DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Bergabung


__ADS_3

"Kami ingin kau kembali" Camy menyesap bir dinginnya.


"Kami ingin kau menjadi mata-mata kami." Camy mempertegas dari maksudnya.


"Aku tahu kau sangat mengagumi Marky, aku ingin kau tetap seperti itu dan membuatnya percaya,"


"Kau mempunyai tim bernama Bill kan?" Ethan mengangguk mengiyakan.


"Ia juga salah satu dari kami" Camy bukan membongkar, tapi juga ingin menyelidiki siapa yang selalu memberinya informasi mengenai Marky.


"Aku ingin kau mengawasi dia juga" Camy menatap lurus pada hutan gelap didepannya. Ia membalikkan tubuhnya. Menatap lurus pada sekumpulan orang yang sedang bercanda di dalam sana. Ia ingin sekali melindunginya.


Ethan menatap apa yang Camy tatap. Kehangatan didalam sana yang baru ia rasakan tadi saat makan malam.


"Begitu rasanya memiliki keluarga" guman yang Camy dengar, "Ya begitu rasanya memiliki keluarga" Ethan sedikit terjengit, ternyata ia tidak sengaja mengucapkan kata dalam hatinya.


Senyuman hangat terlihat mengembangb di bibir Camy, "Jadi … bisa kau menjadi bagian dari kami?" Camy menatap lurus mata Ethan. Lama. Yang ditatap menjadi salah tingkah.


"Hey kalian diluar dingin! Masuklah" Jo membuka pintu dan menyuruh mereka berdua untuk masuk.


"Ya, ayo masuk Ethan" Camy tak mengalihkan tatapannya dari Ethan untuk beberapa saat. Tersenyum dan masuk kedalam rumah Roxane.


Dan sesaat Camy masuk, semburat kemerahan menjalar dari pipi Ethan ke kuping lelaki itu, cepat. Udara dingin semoga membuat wajah panasnya mendingin.


Ethan berjalan mondar-mandir, menghilangkan salah tingkahnya. Ia melompat, push up, berlari ditempat. Sebelum masuk.


Ethan duduk di tempatnya saat makan malam, sebelah Jo. "Hei kau tidak apa-apa?" Bisik Jo.


"Wajahmu semerah tomat, apa kau demam?" Mendengar bisikan Jo membuat Ethan menatap lurus pada Joana.


Jo mengulurkan tangannya ke dahi Ethan. "Panas, kau demam" ucapan Joana memekik. Dan membuat orang yang ada disekitar mereka memperhatikan mereka.


"Tak apa, aku akan beeistirahat dan besok akan kembali sehat." Ucap Ethan terburu.


Ia akan beranjak. "Tidak bisa begitu, sini aku periksa" ucap Raven, ia ahli pengobatan di antara klannya. Juga belajar banyak pada peri di Cahaya ilusi.


Ethan akan menolak tapi Joana mendorong Ethan menuju Raven. "Ak, aku tak apa" ia malu, jika nanti ketahuan ia tidak demam hanya salah tingkah.


"Ikut denganku" Raven berjalan lebih dulu, Ethan berjalan kikuk, ia mengusap belakang rambutnya dan melihat sekilas ke arah orang-orang yang berada di meja makan, sebelum ia mengikuti Raven.


Ia masuk ke sebuah kamar. "Duduklah di mana saja kau nyaman" Ethan memilih sofa panjang. 


"Hmm ini bukan demam" ucap Ethan, yang membuat Raven melirik ke arahnya,


"aku hanya gugup dan salah tingkah" lanjutnya lagi. Raven memberikan sebuah vitamin pada Ethan, ia tahu dan bwrusaha menyelamatkan pemuda itu dari kumpulan geng yang suka ingin tahu.


"Tahu, kembalilah ke kamar dan istirahatlah."

__ADS_1


Ethan beranjak, "Thanks" ia mengacungkan vitamin sambil mengangguk,


"Camy, Jika kau tak mau, kau bisa menolaknya, kami tidak memaksamu, tapi satu hal, kau harus merahasiakan tempat ini." Raven kembali membereskan peralatan medisnya.


Ethan kembali ke kamar, ia memikirkan tawaran Camy, dan tentu mereka yang berada di ruang makan tahu.


Mendorong pintu kamarnya, ia dikejutkan oleh Jo dengan selimut cadangan. "Aku letakkan di lemari ini, udara akhir-akhir ini semakin dingin."


"Juga kau tak perlu terlalu memikirkan ucapan Camy. Tolak jika kau tak mau, kami mengerti, ia hanya ingin menjaga apa yang damai, menjauhkan dari para 'penjahat'" Jo menepuk bahu Ethan. Ia membuat tanda kutip saat mengatakan penjahat.


"Istirahatlah, aku keluar dulu" Jo keluar kamarnya. Ethan semakin memikirkan perkataan Camy.


*


*


*


Ethan melenggang penuh percaya diri, ia masuk dalam ruangan Marky. Tidak ada yang menjaga.


"Apa yang membuat kau kembali setelah kabur dengan alatku!" Nada tenang yang mematikan, Ethan sudah belajar menghadapi Marky, tapi tetap saja, rasa takutnya masih menempel pada dirinya.


"Saya ingin menyerahkan ini, saya sudah memperbaikinya. Saya tidak kabur, saya perlu waktu sendiri, setelah menguras otak. Maaf tuan saya yang absen"


Ethan menunduk hormat.


"Aku ingin mencobanya"


"Baik Tuan," Ethan mempersiapkan segalanya. Dan Marky menatap layar besar di depannya. Ia mengambil mouse yang Ethan pegang.


Melihat dengan teliti, ia menatap Ethan sekilas dan menatap lagi ke layar. Ethan berhasil mengembalikan apa yang saat itu ia lihat di tempat Zale.


Tentang radar yang menangkap tempat yang tersembunyi. Ia melihat adanya pulau berwarna merah pada radar sebelah kirinya, radar sebelah kanan adalah radar biasa, tidak terdeteksi pulau merah itu.


"Kau luar biasa," Marky menepuk tangannya. Terlihat ia senang dengan pekerjaan Ethan. "Kembalilah bekerja, aku akan mengirim bonus untukmu"


"Baik Tuan" Ethan mundur. Ia keluar dari ruangan Marky. Dipintu keluar ia berpapasan dengan Bill, Patrik juga seorang lelaki yang belum Ethan lihat.


"Ethan? Kemana saja kau, hei anak nakal!" Bill mendekat lalu memukul kepala Ethan. Ethan hanya menyengir. 


"Patrik," Ethan menyapa,


"Kau akan kena sanksi, membolos dan mangkir Ethan" Patrik memberitahu hukuman yang akan Ethan terima.


"Baik, Patrik" Ethan tidak bisa terlalu dekat dengan Bill, Camy dan Jo memberi peringatan bahwa Bill sedang diawasi, jadi Ethan sewajarnya saja jika bersikap, juga Ethan harus tetap merahasiakan Arctos dari Bill dan yang lain.


"Kami masuk dulu" Patrik dan yang lainnya meninggalkan Ethan.

__ADS_1


"Oh mereka telah mendapatkan penggantiku, tapi semua yang aku berikan pada Marky, mungkin aku akan dikeluarkan dari proyek ini, Tak apa" Ethan kembali ke kamarnya.


"Tuan saya melihat Ethan diluar," Patrik menghampiri meja Marky yang masih bermain-main dengan radar barunya.


"Ia sudah memperbaikinya, tanpa melibatkan bagian Bill. Aku telah mencobanya, dan luar biasa."


"Siapa yang kau bawa?" Marky melirik seseorang baru yang Patrik bawa. Bill juga penasaran, Patrik memanggilnya tadi dan lelaki itu sudah ada bersama Patrik.


"Ini Lalkua, ia salah satu peneliti ilegal tuan,"


"Saya Lalkua, saya bangsa duyung"


"Aku tak memikirkannya lagi, Ethan telah membereskan nya, beri dia bonus yang aku janjikan" Marky tidak lagi peduli. Ia sibuk dengan radar baru.


Lalkua melirik tajam Patrik.


"Saya bisa membawa anda masuk ke dunia bawah Tuan" Bill menatap tajam lelaki itu. Ia mengeratkan kepalan tangannya.


"Siall" makinya dalam hati, ia bersusah payah membuat Ethan tidak bisa memperbaiki radarnya. Tapi sia-sia dna ini lagi satu cecunguk yang bisa membuat dunia bawah hancur! Batin Bill


"Dunia bawah?" Marky menjauhkan mousenya. Ia fokus pada Lalkua.


"Bisa kau jelaskan dunia apa itu?" Marky menunggu penjelasan Lalkua.


"Dunia tempat kami yang Nokturnal sebut Mutan, namun kami keturunan asli, ada dan nyata bukan hasil rekayasa genetika." Marky semakin tertarik.


"Bill kau bisa keluar"


"Silahkan" Patrik mempersilahkan Bill untuk keluar.


"Permisi"


Diluar Bill terus memaki dalam hati, ini diluar prediksinya, ia harus memberi tahu Camy. Tapi ia tak bodoh, selama ini, ia selalu diawasi.


Jika mereka mempunyai 1000 cara untuk mengawasinya, Bill memiliki sejuta cara untuk tak terlihat.


*


*


*


"Awasi Ethan" perintah dari sebrang, 


"Baik Tuan"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2