DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 47


__ADS_3

Willow berada di wilayah Klan ular derik. Desa Ceras Viper. Ia sedang dalam misi. Bandit pengganggu di Guapo melarikan diri ke desa ini.


Ia bersama timnya menyamar dan berpencar.


"Kalian telah melihatnya? Tetap berhati-hati!" 


"Aku melihatnya tapi … aku, mengapa dia te lanjang?"


"Otaknya memang sudah rusak."


"Kalian tak tahu, keistimewaan desa ini? Kau bisa menghilangkan tubuhmu, dengan pasir dari desa ini dan bahan pencampurnya ini yang masih misteri"


"Benarkah?"


"Apa seperti ini?" Willow menekan mode Hide pada jam tangan buatan DarkHole yang sangat canggih.


"Seperti ini?"


Semua perhatian anggota timnya menatap ke arahnya. Dan dibuat takjub.


"Wow Will luar biasa?"


"Kau menggunakan apa?"


"Kau dapat dari mana?"


"Luar biasa Will! kau dapat dari mana?"


"Guapo belum memilikinya"


"Zale juga memilikinya, ia sepertinya memiliki alat sepertiku, alat ini dijual didunia manusia" Willow menjelaskan.


"Aku ingin mencobanya!" Pekik Shelbi. Raskal kembali dan Spring kembali di jaga oleh lelaki itu.


"Target bergerak."


"Siaall!! Dia mengetahui kita mengintainya."

__ADS_1


"Aku akan mengejarnya."


Zack berlari mengejar.


"Kalian tak bisa menangkapku!" Suara serak dengan kekehan berlari dengan riang.


Willow berlari berlawanan dari si targer. Klan belut yang licin. Ia mengejar dengan menaiki motonya. 


"Bede bah! Dia menghilang."


"Hati-hati, dan serahkan semuannya padaku."


Clek!


Willow mengokang sang balerina. Ia mengaktifkan gogglesnya mencari suhu tubuh.


"Nah! Aku tak sabar membuatmu menjadi belut bakar!"


Willow memacu motonya. Ia mengejar si belut yang memang licin dan gesit. Namun masih jauh dibanding Willow.


Ia menembakkan balerinanya, hujan peluru mengejar si target.


"Mengapa kau menggunakan cara lama para manusia untuk kabur."


"Otak kau tolong juga pakai? Terkenal licin dan gesit tapi otaknya tumpul, Yah!"


Provokasi Willow berhasil ia berhasil, targetnya muncul. Ia melemparkan bom pada Willow. Ledakan terjadi. Lime berada di belakang Willow.


Kembali si belut, Darren menghilang. Willow menemukan Darren berkamuflase. Layaknya anak babi hutan yang merasakan adanya bahaya pada sekitarnya.


Mereka akan berkamuflase menyamarkan diri.


"Lime bakar!"


Lime menyiapkan alat mirip bazooka. Senjata itu menyeburkan api.


"Aaaaaargh panas!" Ada satu benda yang melompat-lompat. Dengan api membakar ujung ekornya.

__ADS_1


Darren berlari masuk kedalam bangunan kosong ditengah hutan. Willow tetap mengejarnya, timnya selalu mencari keberadaan Willow. Untuk mengikutinya.


"JEBAKAN!" 


"Jangan mendekat!" Seruan Willow.


Tawa Darren menggelak.


"Giant Pipe bodoh!" Ejeknya.


"SEKARANG!"


Zack, Lime, Shelbi, juga Lazarus telah mengepung dengan banzooka. Gedung itu meledak. Dan hancur seketika.


Dan entah keberuntungan apa, Darren merangkak keluar reruntuhan bangunan. Willow mendekati lelaki itu.


"Tangkao dan jebloskan kepenjara!"


"Kau manusia! Lemah dan tak berguna, aku memang tak bisa mengalahkanmu tapi tuanku pasti bisa."


"Berhati-hatilah manis, pesan guankj padamu"


Krak!


Tak lama darah keluar dar mulut Darren. Lelaki itu membunuh dirinya sendiri. Benar-benar loyalitas tinggi dan bodoh.


"Kalian tidak memikirkan keluarga kalian dengan seloyal ini pada bosmu dan melupakan anak istrimu dirumah!"


"Miris sekali, Luford mau apa lagi dia padaku!"


Teringat saat ia bertemu dengan Raflesia. Wanita itu memperingatkan dirinya tentang Luford.


"Kau berhati-hatilah Will, ia mengincarmu, pertunanganku batal, dan aku akan kembali pada klan ku, membatalkan ya ternyata begitu mengguras tenaga dna membuat diriku sekarat."


Sekarat? Ia tak melihat wanita itu sekarat? Ia terlihat segar bugar dan sehat.


"Aku harap rencana Raskal dan Troto berjalan rapi dan tak terendus."

__ADS_1


Ucapan Raflesia membuat banyak tanya. Dan Willow tak suka dengan rasa penasaran itu.


__ADS_2