DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Debu Halus


__ADS_3

Wina keluar dari kemdaraan Potka, bajunya lusuh. Bill yang sudah Potka hubungi menunggu kedatangannya dan Wina.


"Princess" ia meluhat Wina prihatin. Dan menyampirkan selimut pada tubuh kotor Wina.


"Kau istirahat dulu" ucap Bill. Wina meliriknya, "Tidak kita langsung saja ke lab, aku juga ingin tahu apa saja yang terjadi di tubuhku"


Wina mendahului langkah Bill yang mematung. "Aku tahu kau dan pak tua igi menyembunyikan sesuatu dariku."


"Tapi tak mengapa, asal aku bisa merebut apa yang harusnya buatku" lanjutnya, Bill tak mengerti. Merebut apa? Kekuasaan Marky? Tapi Wina sedang ada dalam penguasaan Marky sekarang.


Bahkan penculikan itu juga terjadi karena campur tangan Marky didalamnya.


Wina mendorong kasar pintu laboratorium, disana sudah ada Ethan dan Luke memandangi Wina yang datang dengan lusuh.


"NONA!" Luke melangkah panjang dan menubruk tubuh Wina. "Kemana saja? Anda baik-baik saja"


"Luke! Cukup! Periksa tubuhku cepat!" Wina segera masuk ke dalam ruangan permeriksaan rutin. Luke dan Ethan menatap Bill yang menganggukan kepala menandakan, ia menyetujui permintaan Wina.


"Luke! Cepat!"


"Siap Nona" Luke dan Etha bersiap. Mereka masuk kedalam. Luke mendorong troli dengan peralatan yang akan ia tempelkan pada tubuh Wina.


Wina telah berbaring di atas brangkarnya. Ia menunggu. Saat alat pernafasan dipasang pada hidungnya. Tak lama ia tertidur karena efek bius.


Kemudian Ethan mendorong brangkar Wina dan mendorongnya ke dekat lemari dengan tabung kaca yang perlahan keluar dari lemari besi itu.


Luke dan Ethan telah berdiri dengan berkas dalam tangan mereka. Tubuh Wina diangkat oleh mesin dan dipindah ke dalam tabung lemari.


Kemudian lampu biru keunguan menyala dari tabung kaca itu. Dan suara mesin berjalan, tarikan tuas berdencit. Wina masuk dalam lemari itu.


Di sebelahnya terdapat layar yang memperlihatkan data tubuh Wina, tekanan darah, denyut jantung dan segalanya, tertulis disana.


Luke menyadari ada yang berbeda dari tekanan darah Wina yang tinggi dan tak normal. Juga denyutnya yang ter ilang lebih cepat.

__ADS_1


Ia melihat suhu tubuh Wina yang tinggi, tapi tak memperlihatkan tanda-tanda kejang.


Jika mausia normal dengan suhu itu ia akan mengalami kejang. Luke menatap Ethan.


Ethan juga menemukan hal yang sama dengannya. "Dengan semua ini, ia masih melakukan kegiatan biasa."


Bill masuk, ia menatap tajam pada layar. "Pantas saja" gumamnya selirih angin. Kemudian ia keluar.


Dan Bill berpapasan dengan Potka disana. "Apa kau tahu tentang penculikan ini?" Pertanyaan Potka menghentikan langkah Bill.


"Kalian dan Bos Marky yang menculik Wina?"


"Ia terlibat dengan klan Trudy. Jika aku tak menyelamatkannya mungkin sekarang ia telah tewas"


Bill memutar tubuhnya, ia menatap Potka dengan senyum di bibirnya. "Ia tak akan kalah"


"Kau tahu apa yang ia lakukan pada Klan Trudy? Ia hampir membunuh ketua baru klan itu" ucapan Bill membuat netra Potka melebar. Dan ia berhasil mengontrol keterkejutannya.


"Ia mengacau di Wildlife, aku tahu" jawabnya tenang.


"Tunggu!" Potka menghentikan Bill dengan memegang bahu pria itu.


"Apa maksudmu? Wina mengacau desa klan itu?"


"Bukan hanya Trudy ia juga menipu klan Guapo, intinya ia sengaja mencari gara-gara dengan ras Levian"


"Ini tidak bagus"


"Benar, dan sekarang perang itu akan segera terjadi sebentar lagi." Bill meninggalkan Potka.


Bill pikir, Potka mengatakan itu untuk Nokturnal. Bukan! Tidak tentu saja.


Ini tentang desanya dan mereka yang berada di dunia bawah dan dunia sedang.   Keseimbangan yang susah payah desa Arctos jaga, akan tak seimbang, sedangkan Ratu mereka masih dalam menyempurnakan pengukuhannya menjadi Ratu.

__ADS_1


Kekacauan yang sama, saat Amarin diculik, desanya yang hancur, memgoncang sistem Moon Goddess yang juga harus mengheningkan diri. Mencoba membuat seimbang antar dunia.


Ia harus segara memberitahu kan pada Simon! Walau ia telah dikeluarkan dari desanya, ia tetap tak rela, jika dunianya hancur.


Potka bergegas masuk dalam kendaraannya. Bill mengamati dari kejauhan.


Ia telah bertemu dengan para peneliti ilegal. Bill mendapat tugas dari Marky mencari keberadaan peneliti ilegal di wildlife yang mengetahui tentang portal dimensi.


Dan dengan peneliti ilegal itu, Bill menciptakan radar dimana saja portal dimensi itu berada.


Dan saat suatu waktu ia mengikuti Potka, yang tiba-tiba menghilang. Ia menggunakan penemuannya yang sudah 95% jadi, dan benar saja, Radar itu memperlihatkan dimensi dimana ada portal disana.


Desa yang ditutupi oleh shield kuat, Dan benar saja Potka pergi ke desa ber-shield itu.


Dan ia dan peneliti ilegal itu masih dalam merancang benda untuk bisa membuka shield itu.


Bill penasaran apa yang Potka lakukan dalam hutan dan mengarah ke sebuah desa.


Kelemahan dari radar yang belum selesai itu adalah kualitas gambar yang radar itu hasilkan, hitam putih dan buram.


Juga rekaman gambar itu akan segera menghilang, tak bisa tersimpan. Bill mengepalkan tangannya. Tatapannya menajam, ia bersiap pada kemudinya dan dengan kencang membelokkan kendaraannya, kembali ke markasnya.


Ia tak sabar menyelesaikan radar ini. "Zale kita harus cepat menyelesaikan radar ini"


"Tak sabar sekali kau" jawaban dengan terkekeh di sebrang sana.


"Aku ingin sekali tahu rahasia besar apa dibalik ini semua" Bill menyeringai.


"Aku sarankan jika kau tahu, cukup dengan tahu saja, karena mungkin ini terlihat menantang dimatamu, namun bukan untuk dimainkan" ucapan Zale memperingatkan, peneliti ilegal, juga ilmuwan sin ting dari klan guapo.


"Lihat saja nanti" Bill memutus sambungannya. Ia menatap bangaunan didepannya dengan senyum merekah.


"Aku harap kau lebih pintar nanti jika tahu rahasia itu" gumam Zale. Karena Zale tahu Bill hanyalah debu halus jika berhadapan dengan rahasia itu.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2