
Willow tak begitu terganggu dengan rumornya dengan Resta karena memang mereka tidak memiliki hubungan apapun.
Pertarungan akan dilanjut esok harinya, Tim Tenggara Kapten Degan vs Tim Center Kapten Resta. Poster tertempel dimana-mana.
Willow melihat fotonya dalam poster, ia menatp ngeri.
"Apa mereka tidak bisa mengambil foto dengan lebih cantik?" Ucapnya asal.
"Malam cantik" suara Fernandes, masih terlihat lebam di wajah Willow.
"Nanti kau ikut?" Ucap Fernandes, lelaki itu mengambil sebuah apel dan meletakkan di nampannya. Mereka mengantri untuk snack malam.
Willow mengambil yogurt dan potongan buah yang lengkap dengan sereal. Ia juga mengambil permen rasa buah.
"Ikut kemana?" Tanyanya dengan menyeret kursi disebelah Zackary. Disitu juga ada Olugi dan Lazarus.
"Ke klub, merayakan kemenangan" ucap Fernandes,
"Kalian terlalu percaya diri. Kami tidak akan mengalah." Degan dengan timnya ikut duduk di meja Tim Willow.
Tim tenggara terdiri dari lima lelaki. Dan pasti nanti lawan Willow lelaki. "Kalian tahu aturan pertandingan akhir? Kalian diperbolehkan saling bunuh" ucap Degan dengan sumringah.
Willow menaikan alisnya menatap Olugi yang mengganggu. Mengiyakan ucapan Degan.
"Dan kami kapten ikut turun kelapangan. Ini akan sangat menyenangkan."
"Degan jangan menakuti timku" Resta datang dengan kapten lain yang mengekorinya, lalu lelaki itu ikut duduk ia menyingkirkan Fernandes yang duduk di dekat Willow.
Resta menggeser kursi Willow untuk mendekat padanya. "Rumor itu benar rupanya" ucap Degan.
"Aku tak menyangka, orang sepertimu mengikuti rumor tidak jelas. Dan kau juga bisa menjalin hubungan dengan Jonny-Jonny mu" ucap Resta, dengan bersandar pada kursi dengan kaki kiri menopang kaki kanannya, santai.
Willow mendengar ucapan Resta pun ikut mendengus, geli.
"Aku bukan kau yang sesalu memiliki hubungan dengan Jonny-Jonny baru" kembali Degan tak mau kalah.
"Shera dan kau apa kabar?" Tanya Degan. Tatapan Resta menjadi tajam.
"Sayang Shera lebih memilih tetua" Degan beranjak dari kursinya.
"Sampai jumpa besok, apa kau mau aku sampaikan salammu untuk Shera?"
Kepala Degan menggedik ke arah pintu masuk, disana terlihat Shera yang asik berbicara di sebelah Troto. Degan tersenyum miring lalu pergi diikuti para timnya.
Willow sibuk dengan yogurtnya, Resta membaeikan kacang walnutnya pada Willow yang alisnya menaut.
"Aku alergi kacang" ucap Resta melihat tautan alis Willow.
"Kau harusnya tidak mengambil kacang jika alergi." Namun Resta hanya tersenyum.
"Kalian disini, Resta selamat ya tim mu menang hari ini" suara Shera lembut. Kepala yang berada di meja itu mendongak serentak kearah sumber suara.
__ADS_1
"Tetua tempat itu kosong" Shera menunjuk kursi yang jauh diujung.
"Bukannya disini juga kosong" celetuk Fernandes.
"Biarlah mereka tak ingin terganggu oleh kita para Jonny" ucap Lazarus. Yang masih menyuap cake coklat dengan lelehan coklat manis.
Wajah Shera merah padam, "Ayo" Troto berjalan ke meja yang Shera tunjuk. Dan itu membuat wanita itu senang.
"Kalian itu" ucap Resta. Ia melirik Willow yang masih melihat kepergian Troto. "Will kau ikut ke klub?" Ajak Zack.
"Ayo" ucap Willow, ia perlu minuman dan berjoget. Resta hanya berdecak. Mau tidak mau ia pun ikut.
Ia akan menjaga Willow disini karen aia yang menarik wanita itu atau lebih tepatnya memaksa wanita itu bergabung pada Giant Pipe.
"Wajahmu tak layak masuk klub" Resta mengejek.
"Lalu dengan wajah ini aku bisa masuk dalam Giant Pipe?" Ejek yang disertai sindiran. Kalau begini Resta hanya bisa tertawa kering.
Resta masih belum menjelaskan pada Willow tentang ia yang memasukan dalam tanda kutip dalam penyeleksian prajurit Guapo.
Willow bukan pasrah lebih ke penasaran dengan kegiatan ini. Juga untuk membuatnya sibuk walau disini ia malah bertemu dengan Troto juga Shera. Orang-orang yang ingin ia hindari.
Ternyata tak buruk juga ikut kegiatan ini. Setidaknya tubuhnya bergerak dan otaknya terus berpikir strategi apa yang mereka miliki untuk melawannya.
Dan ternyata menyenangkan. Ia merasa kembali saat masih di DarkHole. Melawan para penyusup, juga Di Nokturnal menghabisi musuh Nokturnal.
Ia memang alat pembunuh hidup yang mematikan. Dan setelah sekian lama, ia kembali bertarung dengan tim.
Dentum kencang musik memasuki indra mereka. Willow mengantuk, mungkin efek obat yang Olugi berikan untuk pereda sakit.
"Hei Will, kau tidur?" Zack melihat mata Willow yang tak lagi bisa ia kontrol. Tapi wanita itu menggeleng. Ia memejam. Kantuknya menggerogoti.
"Aku ke toilet" izin Willow. Ia terhuyung, berjalan ke arah toilet. Tubuhnya terbentur benda keras.
"Maaf" ucapnya keras.
"Pulang!" Ucap suara berat. Willow menyipit melihat siapa gerangan di depannya. Alkohol mempengaruhi pengelihatannya.
"Resta? Aku sangat mengantuk" ujar Willow.
"Bisa kau antar aku ke wastafel? Aku ingin mencuci muka" ucapnya.
Tangan Resta melingkupi bahu Willow. Ia mengikuti kemana Resta membawanya.
"Mana wastafelnya?" Tanya Willow yang sudah mabuk.
"Masih jauh" ucap suara berat itu.
Willow mencoba membuka mata, melihat sekelilingnya. Ia berada diluar, melihat langit malam yang bertabur bintang. Angin sepoi-sepoi mengahantam wajahnya.
Seketika kenyamanan kembali membuat matanya ingin memejam. Hidungnya menghirup udara segar. Dibanding di dalam klub, aroma alkohol bercampur keringat juga rokok.
__ADS_1
Willow melepaskan tangan yang merengkuhnya. Ia berlari dan menari dengan mulutnya bersenandung lagu asal karangannya.
Deburan ombak terdengar keras. Ia menuju bibir tebing dimana angin kencang menghembus.
"Woah" pekiknya saat Willow merasa tubuhnya akan terbawa terbang oleh angin.
"Jangan terlalu dekat." Peringatan suara itu.
"Resta kau pernah terjun dari tebing ini?" Tanya Willow berusaha melangkah melawan angin.
"Tidak" ucapnya.
"Sepertinya seru jika terjun dari tebing ini, ayo" ajak Willow.
"Tidak terima kasih"
"Waktu aku ajak kau terjun dari tebing Falldown kau malah menjebakku masuk ke Giant Pipe, ah kau payah!" ucap kesal Willow menyembik.
"Seberapa dekat kau dengannya?" Willow terjengit. Hembusan nafas panas Resta menempel di kupingnya.
"Resta, kau terlalu dekat, geli" Willow terkekeh. Geraman terdengar dari belakang. Tubuhnya diputar cepat. Dan tangan Willow mencengkram pakain depan Resta.
Matanya menangkap wajah bukan Resta disana. Willow menjulurkan tangan, menyentuh rahang yang mengeras.
"Resta kenapa wajahmu mirip Troto? Kau lucu sekali." Willow menekan-nekan pipi Troto. Menarik pipinya agar wajah didepannya tersenyum lebar.
Lalu rasa rindu membuat Willow menyentuhkan ujung jarinya dari dahi, alis mata hidung dan berakhir di bibir.
"Aku kangen kamu Troto" bisik Willow yang terjatuh di pelukannya. Troto memandang lurus. Ia menggendong Willow. Cukup untuk hari ini, harusnya kau istirahat bodoh pikir Troto.
Troto membawa Willow di kamarnya. Ia duduk di kursinya. Menatap lurus pada Willow yang tertidur. Kamarnya temaram.
Rumor itu mengganggunya, sangat. Ia tidak terima, hingga terjun langsung untuk mengikuti jalannya pelatihan prajurit elit milik Guapo yang harusnya Zale tangani.
Zale hanya menertawakan kebodohannya. Ia juga sudah memutuskan hubungan apapun itu dengan perempuan lain. Ada rasa berkhianat jika ia berdekatan dengan wanita lain.
Dan penyebabnya adalah wanita yang sedang tidur diranjangnya. Bahkan wanita seksi lain pun tak bisa membuatnya bergairah.
Ia kacau. Sangat kacau. Ketukan terdengar. Tapi ia diamkan. "Troto? Kau sudah tidur?"
Ah, Shera, padahal ia sudah menegaskan pada wanita itu, ia tak ingin hubungan apapun dengannya, tapi masih saj menganggunya, ia pun mengganggu Willow, apa ia terlalu lembek?
Ia membiarkan wanita itu. Troto beranjak saat Willow merasa terganggu oleh suara ketukan itu. Ia menghampiri Willow dan merebahkan tubuhnya di samping wanita itu.
Menarik Willow mendekat. Dan merengkuh dalam pelukannya. Ia mengecupi kepala Willow. Ini benar. Ini yang salama ini hilang darinya. Kehangatan wanita dalam rengkuhannya ini yang ia mau.
"Ergh … "
"Tak apa ada aku disini" bisik suara berat itu mampu menenangkan Willow.
"Troto … " Willow bahkan menyebut namanya, Wanita itu mengetahui bahwa yang ada di sampingnya adalah dirinya, membuat hati Troto menghangat.
__ADS_1
"Ya ini aku sayang" ucapnya mengecup kuping Willow dan ikut terlarut dalam mimpi.
Tbc.