
Mereka kembali ke Guapo dengan membawa tawanan dari High Majesty. Menyulap pemukiman warga menjadi tempat pesta.
Mereka disambut oleh para wanita Guapo yang menunggu para pahlawan bangsanya kembali, tepuk tangan dan pelukan hangat menunggu mereka semua.
Puja puji bergema mengiringi langkah mereka. Dan bagi tawanan mereka mendapat celaan dan lemparan kerikil.
Tawanan digiring masuk.kedalam ruang bawah tanah yang lembab dan tertutup. Sedikitpun tidak akan ada cahaya dari luar menembus masuk. Hanya dari obor yang temaram pencahayaan yang akan didapat di penjara bawah laut, milik klan Guapo.
Makanan dan minuman bertumpuk di sudut-sudut jalanan, tak lupa tarian dan musik yang tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya pesta besar.
Pesta atas kemenangan Guapo yang berhasil melengserkan High Majesty. Kejadian yang sudah lama mereka tunggu dan nantikan.
Tawa canda membaur dengan dentuman musik keras. Willow, Braxton bergabung dengan para tetua dan orang penting yang lain.
Menikmati pesta rakyat yang akan ada tipa tahunnya. Ini kemenangan penting dan hari ini akan dijadikan hari kejayaan Guapo.
"Bersulang untuk kemenangan Guapo" Raskal mengangkat gelasnya. Serentak para rakyat dengan suka cita mengangkat tinggi gelasnya.
"Hari ini akan ditetapkan menjadi hari kejayaan Guapo," Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai terdengar menggema. Mereka hanyut dalam pesta. Hingga pagi menjelang.
"Hidup Guapo!"
"Berjaya Guapo!"
Willow berdiri dengan gelas wine. Ia menyesap cairan merah tua itu sambil sesekali mencuri pandang pada lelaki incarannya, Troto.
Memutar gelas wine, mencium aroma manis yang menguar dalam cairan memabukkan itu, lalu menyesapnya hingga tandas.
Kakinya di ayunkan mendekati Troto dengan perlahan ia meletakkan gelas Wine kosongnya, dengan gerakan lambat ia menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga sebelum berbisik nakal pada Troto.
Willow menarik tangan Troto menuju tengah tempat pesta yang diperuntukkan untuk menari.
Bergabung dengan yang lain, semua orang menatap Willow dengan takjub. Bagaimana bisa ia menggaet tetua mereka yang sangat dingin itu.
Tanpa malu Willow memulai aksi rayuannya, ia memepet tubuh Troto lalu meliukkan tubuhnya penuh goda.
Menikmati ketukan musik pesisir pantai khas Guapo yang memang sangat seksi,
Mengalungkan tangannya di leher Troto. Willow menggoyangkan pinggulnya, satu tangannya meraih tangan Troto agar lelaki itu lebih menempel padanya, Willow memelukan tangan Troto pada pinggangnya.
Troto merasakan goyangan yang penuh provokasi itu, pandangannya menatap lurus mata kucing milik Willow yang mengerling genit.
Willow membalik tubuhnya dan membelakangi Troto namun pinggulnya dibuat bergerak lambat, Willow menumpuk tangannya di atas tangan Troto yang berada di pinggang wanita itu.
__ADS_1
Troto menundukkan kepalanya dan mengecup tengkuknya, Willow melebarkan gars bibirnya, umpannya termakan. Troto membalik tubuh Willow menarik keluar area tari.
Mereka menghilang dalam riuhnya orang yang menyerbu lantai dansa saat musik berganti menjadi musik keras.
Pesta diadakan 3 hari berturut-turut. Mereka benar-benar melebur dalam kegembiraan. Hingga lengah, masih ada Hilton dan para klannya yang ingin menuntut balas.
BRAK!
Hilton menggebrak mejanya. Bancangan kemarahan pada dirinya, ia kalah dengan Zale.
Informasi yang ia dapat dari mereka, klannya yang berhasil kabur dari High Majesty, Zale membicarakan sifat pengecutnya yang memilih kabur bersama klannya.
Jarinya mengetuk-ngetuk cepat pada tangkai singgasananya. Giginya bergemeletuk menahan segala amarah dan kemurkaan.
Guapo membalas High Majesty dengan telak. Mereka merencanakan pembalasan yang setimpal. Kaki-kaki Hilton bergerak gelisah. Menatapi satu-satu jendral miliknya.
"AARGH!"
BRAK!
Hilton memegang pinggir mejanya dan melempar meja itu. Meja kayu setebal kamus tumpuk dua itu melayang ke sudut ruangan dan menghantam tembok, keras. Beberapa jendral menghindar cepat dari lemparan meja itu.
Suasana semakin mencekam. Tatapan Hilton menghunus pada jendral.
*
*
*
Tim Guapo merasa siap jika nanti, mereka ditanyai alasan yang melatarbelakangi kerusuhan.
Braxton dan Willow untuk sementara harus menyamar menjadi klan Guapo. Meeak setuju saja, tidak ada bedanya.
Kabar High Majesty yang sudah diduduki oleh Klan Guapo begitu cepat. Dan hari ini klan Guapo berpindah masuk kedalam High Majesty. Membawa penduduk Guapo yang ingin ikut.
Namun mereka masih mempertanyakan dari mana klan Guapo, mendapat bantuan robot-robot itu.
Kesepakatan Braxton dan Guapo jika mereka harus merahasiakan keterlibatan Braxton dna Willow dalam kerusuhan Guapo.
Para tetua tidak memaksakan. Troto bahkan memilih tinggal di Guapo dan menjaga desa mereka.
Rapat besar kembali diadakan. Willow menunggu di ruangan Troto. Ia memainkan alat tulis lelaki itu. Bosan.
__ADS_1
Ia membuka-buka laci milik Troto ia menemukan selembar gambar. Wanita klan guapo.
Derapan langkah kaki melangkah masuk. Willow beranjak dan menyodorkan lembaran kertas dengan gambar tadi.
"Siapa ini?"
"Calon istriku" jawab enteng. Hubungannya dengan Willow hanya hubungan ranjang.
Willow mengepal dengan gambar yang ikut teremas. "Sebelum kerjasama ini selesai kau milikku!" Willow melompat ke depan tubuh Troto.
Lelaki itu oleng dan jatuh diatas sofanya. Dengan posisi Willow mendudukinya, Mereka bergumul. Kemarahan pada diri Willow tidak ada yang bisa memiliki miliknya. Ia akan menyingkirkan semuanya. Tanpa sisa.
Willow terbangun setelah menghabiskan sesi panas dengan Troto yang masih berada disampingnya.
Ia mengenakan pakaiannya. Menatap lurus, dingin. Ia kembali ke kamarnya, menarik pintu lemari dan mengeluarkan tas koper hitam.
Ia membuka kopernya, terpampang beragam senjata dari dalam koper hitamnya, senjata yang ia bawa untuk berjaga-jaga.
Tatapannya tertuju pada satu senjata yang Willow rasa cocok untuknya. Menggenggam senjata itu menyusuri lorong kamar-kamar.
Suara sepatu hak tingginya menggema. Ia menendang pintu kayu coklat di depannya. Seorang wanita tersentak dari tidurnya.
Willow menyerang wanita itu, ia menghantamkan kepalan tangannya, mengenai ulu hati wanita yang terkejut mendapat kan serangan dadakan dari Willow.
"Jauhi Troto!" Desis Willow, ia menjambak kuat rambut wanita hingga kepala wanita itu mendongak, suara nafasnya yang tersengal memenuhi ruangan. Ia menahan perih akibat hantaman Willow.
"Atau aku akan bunuh keluargamu!" Ia melihat kilatan bahaya dari mata Willow. Wanita itu mengangguk.
Dengan keras Willow menghantam tengkuk wanita itu hingga tak sadarkan diri. Willow melenggang keluar kamar wanita yang adalah calon istri Troto.
*
*
*
Willow berada di ruangan Troto seperti biasa. Ia tertidur di paha pria itu. Dengan Troto sibuk membaca laporannya. Ia mendengar seseorang masuk dengan tergesah. "Tetua, Nona Zlea membatalkan pernikahan dengan anda,"
Gerakan tangan Willow yang menggoda Troto berhenti, Troto melirik sebentar si pelaku, "Ya sudah biarkan," Troto tidak melepaskan pandangannya pada kertas-kertas laporannya.
Terlihat senyum kemenangan pada wajah Willow. "Carikan aku kandidat baru!" Ucapan Troto melebarkan senyum pada bibir Willow.
Ia terduduk dan merangkak ke pangkuan Troto. Merampas kertas yang berada di tangan lelaki itu.
__ADS_1
Dan melemparnya kasar ke asisten Troto itu. "Aku mau kamu! Selamat makan!" Lalu melahap panas bibir tetua seksi itu. Dengan gugup asisten keluar ruangan tetuanya.
Tbc.