkan Bluster dalam sebuah toples mini. Peri-Peri sempat mengangkut temannya itu waktu ia kembali.


Peri-Peri melesat cepat. Ia telah sampai. Menyapa Camy lalu melesat di dedaunan. Upaya Mengecoh Kentaur. Dan berhasil. Kentaur mengejar Peri-Peri.


Dan kesempatan itu digunakan Camy untuk masuk kedalam. "Disana ada yang menjaga Cam" Camy menyiapakan alat Alex, sudah cukup ia bermain sedari tadi.


Ia ingin menyelesaikan dengan cepat. "Selamat Datang di WarSide Miss Aldy" Suara wanita dari spiker.


"Kau lupa suaraku rupany nona?" Wanita dalam spiker itu terkekeh. Setelah melihat wajah Camy yang bingung.

__ADS_1


"Lamorna?"


"Rupanya kau ingat, aku tak ingin terlalu lama berbasa-basi! Serahkan wanita itu dan kau akan aku bebaskan"


"Camy mereka mengepungmu! Aku akan menyusulmu!" Jenny akan bersiap.


(JANGAN! kau tenang saja, kau siap tinggu kami disana!)


Camy tak bisa berbicara, ia mengirimkan pesan pada Jenny.


"Mengapa kau mengincar rekanku Lamorna? Apa yang kau inginkan?" Geram Camy.


"Kau pasti tahulah, ah aku punya penawaran menarik. Berikan penelitiannya pada kami dan aku bebaskan temanmu itu" Lamorna menunggu Camy.


"Penelitian apa? Dan yang mana?" Benar apa yang ditanyakan Camy. Mereka banyak melakukan penelitian. Dengan zok polosnya Camy bertanya.


"BRAK! JANGAN MEMPERDAYAKU! KAU TAHU MANA? DAN APA YANG AKU MAKSUD!" teriak Lamorna lantang.


Camy tertawa, gampang sekali memainkan perasaan seseorang, seperti Lamorna ini.


Camy mendekat pada Riby. Diujung sana muncul banyak mutan. "Kalian dikepung Cam, aku akan kesana!" Jenny dengan kesal menunggu balasan Camy.


(STAY JEN! belum saatnya!)


"Camy dibelakangmu ada mutan singa mendekat!" Jenny memberikan arahan pada Camy.


"Dia Alejandro, setengah Leonidas" Riby yang masih bisa berbicara.


Camy membalikkan tubuhnya. Disana ia melihat singa dengan kepal manusia mendekat.


"Berikan teman anda!" ucapnya dengan tegas. Camy mendengus.


"Siapa yang kau maksud? Disini hanya ada aku? Aku tak mengerti sedari tadi dengan omongan kalian?" Camy menjaga jarak, ia perlu waktu untuk menghilangkan temperatur Riby.


Sepertinya mau tak mau, melawan adalah penyelesainnya.


(Jen sekarang!)


(Dan rusak cctv ditempat ini, sisakan satu yang berada di tempat kami)


Senyum Jenny mengembang, ia telah siap. Tinggal sekali klik dan cctv mereka jadi bermasalah.


Dengan menaiki Pedro yang sekarang menjadi scooter terbang. Melesat menembaki penjaga benteng dengan tembakan bius.

__ADS_1


Ia turun dan memesang beberapa bom beku. Lalu menjauh diri.


BOOM!


Ledakan kecil yang bisa membuka pintu utama. Jenny kembali dengan Pedro yang meluncur ketempat Camy. Ia melihat peta yang sebagai petunjuk tadi, menyiapkan senapan mesin bius mirip M134. Ia mulai membidik, satu per satu para mutan yang berlari kearahnya untuk melawan lama kelamaan melemas dan pingsan.


Menuruni banyak tangga, suasana temaram. Ia menyalakan obor. Pijarnya sangat terang lalu ia buang di setiap sudut.


Lagi ia memeriksa senapan mesinnya. Dan mulai membidik mutan-mutan didepannya. Hingga semuanya tumbang. Ia melihat Camy mengambil ancang-ancang. Siap menyerang singa didepannya.


Pedro dengan cekatan membungkus Riby dengan tali membentuk kepompong. Menariknya dan meletakan pada belakang Jenny.


Jenny dan Pedro menghampiri Camy. Para mutan yang ada di belakang Alejandro.


"Sudah, Cam!"


Alejandro curiga, ia melirik pada Jenny kemudian menyerang Camy. Camy siap menghantam kepala Alejandro. Alejandro mundur, cakarnya menyeret lantai dan menghantam dinding.


Ia mengelengkan kepalanya. Hantaman yang keras itu membuatnya oleng. Algojo lainnya maju. Berkepala kerbau dan berbadan manusia. Ia menyerang dengan pukulan kayunya. Camy menghindar. Dentuman keras. Juga retakan dilantai yang beradu dengan pemukul kayunya.


Jenny terus menembaki ratusan mutan yang tak berhenti disana. Mereka masuk melalui tempat yang tadi sempat Camy masuki. Hutan dengan pohon yang besar-besar itu. Karena mereka tak habis-habis.


Alejandro terus menyerang Camy, ia menggunakan cakarnya, ingin mengoyak tubuh Camy. Jenny dengan cepat menembakkan bius pada Alejandro.


"Mundur Cam!" Ini terlalu banyak bagi mereka. Camy menaiki scooter sebelah Jenny. Dan dengan kencang melayang keatas, mereka dikepung dari depan dan belakang.


BOOM!


Jenny sudah memperkirakan ia telah membuat lubang pada salah satu dinding benteng agar mereka dengan cepat sampai di mobil mereka.


Mereka masuk dalam mobil dengan cepar Pedro berpindah tempat. Dan melesat jauh. Masih mereka lihat beberapa mutan terus mengejarnya. Adapun Lamorna yang ikut mengejar mereka ia menaiki salah satu mutan itu.


Disamping kanan dan kiri mereka juga melesatkan panah dan beberapa tombak. Heran mereka tak menggunakan senjata api. Hanya yang berjaga didepan benteng saja.


Mereka melesat terbang, dan para musuh berhenti melihat tawanan mereka kabur. Lagi tanpa hasil. Berbeda dengan para mutan yang melolong marah. Wajah Lamorna tersenyum licik.


"Bawa kita ke Hide Dome" Camy memang akan kesana. Elle memberitahukan bahwa mereka berhasil membuka dimensi buatan di Hide Dome menggunakan hasil penelitian riby itu.


Riby dan Leon sudah mereka beri selimut juga makanan hangat. Riby melirik Leon sekilas. Lalu memejamkan matanya.


Disana mereka disambut oleh Alex, Amber juga Elle dan ada Bharat disana. Camy ingin menggunakan kekuatan Bharat. Ingin melihat sejauh mana Leon ini menjadi mata-mata. Bagi Lamorna.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2