
Langkah cepat dengan tubuh yang berpeluh, Bharat sedang melatih dirinya, ia menggunakan pedang kayu buatan Ricky.
Membuat kekuatannya memusat ditangan dan kaki. Agak ia terbiasa dengan pedang, sebenarnya tanpa ia berlatih, Bharat akan dengan sendirinya menguasai pedang itu.
Namun bukan hanya itu, ia baru saja mendapat kiriman ramuan dari Agrabella. Banyak ramuan dan juga buku petunjuk.
Ia merasa ada yang mendekat padanya, ia melirik, "Hai Cam, Jo," sapanya.
Bharat menyudahi latihannya dengan pedang, ia akan beristirahat lalu berlatih dengan ramuan Agrabella.
"Apa kabar Ratu?" Jahil Jo, mereka sudah mendapat akses dari Simon dan disetujui oleh alpha mereka.
"Baik, silahkan duduk, nikmati jamuan ini" Bharat menyambut candaan Jo.
Kembali Bharat mengusap peluhnya dengan handuk. "Aku membawa senjata baru, buatan Clara Era" Camy mengeluarkan benda sebesar telapak tangan.
"Apa ini?" Bharat mengamati benda yang ia ambil dari tangan Camy.
"Simpanlah, kau pasti membutuhkannya, senjata laser" Jo mengambil pir daru keranjang buah di samping Bharat.
"Hah! Segarnya!" Jo menghirup banyak-banyak oksigen bersih.
"Terlalu lama bergumul dengan 'Monika bersaudara' ternyata membuatku membutuhkan udara segar"
"Bukankah kau juga senang?"
"Sangat, kau melihat hektaran hijau berguguran" katanya asal.
__ADS_1
"Bagaimana? Perkembangan Marzon"
"Juan masih memantau dan masih tak ada kabar, Juan ingin sekali menyerang Nokturnal, namun Daniel dan Clara selaku menghalangi, walau aku tahu dia diam-diam memantau pergerakan Maria" ucap Camy panjang lebar.
"Sebenarnya, saat aku berada di tempat aku diuji, aku mencium keberadaan Marzon disana, samar"
"Dimana? Apa ia dibawa ketempat itu oleh Nokturnal?"
"Aku rasa tidak mungkin, tempat itu seperti desa Arctos dan bukit Rfizt. Mereka memiliki perlindungan dari luar dan tak sembarang orang bisa masuk kedalam sana."
"Memang dimana? Kau membuatku penasaran"
"Tempat tinggal para bangsa peri, Cahaya ilusi" Bharat menceritakan kisahnya, juga dengan keberadaan Wina disini.
"Wina?"
"Iya dia ternyata memiliki keturunan ras serigala, maka dia bisa masuk kedalam desa ini,"
"Jika itu terjadi, kami siap membantu, kau tinggal hubungi kami"
"Jadi Wina sering kemari, jangan sampai ia melihat kami ataupun Jenny disini"
Benar juga, Bharat tak pernah berfikir dendan Wina pada DarkHole untuk kematian kekasihnya, Theo, yang tewas karena Jenny.
Mereka tak ada yang mengira jika pembicaraannya didengar oleh orang yang menjadi topik mereka.
Wina mendengarkan dengan tangan yang lagi-lagi terkepal. Mencuri dengar tentang sesuatu yang selalu membuat akal sehatnya hilang.
__ADS_1
Ia meninggalkan tempatnya bersembunyi dengan netra yang nyalang marah. Buku tangannya memutih, "Kalian ... " desisnya.
Denagn cepat ia belari dan merubah dirinya, serigala putih itu berlari kencang, ia memnag turunan Amarin dengan Marky. Namun bukan Amarin yang mengandungnya.
Marky menggunakan wanita lain, yaitu wanita yang selama kecil merawat Wina. Marky membeli rahim wanita itu.
Makanya Wina hanya memiliki bulu yang sama putih dengan Amarin dan Bharat. Namun untuk masalah kekuatan, ia hanya salah satu mutan buatan Marky dengan menggunakan Sper manya sendiri.
Dan sekarang pria tua itu juga menggunakan Wina untuk bahan penelitian. Wina tidak bodoh, ia mencari tahu semuanya, dan tanpa alasan mengapa ia ingin ditempatkan digedung kosong yang ia pakai untuk penelitian dirinya itu.
Disanalah informasi tentang dirinya banyak ia temukan. Sekarang kemarahan menyelimutinya, ia harus kuat! Berdiri dengan kakinya, Wina terus saja berlari membelah hutan.
Memberi kemarahannya makanan walau belum saatnya baginya untuk membalas orang-orang yang tak menyukainya.
"Belum saatnya Wina!" Ia memperingati dirinya. "Belum saatnya" senyum miring serigala mengerikan saat melihat mangsanya, kijang dengan tanduk panjang sedang meminum air disungai.
Perlahan tapi pasti Wina, melihat targetnya.
BRUGH!
Terlihat sekumpulan burung meninggalkan pohon yang bergetar, mereka tahu ada sesuatu yang berbahaya dibawah sana.
Simon bahkan menurunkan kaca matanya dan melihat kearah luar jendela. Ia bisa merasakan adanya sesuatu yang terjadi diluar sana.
Jordan dan Ricky yang sedang bergelut pun. Berhenti, Melihat aneh pada kumpulan burung yang berterbangan diatas sana.
Mereka bisa merasakan, Bharat tersentak, ia melirik kecil ke tempat persembunyian Wina tadi.
__ADS_1
Mereka terlihat waspada.
Tbc.