DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Markas Ex Side dan Melepas Riby


__ADS_3

Mereka tidak jadi mempergunakan markas Ex Side. Karena pemberontakan yang Ex Side lakukan telah diketahui oleh Nokturnal.


Akses masuknya diblokir. Mereka tak bisa masuk ke dalam ruang rahasia mereka.


"Woah pengkhianat dan kroconya!" Braxton Wright. Ia tiba-tiba ia muncul.


"Hai kak gimana kabarmu?" Basa basi Braxton. Ia mendekat.


"Kau sudah melangkah terlalu jauh kak, aku tahu sifat kepedulianmu tinggi, tapi dengan mengkhianati Sidemu dan membuat Side pemberontak, aku tak percaya dengan keberanianmu yang akui sangat tinggi." Braxton berjalan ke sudut ruangan dengan sinar bulan yang memantulkan cahayanya.


"Mungkin ayah akan sangat bangga dengan keberanianmu saat ini, anaknya yang lemah bisa dengan berani memberontak? Ia pasti bangga." Ejek Braxton.


"Anaknya yang lemah, tak berguna, dan juga yak bisa lepas darinya ternyata diam-diam menusuknya dari belakang, dan aku sebagai adikmu ingin memberimu penghargaan untuk ini semua" Braxton berdiri dengan angkuh.


"Ah mereka akan menjadi anak buahmu? Markas mereka telah hancur, aku akan memberi kalian penawaran? Bagaimana kalau kalian bergabung dengan Monts Side ku? Dan kita akan membangun sesuatu yang lebih besar dari Nokturnal?" Braxton menawarkan sesuatu yang gila menurut Camy dan Marzon.


"Tidak!" Tolak Camy. Marzon melihat perubahan tingkah laku dari Braxton setelah Camy menolak penawarannya.


Marzon mencoba melindungi Camy cs. Ia berdiri membelakangi Camy, Camy mengeser ke belakang Marzon. Marzon berjaga.


"Ah ... jadi kalian menolak?" Tangan Braxton dipinggang dengan menghela nafasnya panjang.


"Kalau begitu tidak ada lagi untuk kalain berlama didunia ini, kalian sangat mengecewakanku!" Cerocos Braxton.


"Jika kalian tidak menggambil kesepakatan ini, kalian harus lenyap!" Seru Braxton dengan tangan menodongkan pistol pada Camy dan Marzon.


CLANG!


"AAKH!"


Pekikan dan Pistol Braxton terjatuh dilantai. Clara dan juga Jenny berdiri melindungi Marzon dan Camy dengan pedang masing-masing, setelah Clara Era menyayat punggung tangan Braxton dengan pedangnya.


"Kejutan dari kekasihku?" Ringis Braxton saat melihat kekasihnya melindungi sang kakak. Ia melihat wajah Clara Era yang menatap tajam dengan penuh waspada.


"Kalian baik-baik saja?" Tanya Clara Era tak memperdulikan ucapan Braxton.


"Clara!"

__ADS_1


Dan ...,


BOOM!


BOOM!


Seketika Ex Side berkobar. Api menjalar begitu cepat menghanguskan sekeliling bangunan.


Braxton berbalik akan pergi meninggalkan gedung.


"TUNGGU!" teriakkan Marzon.


"Nanti kita bertemu lagi kakak!" Braxton menghilang dalam kobaran api.


"Ayo kita keluar, apinya semakin cepat menjalar!" Marzon menutupi hidungnya dengan lengannya.


Mereka bisa lolos dengan selamat. Melihat kobaran api yang besar menglahap Ex Side, markasnya tak tersisa. Nasib markas Ex Side sama seperti markas DarkHole Lab. Hancur. Tinggal puing menghitam.


Ex Side menghubungi anggota lainnya. Mereka berhasil menyelamatkan diri. Dengan alat milik DarkHole. Dan mereka bersembunyi disebuah gua di hutan dekat kawasan Nokturnal.


"Aku telah menghubungi Daniel. Kita bisa ke bukit Rfizt." Alex mematikan panggilannya. Tak ada yang bertanya. Situasi sangat genting. Mereka segera menjemput anggota Ex Side yang lain.


Sesak mengelayuti dada Jo. Walau ia sangat ngeri jika berhadapan dengan Riby, tapi ia sangat sayang pada adiknya ini. Karena Riby yang paling muda diantara mereka. Jadi kadang mereka memanjakannya.


Elle mengusap air matanya. Riby sangat menyukai masakannnya. Bahkan tak jarang ia meminta Elle memasakkannya sesuatu. Dan dengan senang hati Elle masakkan.


Alex memeluk bahu Bharat. Kehilangan seorang sahabat dalam berjuang, membuat lubang dalam hati mereka. Rasanya kosong.


Mereka sampai, Seorang lelaki paruh baya dan wanita muda dengan rambut dikepang dua, dengan pakaian gypsynya menunggu tepat di gerbang bukit, Daniel Peterson juga Loreen, menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang di bukit Rfizt."


"Boleh kami meminta lahan di tengah ladang lavender. Kami akan mengibur teman kami disana?" Pinta Bharat pada Daniel saat mereka sudah duduk menenagkan diri dengan segelas tehnya.


"Kami sudah siapakan, bukan di ladang lavender tapi ladang seribu bunga" Daniel beranjak.


"Ayo ikuti aku" mereka mengikuti Daniel ke rumah terakhir Riby. Di tengah ladang-ladang bunga juga obat-obatan.

__ADS_1


Terbentang berbagai bunga warna warni, harum semerbak juga pemandangan yang indah. Disana terdapat galian tanah baru berukuran kecil.


Mereka mengeluarkan kantong mayat Riby dan meletakkan didepan mereka, mereka menunggu, kotak yang tadinya berukuran sebesar kotak makan itu berubah, kotak itu, melebar dan menjadi ukuran normal, melayang didepan mereka.


Beberapa saat mereka terdiam. Loreen yang turun tangan maju dan memberikan doanya, lalu meletakkan setangkai bunga tulip putih. Diikuti dengan yang lain.


"Kau adik rakusku selamanya" Elle meletakan rangkaian bunga daisy, ia mengelus pinggiran kantong dengan sayang.


"Kau tahu aku pertama melihatmu, kau sangat lucu, adik lucuku, tak akan terganti, aku akan tetap memberimu jus hijau kental favoritmu, terima kasih selalu menghabiskannya setiap kali aku membuatnya" Air matanya mengalir deras. Jo terisak kecang.


"Aku akan membagikan ramenku jika kau mau By" Memegang pinggiran kantong dengan erat. Bharat memegang bahu Alex dan Amber menyerahkan buket bunga lavender pada Alex. ia menunduk dan mengusap kasar air matanya dengan lengan dan mengambil buket lavender dan meletakkannya diatas tumpukan buket yang lain.


"Hai By kamu akan menjadi adikku yang selalu penasaran dengan kekuatanku, aku akan ceritakan semuannya, aku janji" Bharat meletakan setangkai bakung putih.


"Kami akan selalu mengingatmu" Amber memberinya sebuket herbs. ia tahu Riby suka steik dengan banyak mentega bercampur herbs kuat.


"Kami keluargamu, sahabat juga adik kami tercinta" Druw membelai pinggiran kantong dan meletakkan bakung putih. Dan berlanjut dengan anggota Ex Side yang maju meletakkan bunga-bunga mereka tanpa pesan.


Satu persatu dan Leon melangkah dengan lemah menuju kantong didepannya. Ia memandang Riby cukup lama.


"Maaf" Leon hanya bisa mengucapkan satu kata itu setelah lama menatap Riby yang terluhat tertidur nyenyak. itu ia meletakkan mawar hitam.


Bunga yang membuat Riby takjub saat pertama kali melihatnya di tempat Leon dilahirkan. Ia mundur. Menjauh. dan menghilang. Marzon hanya melihat tanpa ingin mengganggu kedukaan Leon.


"Kami selalu menyayangimu" Camy meletakkan setangkai danfodil kuning. Lalu menekan tombol kremasi. Dan dalam sekejap Riby menjadi abu.


Dan kantong mayat Riby berubah seukuran kotak makan lagi. Camy mendekat dan memasukkannya pada lubang yang telah digali. Dan mulai memasukkan tanah dan menguburnya


Joana mendekat. Ia meletakkan sebuah tumbuhan pohon uang yang bisa ia selamatkan beberapa dari jarahan Nokturnal.


"Ia begitu takjub saat melihat adanya pohon uang di taman tengah DarkHole. Merasa 'monika' memang hidup dengan penuh berkah dan baik hati memberikan kebahagian pada seluruh DarkHole." Joana menahan isaknya.


"Ia pernah berucap andai ia dilahirkan seperti 'monika' yang hanya memberi berkah"


"Maka aku akan menamai pohon ini dengan nama Ribella Scoot, Riby kau akan menebarkan berkahmu" Druw mendekat dan memeluk Joana yang menangis sesengukan dipelukannya.


Druwpun sudah tak menahan tangisannya sama seperti anggota tim yang lain. Mereka melepaskan Riby dengan berat juga dengan pesan-pesan yang sangat menyayat hati. Mereka harus kehilangan lagi.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2