DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Misi Gagal 2


__ADS_3

Camy menyusuri denah yang diberikan oleh Marzon. Berjalan di setiap lorong demi lorong yang semakin lama semakin menyempit.


Hingga diujung sana, lorong tampak gelap dengan celah kecil. Ia terus melangkah dan menemukan banyak tumbuhan disana.


"Hutan?" Guman Camy setelah mengetahui informasi yang ia baca. Camy menyusuri kegelapan didepannya, Cahaya bulan membuatnya masih bisa melihat sekeliling. Ia berhenti, saat ia mendengar suara langkah kaki, juga dengusan.


Camy bersembunyi. Ia menyiapkan dirinya, jika ada musuh didepannya. Ia teringat, Marzon mengatakan bahwa jalan ini, kemungkinan sangat kecil atau bahkan, tak akan ada yang melewati. Tapi ini apa? Ia mendengar langkah kaki seseorang.


Camy dapat melihat ada kelebatan hitam dan ia masih tak bisa melihatnya dengan jelas.


"Silkan? ... Aakh ... " Informasi yang muncul dan terbaca olehnya, sesuatu tiba-tiba menyerangnya. Sesuatu berbulu menempel pada dadanya. Camy mundur dan ia terjengkang.


"Miauw" suara kucing, tenyata kucing British Shorthair warna abu gembul berada didadanya. Mereka saling menatap.


Dan si kucing masih duduk dengan tenang didadanya, Camy tersenyum, ia merasa lega. Ia masih terbaring dengan tangan mengelus bulu kucing itu.


"Hei Silkan salam kenal ya, kemarin kau lupa dibawa ya, tapi sepertinya mereka merawatmu dengan baik" Camy mengangkat bola bulu hidup itu.


Camy kembali pada misinya. Dengan masih membawa Silkan pada gendongannya. Camy terus menyusuri rutenya. Ia melihat batang besar pohon yang mengering disana. Juga adanya beberapa robot yang entah melakukan apa.


Silkan meloncat turun dari gendongan Camy dan mendekati para robot. Ternyata robot itu tak mencurigai kucing gembul yang terus berjalan kearah pintu. Camy juga harus melewati pintu itu.


Camy harus bergegas ia berkejaran dengan waktu.


Dengan degupan jantung yang semakin meliar. Camy berjalan dengan santai. Ia mengikuti jejak langkah Silkan. Ia meringankan dirinya, melangkah layaknya Silkan dan sampailah ia dipintu.


Camy baru menyadari jika kedatangan Silkan memang sudah dipersiapkan oleh Marzon untuknya. Ia melihat kucing gembul itu sedang menjilati bulunya di pinggir pintu keluar.


"Good job Silkan!" Camy memuji kucing gembul itu, dan yang dipuji hanya melengos tak menghiraukan dan kembali menjilati bulunya.


"Hide Active!" Perintah Camy. Tubuhnya pun menghilang. Karena ia telah memasuki kawasan utama Nokturnal.


Camy melewati lorong dengan banyak pintu dan ia harus mencari pintu dengan no. 34028.


Camy kembali menyusuri dengan perlahan. Ia melihat sebuah pintu besi dengan kaca kecil dipintunya.


Ia melongok menunggu pintu itu terbuka.  Karena ia tak bisa membuka dengan asal. Marzon memberi tahukan, Camy bisa memanfaatkan keadaan saat pergantian penjaga dan ia bisa menyelinap.


Ia melihat ada seorang dengan pakaian hitam juga senjata laras panjangnya, mendekat. Ia menempelkan idnya dan kemudian masuk, Camy mengikuti masuk kedalam, Camy menempelkan sesuatu pada pintu agar nanti ia dapat membukanya saat misi selesai.


Camy mulai mencari apa yang ia ingin kan. Masuk kedalam ruangan dengan banyaknya tumpukan buku disana.


Memang seperti gudang, namun ada sebuah papan tulis besar yang menempel di dinding, sekilas nampak kosong tapi ada sesuatu yang tersembunyi disana.

__ADS_1


Papan tulis itu tampak kosong jika melihat dengan mata normal, tapi Camy menggunakan softlens khususnya, ia bisa membaca rencana tersembunyi itu.


"Apa ini?" ucap Camy. Ia menelusuri, dan betapa terkejutnya ia, saat menemukan, ada sebuah percobaan penelitian yang berbahaya. Percobaan perubahan genetik.


Dan yang lebih membuatnya terdiam adalah target-target dalam penelitian itu, adanya foto yang membuat Camy berang. ada foto dirinya dan tim DarkHole juga para Ex Side dan sebuah foto keluarga yang sangat Camy kenal.


"Ini ruangan siapa?" Tak mungkin jika ini kelakuan tua bangka itu, Marky. Karena fotonya juga Lamorna ada disana. Jadi ini ruangan siapa?


Camy terus membaca semua yang ada di papan tulis itu, ia beralih pada meja dengan tumpukan banyak berkas. Disana ada namanya. Dengan data yang akurat menurutnya.


Sebenarnya ini ada apa?


Dor! Dor! Dor!


"Sial!" Camy melemparkan berkas-berkas itu dan kemudian bersembunyi di balik lemarinya. Ia menyiapkan senjatanya. Ia melihat ke arah pintu yang berlubang, Ia telah ketahuan.


Camy mengintip. Menunggu dibalik pintu. Ia melihat pasukan dari Nokturnal mendekat pada pintunya. Pasukan itu masuk dan Camy berhasil menyelinap keluar.


Salah satu pasukan menyadari Camy yang kabur dan memberi tahukan temannya.


"Target kabur!" Pasukan itu mengejar Camy. Dan terjadi baku tembak.


"Aktifkan kamera infra red!" Tegas salah satu pasukan. Ia adalah ketua pasukan itu, kamera Infra red bisa melihat suhu tubuh. Mereka menuruti ketua, dengan serempak mereka menekan tombol pada kacamata mereka dan mulai menyusuri hutan dalam gelap.


"Itu dia"


Dor! Dor! Dor!


"Sialan! Aku kira target!"


"CK! Kau harus lebih teliti! Ini yang sulit jika kita menggunakan kamera ini di hutan, banyak mahkluk hidup lain disini!" Salah seorang pasukan itu menyeleruk.


"Sudah lanjutkan misi kita! Tebak aja apapun yang kalian temukan!" Ketua mereka memerintahkan.


"Tapi ... bos belum memberi kita ijin membunuhnya ketua!" Salah satu pasukan menyela ketuanya.


"AAH PERSETAN! SUDAH LAKUKAN SAJA YANG AKU PERINTAHKAN!" Ketua arogan itu sudah kembali lagi mencari target mereka.


"Sudah ikuti saja dulu!" Pasukan lain menepuk bahu pasukan yang tadi membantah ucapan ketuanya.


Camy sedari tadi mendengarkan obrolan itu. Untung saja ia telah memperbarui ciptaannya ini. Ia tak perlu memerintahkan dengan terpisah.


Saat ia mengaktifkannya, maka ia akan menghilang semua. Tanpa terkecuali. Suhu tubuhnya juga aromanya pun menghilang. Ia tak akan terdeteksi.

__ADS_1


Ia sangat tak suka dengan ketua pasukan itu, sepertinya, ia ingin bermain-main sebentar. Setelah itu ia akan ke Waterfall Blok tempatnya bertemu dengan Marzon.


Camy memanjat sebuah pohon. Ia menyebar robot toples nomer 5 nya. Robot toples yang bisa menyerang.


Camy memantau dari atas pohon. Melihat beberapa robot telah bersiap dari tempatnya masing-masing. Mereka siap dengan senjatanya. Robot ini hanya bisa dipakai sekali karena setelahnya mereka akan lebur seperti debu.


Di layarnya terlihat grup-grup robot toples itu telah siap dan Camy memulainya.


Dor! Dor! Dor!


"Argh" dua orang terkena tembakan robot toples.


"Serangan! Serangan!" Pasukan itu menyeret temannya yang terluka.


DOR!


DOR!


"Bersembunyi! Kalian bersembunyi!" Suasana seketika menjadi mencekam. Mereka mulai berjaga.


Dor! Dor! Dor!


Kembali robor toples yang Camy kendalikan menyerang mereka. Pasukan Nokturnal pun kembali menyerang angin, nyatanya Camy berada jauh dibelakang mereka.


Camy mengincar ketuanya yang sedari tadi bersembunyi dan menembak sesekali.


"Pengecut! Kalian kesanalah dan habisi dia!" Camy menyuruh tiga robot toples itu. Mereka terbang menuju ketua pasukan itu dan melakukan perintah Camy.


Camy menganti senjata robot toples dan ia merasa terlalu lama bermain. Rudal mungkin cukup untuk menghanguskan tempat ini. Pikir Camy.


Camy turun dari persembunyiannya, ia mendapatkan sinyal dari Marzon yang mengartikan bahwa dirinya dalam bahaya.


Camy bergegas ketempat yang sudah ia dan Marzon sepakati untuk bertemu sebelumnya jika misi mereka gagal, mereka telah memperdiksikan semuanya.


Mereka saja, berlatih di bukit Rfizt, selama ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dan tidak menutup kemungkinan Nokturnal pun melakukan hal yang sama.


Dan,


**DOOM!


DOOM!


BOOM**!

__ADS_1


Hanya itu yang terakhir Camy dengar saat ia telah meninggalkan tempat itu. Ia belum mendapatkan buku milik ayahnya namun ia mengetahui rencana seseorang entah siapa dia...,


tbc.


__ADS_2