
Kellan bercakap, dengan kedatangan High Majesty dengan Giant Pipe tidak menutup kemungkinan musuhnya bertambah, walau tidak ada yang bisa menyentuh keluarganya.
Tak mengapa, ia bisa menambah koneksi pada keduannya. Bercengkrama. Willow berpelukan dengan Giana. Waktunya untuk mereka kembali.
"Mungkin kalian akan diserang saat keluar dari kediamanku" Kellan mengingatkan pada Resta dan Honduras.
"Kalian tenang saja. Mengetahui siapa lawan kami tidak membuat kami takut" ucap kelakar Honduras.
Mereka telah meninggalkan kediaman Kellan. Keluar dari barier milik Kellan.
"Waspada tim!"
"Ya Kapten!"
Mereka menyusuri pulau dengan tenang.
Syuuutt …
Tank! Tank! Tank!
Syuuuttt …
Tank! Tank! Tank!
Dor,Dor,Dor,Dor
Serangan. Resta mengulurkan tangannya menekan tombol merah. Kendaraannya berubah, dari atapnya mengeluarkan sebuah benda besar.
Para tim telah bersiap di posisinya masing-masing. Membidik senjata dengan laser merah membidik kegelapan.
Klik!
Blash!
Sorot terang lampu menyorot kegelapan yang ada disekitarnya. Terlihat musuh mereka.
"Serang!" Perintah Resta. Musuh mereka lari tunggang langgang. Kabur dari kejaran bidikan senjata api tim Resta.
"Tapi tak perlu mengejar yang berlari pergi"
"Mundur!"
"Mundur!"
Para penyerang melambai meminta rekannya untuk mundur.
"Siapa bilang mundur! Serang sekarang juga!"
Perintah Luford terdengar dari earpiece. Ia geram bagaimana ia memiliki pasukan pengecut seperti mereka.
"Maju! Maju!"
"Tidak ada yang boleh mundur! Atau kalian mati!"
Para penyerang dibuat mati kutu. Mereka masih berlari menjauh. Ada pula yang maju dan mengorbankan diri. Banyak pula yang mundur dan bersembunyi.
Mereka lebih memilih menyelamatkan hidup mereka. Yang pasti Luford tidak akan membiarkan mereka hidup.
Resta membiarkan mereka yang kabur dan terus menyerang mereka yang menyerang mereka.
"Clear Kapten!"
"Bagus" Resta mematikan sorot terang dan kembali melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Di persembunyiannya. Luford mengumpat juga memaki ketidak becusan anak buahnya.
*
*
*
Willow kembali namun ia ditarik dari misi dengan Luford. Dan diganti dengan Lime. Mendengar itu awalnya Willow bersikeras tetap melakukan misinya.
Tapi Luford telah mengetahui identitas miliknya, ia ingin membantah tapi Troto memasang badan. Agar Willow menurut.
Lime dan Shelbi meletakkan nampan nya di sebelah Willow.
"Aku yakin Luford tak akan membiarkan dirimu begitu saja"
Lime menusukkan mengaduk supnya, setelah menambahkan lada. Kemudian melahapnya cepat.
"Will kau tak apa?" Ia melihat dan meneliti Willow yang disampingnya. Ada beberapa lebam yang telah pulih.
"Tak apa"
"Ya aku rasa juga begitu. Orang sepertinya jika sudah terobsesi susah hilang,"
"Jika bukan ia yang kalah" lanjut Lime.
"Jika perlu bantuanku aku siap" ucap Willow pada Lime. Lime mengangguk.
"Ya aku akan menjadikanmu umpan."
"Siap! Kau tinggal beritahu aku" Willow mengangguk.
"Lime kau tak takut pada tetua?"
"Misi lebih penting, lagi pula penjaga Will bertambah banyak" melirik pada beberapa orang yang memang menjaga Willow.
"Kau berlebihan"
"Tidak, kau lihat saja sekitar kau akan tahu"
Shelbi menuruti omongan Lime. Ia melihat beberapa wajah familiar yang tak bisa berada di markas. Mereka lebih sering melakukan misi luar yang sulit.
"Tidak mungkin bahkan Terios?" Gumam Shelbi tercengang ditempatnya.
Melihat lelaki gagah yang seangkatan dengannya itu berada di markas. Setelah mereka semua lulus jonny, Terios telah mengemban banyak misi berbahaya.
"Kau benar-benar dijaga ketat Will" bisik Shelbi yang mulai menjabaran siapa saja yang kemungkinan menjaganya.
"Mengerikan" ujar Shelbi, mereka telah selesai makan siang dan akan kembali ke tempat latihan. Siang ini Willow akan berlatih tubuhnya.
Memulihkan diri dari sekapan Luford. Ia tak ingin melepas misi Luford. Dan akan memantau Lime.
Di tempat latihan, suasana ramai. Disana semua nama yang Shelbi sebut menjaganya pun ada.
Orang-orang itu sudah lebih dulu berada disana. Mengapa Troto menurunkan banyak orang yang berkompeten untuk menjaganya.
Jawaban ala Shelbi ya karena Troto tak ingin kecolongan lagi. Dan mengatakan bahwa Troto sangat romantis. Berbeda dengan pendapat Shelbi,
Menurut Lime, karena Luford berbahaya. Bukan Lufordnya tapi organisasi di balik tindakan Luford. Dan Willow lebih percaya ucapan Lime.
Sparing. Willow mendapatkan Terios menjadi lawannya. Arena begitu ramai. Orang yang sedang latihan pun menghentikan latihannya.
Mereka lebih memilih menonton pertarungan Willow dan Terios. Mereka pikir Willow sungguh apes harus berhadapan dengan Terios.
__ADS_1
Ia petarung darah dingin tidak melihat lawannya, semua yang menghalanginya ia anggap musuh. Dan menghancurkannya.
Terios selalu melakukan misi berbahaya. Ia adalah senjata hidup milik Giant Pipe. Tanpa ragu akan membunuh musuhnya dengan sekali serang.
Terios dengan cepat menghantam leher Willow. Wanita itu tersentak mundur membungkuk. Memegangi lehernya yang nyeri. Willow menatap Terios yang lompat-lompat bersiap menyerang.
Willow menatap penuh waspada. Ia tak bisa meremehkan Terios. Ia berbeda dan sorot matanya susah ditebak.
Willow menyerangnya dengan tangkas Terios menepis serangan Willow. Terlihat sangat mudah. Bahkan Terios hanya sedikit bergerak.
Degupan jantung Willow meliar, ia merasa tertantang. Senyum terukir pada bibir Willow. Kembali ia menyerang Terios. Ia tahu Terios telah mempelajari cara ia melawan musuh. Entah dari mana.
Terios melihat senyuman Willow, ia memiringkan wajahnya. Dari semua pertarungan Willow yang ia tonton. Willow tidak kan memperlihatkan ekspresinya.
Terios merasa Willow sepertinya. Datar dengan berani maju siapapun yang menghadang.
Tapi ini, Terios tak bisa memprediksi serangan Willow. Tangan cepat Willow melingkari lehernya dengan lengannya.
Ia memberontak, Willow dengan cerdik menghindar dengan memutar tubuhnya. Tanpa melepas jeratan lengannya pada leher Terios.
Lelaki itu dibuat fokus pada serangan tangan dan juga kaki Willow. Ia lupa Willow masih mencengkram lehernya dengan lengan.
Nafas Terios memburu. Ia baru menyadari jika sedari tadi hanya Willow permainkan. Ia akan menarik lengan Willow namun wanita itu lebih cepat.
KRAK!
"ARGH!" pekik Terios. Penonton menyoraki ramai. Mereka menjadi dua kubu, kubu Willow dan kubu Terios.
Terios dibuat murka, lelaki itu mengeluarkan sabit. Senyuman mengejek terbit di bibir Willow. Melihat itu kemurkaan Terios semakin menjadi.
Troto akan melihat latihan Willow, dan mendapati ruangan pertarungan yang ramai juga banyak orang didalamnya. Dahinya mengernyit.
Troyo menyeruak, disana telah ada Zale juga Raskal yang bersorak untuk Willow. Mata Troto menatap petarung didepannya. Wanitanya dengan Terios.
"Kau luar biasa Will" teriak Raskal.
"Kau datang?" Zale melurik Troto yang masih memandangi Willow.
"Kekasihmu itu mengerikan," Zale kembali melarikan tatapannya pada pertarungan Willow.
"Ingatkan aku untuk tak memiliki masalah dengannya" ucap Raskal dengan wajah berbinar. Troto tak menunjukan emosi pada wajahnya yang datar dan dingin.
Lelaki itu menyabet asal hingga ujung sabitnya mengenai pipi Willow. Darah segar menetes. Willow menyeringai miring.
Wajah Troto dibuat murka. Terios menyakiti wanitanya. Namun ini pertarungan Willow ia bisa melihat binaran mata Willow yang sangat menikmati pertarungannya. Tentu Troto tak ingin ikut campur.
Pembalasan dimulai. Willow meraih lengan lelaki itu dan memutarnya ganas.
Lengannya patah. Dan tanpa cela Willow melukai kedua kaki Terios. Mematahkan tulang keringnya. Lalu kembali Willow menangkap tinjuannya dan mematahkan pergelangan tangan satunya.
"HARK!"
Penonton terpekur pada tempatnya hening melihat bagaimana Willow membalas sobekan pipinya.
Dan terakhir Willow mengangkat kakinya dan menendang dengan Terios yang membungkuk dengan kaki belakangnya.
Lelaki itu tersungkur mengenaskan. Sorak sorai kubu Willow terdengar keras. Raskal dan Zale pun ikut bersorak. Juga Resta dan tim center.
Olugi mendatangi Willow ia melompat-lompat dengan memegangi tangan Willow ke atas. Willow menatap sekelilingnya yang ia kenal bersorak gembira.
Ia pun mendapati Troto berdiri dengan melipat tangan didada. O … oh wajah datar dan dingin, apa ia akan terkena hukuman?
Tbc.
__ADS_1