DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 22


__ADS_3

Willow akan menuju bar yang khusus diperuntukan untuk pekerja di Giant Pipe. Jonny dilarang menginjakan kaki mereka di lantai ini.


Willow menggunakan pakaian seksi yang Raskal beri padanya.


Tak jauh Willow melihat Button keluar dari salah satu ruangan di lantai ini, Willow tak peduli ia melanjutkan langkahnya. Lalu saat ia mendekati pintu dimana Button keluar. Pintu 5330, Ia melihat pintu itu terbuka. Dan Tyac keluar dari dari dalam.


Ia hanya melirik, sedangkan Tuac memucat. Ia tak akan menyangka akan berpapasan dengan Willow.


Kemudian wanita itu berlari menjauh. Membuat kening Willow mengkerut. Ia tahu jika lantai ini terlarang untuk para Jonny.


Tak lama ia berada di depan sebuah pintu kaca hitam gelap, ia mendorongnya, suara riuh terdengar dari dalam,


Willow melangkah suara sepatu tingginya teredam suara musik. Tapi tetap saja ia menjadi perhatian orang-orang disana. Matanya bergerilya menyusuri tempat yang baru saja ia masuki. Lampu berwarna warni menari berdasarkan ketukan musik.


Sebuah tangan melambai padanya. Willow menyipit. Cengiran yang ia kenali. Resta. Ia kembali mengayunkan langkahnya bersamaan dengan mata para lajang lelaki mengikuti gerakannya.


"Kau tak pernah membiarkan para penggemarmu kecewa Will" ucapan Resta. Ia menggeser duduknya. Mempersilahkan Willow untuk duduk disebelahnya.


"Kau berlebihan, kalian pun sama saja denganku, bedanya mereka melihatku bengis tapi melihat kalian dengan pandangan memuja, contohnya" Willow mengedikkan kepala ke arah pintu masuk. Zale berjalan keadah mereka bersama Raskal juga Troto.


"Idola Giant Pipe" ucap Resta.


"Kurang Tuan Andreas, ia pasti menjaga Amira, sejak Amira lahir. Ia berhenti datang ke tempat seperti ini" menjabarkan.


"Will kau sudah datang, Wow kau menggunakan gaun yang kuberikan." Ucap Raskal. Troto sudah duduk di samping Willow. Zale terkekeh melihat kelakuan Troto.


Ia memandang tajam Willow dan pakaiannya.


Troto berdiri melepaskan kain yang ia kenakan. Dan membungkus tubuh Willow. Willow melirik Zale yang terkekeh. Melihat ke posesifan Troto.


Ia ingat untuk memaafkan Troto. "Kasihanilah perjaka tua itu" ucap Zale pagi tadi, Zale kembali menceritakan apa saja yang terjadi, dan membuka pikiran Willow.


Ia masih marah pada Troto. Untuk memaafkan Willow masih perlu waktu, ia masih merasa sakit hati.


Willow berdiri, lengannya ditahan oleh Troto. "Mau kemana?" Suara rendah lelaki itu.


"Haus" jawab Willow menarik tangannya dan menghampiri bar. Zale dan Raskal pun sudah tak terlihat. Resta sibuk dengan minumannya.


Troto mengikuti Willow. Ia duduk disebelah wanita itu. "Fire blue lagoon" ucap Willow. Decakan terdengar dari Troto.


"Cantik sendiri saja?" Tiba-tiba seorang pria mabuk menghampiri Willow. Tapi tak ada tanggapan dari Willow.


"Jual mahal!" Tangan lelaki itu mencoba menoel dagu Willow, Willow menghindar cepat.


"Kau salah kostum cantik" ia menarik kain Troto pada pundak Willow. Tangan Troto terulur sebelum kain itu pergi dari tubuh kekasihnya.


"Siapa kau!" Dengan nada tinggi lelaki itu berseru pada Troto.


"Kau cari yang lain! Ini milikiku!"

__ADS_1


"Aaargh!!!" Lelaki itu menjerit, tanganya diremas keras juga dipelintir oleh Troto. Tatapan matanya tajam dengan wajah yang datar.


"Lepas! Apa yang kau lakukan! Kau tak tahu siapa aku!" Jeritnya di sela-sela rasa sakit pada tangannya.


"Beraninya!"


"Bawa dia!" Seseorang lelaki muda datang dengan tiga penjaga.


"Maaf tuan, atas ketidaknyamanannya." Ucapnya. Lelaki yang menggoda Willow sudah diseret keluar, ia meronta dan tak terima dengan perlakuan yang ia dapatkan, umpatan dan sumpah serapa keluar dari mulut baunya.


Willow bisa saja menghabisi lelaki itu dengan mudah, tapi ia sedang tidak ingin berkelahi. Ia menyesap minumannya.


Willow minum tiga gelas. Ia semakin dibuat kesal dengan kediaman Troto. Lelaki itu hanya duduk disebelahnya. Mengamatinya yang menghabiskan gelas ketiganya.


Willow sudah mengacung ia ingin gelas baru, tapi tangan Troto memegangi tangannya. "Tidak kau sudah mabuk!" Ucap Troto datar. Tentu saja Willow berontak.


"Siapa kau! Bartender beri aku satu gelas lagi! Cepat!" Seru Willow. 


"Mana? Kemarikan!" Saat Bartender menyerahkan gelas itu untuk orang lain. 


"Ini pesanan orang lain Nona!" Ucap Bartender. Ia kembali membuat minumannya dan kembali menyerahkan pada yang lain.


"Ck! Kau mau mati, hah! Aku menunggu gelasku! Kau beri orang lain! Aku bakar bar ini!"


Brak!


Willow menggebrak meja dengan berdiri terhuyung. Ia menunjuk bartender. Troto dengan cepat meraih tubuh Willow dan menggiring wanita itu keluar bar.


"Aki harus memberi pelajaran kepadanya! Beraninya dia memberikan gelasku kepada orang lain!" Seruan kesal Willow.


"Lepaskan! Aku ingin kembali!" Willow meronta, ia tak terlepas, tenaga Troto jauh lebih besar dibandingkan dirinya.


"Kau sudah mabuk, sayang!"


"Kau sayang-sayang! Palsu!" Umpat Willow.


"Kalau kau sayang, kau tak akan menghilangkan ingatanku! Kau tahu kau jahat!" Rancunya.


"Maaf aku salah!"


"IYA! KAU SALAH! SALAH BESAR!" Teriak keras Willow.


Ia mendorong pelan Troto. Ia mencoba berdiri tegak. Tangannya melipat didada, menatap tajam Troto yang berdiri di depannya. Ia menjewer telinga penuh tindik milik Troto, Ia seperti ibu akan memarahi anaknya yang main hujan.


"Dasar anak nakal! Jangan diulangi ya!" Troto mengangguk dengan senyuman mengembang. Wanitanya ini sungguh luar biasa menggemaskan.


"Bagus! Good boy!" Melihat anggukan Troto tangan Willow terulur dan menepuknya perlahan.


"Jadi aku dimaafkan?" Ucap Troto mencari kesempatan dan kesempitan.

__ADS_1


"Iya karena good boy jadi di maafin!" Willow mengangguk. Ia kemudian berjalan lagi, Willow melangkah dengan terhuyung Troto berlari cepat, dan kembali memapah Willow.


"Jadi kita kekasih?" Tanya Troto. Ia memanfaatkan keadaan Willow.


"Iya, kekasiiiiiihhhh …." Ucap Willow dengan girang ia memeluk leher Troto.


"Janji! Besok pagi kita baikan! Ulangi!" Troto dengan kelakuan kekanakannya.


"Iya" ucap Willow, wanita itu menggelendot pada Troto. Troto meraih pinggang Willow, dan menggeser tubuhnya untuk berada didepan Willow.


Willow bersandar di punggung Troto. Ia memejam dengan mulut mengecap, ia mengantuk.


"Ngantuuuukk" ucapnya.


"Naik, pegangan!" Troto menjongkokkan diri. Willow mengikuti Troto. Dan Troto menggendong Willow.


"Janji! Besok kita baikan! Ulangi!" Ucap Troto. "Iya" jawaban Willow masih sama seperti sebelumnya.


"Ulangi!"


"Ulangiiiiii" 


"Besok"


"Byessookkk"


"Kita"


" … "


"Kita" Troto menepuk-nepuk belakang Willow.


"Hmm … "


"Baikan" Ucap Willow yang sedang bergelung di punggung Troto. Ucapan yang membuat sudut bibir Troto terangkat. Entah mengapa harinya menjadi lebih ringan.


Besok dia akan meluluhkan wanitanya ini, ia tahu jika Willow marah, tapi masih cinta padanya.


Menempelkan kartu pada kunci pintu kamar Willow. Troto membaringkan Willow diranjangnya. Dan ia ikut bergelung bersama wanita nya. Ia peluk juga kecup kepala sang wanita.


Ia sungguh rindu dengan Willow. Troto sangat tak suka didiamkan oleh Willow. Rasanya ia bisa menghabisi siapa saja lelaki yang mencoba mendekati wanitanya.


Lebih mengesalkan lagi pada teman-temannya yang berlomba untuk menggodanya. Dengan mendekati wanitanya. Rasa amarah bergelung. Tapi ia tak bisa melakukan apa-apa.


Saat Willow tak lagi menjadi Jonny tentu saja Troto sangat senang. Ia tak harus seruangan dengan anggota timnya yang semua nya lelaki itu. Cemburu. Nama rasa yang ia hadapi sekarang.


Ia memegang dadanya degupan liar yang menyenangkan. Ia merengkuh Willow dan mengeratkan pelukannya. Tenang dan menyenangkan.


"Sesak" igau wanita nya. Troto mengendurkan sedikit pelukannya. Dan berbisik "Cinta kamu sayang"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2