DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Dipulangkan


__ADS_3

"Maaf Tuan, saya diminta untuk memulangkan anda dan juga Nona Willow" Alamira mengetuk ruangannya dan mengajaknya berbicara di taman yang berada di High majesty.


"Ada apa?" Tentu ia kecewa karena ia memiliki tujuan yang belum tercapai. Menemui kakaknya.


"Tetua mengatakan, untuk keamanan anda. Penobatan Raja bawah dan Ratu Pelindung membuat Deep Inside menyebarkan sihir kuat untuk menghalau adanya pengunjung ilegal."


"Jadi lebih baik anda keluar dulu dari dunia bawah. Dan setelah ini selesai kalian bisa masuk kembali dengan bebas."


"Tenang saja Tuan, Anda akan di beri akses oleh Tetua kami" lanjut penjelasan Alamira.


Mau tak mau Braxton akan mengikutinya. Walau ia tak bisa menyapa sang kakak, dan tak bisa mengacaukan sedikit, tapi dengan akses bebas, ia bisa menunggu sedikit lebih lama juga tak masalah.


Ia telah meminta Willow merekam pemetaan dengan alat pemindai yang Willow miliki.


"Oke baiklah, kapan kita kembali?"


"Sore ini" Braxton mengangguk. Ia berdiri menutup tudungnya dan kembali kekamar menyiapkan diri.


Ia mendatangi kamar Willow dan memberi tahu bawahannya tentang kepulangan mereka ke Nokturnal.


*


*


*

__ADS_1


Sorenya, Mereka bertiga dan Salom yang mengantar mereka ke sebuah bukit. Disana ada batu berukuran sedang dengan ladang bunga camomile membentang.


"Karena kalian telah menjadi bagian dari kami, dan memiliki akses bebas kita bisa menggunakan jalur lebih cepat." Penjelasan Alamira.


Dan ternyata Salim ikut dengan mereka ke Nokturnal. Alamira meminta bantuan Salim. Alamira menggambar pentagram diatas lempengan batu kecil.


Lalu meletakkan lempengan batu itu pada lubang.


Krack!


Dan portal dimensi terbuka. Salim melangkah mendahului. Dan masuk kedalam pintu portalnya. Kemudian di susul oleh Willow dan Braxton dan yang terakhir Alamira.


Mereka berada di bangunan gelap. Lalu saat Salim menjentikan jarinya obor yang berada di dinding bangunan itu menyala.


Dan terlihat tangga melingkar di hadapan mereka. Salim telah membuat armournya tak terlihat. Ya sekarang ada dihadapan mereka, Salim, sama seperti mutan yang berada di Nokturnal.


Salim lebih dulu menaiki tangga. Obor-oboe yang berada di dinding juga ikut menyala satu demi satu.


"Kita ada dimana?" Willow penasaran, ia merasa mengenal bangunan ini tapi ia tak ingat.


"Ini bangunan tua milik Ras Levian dari klan Trudy. Bangunan ini yang akan menghubungkan kita di nokturnal dengan dunia bawah."


"Sayangnya musuh klan Trudy berhasil mengacak tempat ini dan menewaskan ketua mereka."


"Wow aku baru dengar tentang hal itu" Willow menimpali. Mereka masih menaiki tangga dan aula luas dengan pintu besar dan kokoh menyambut mereka.

__ADS_1


Pintu itu terbuka. Ia melihat seorang wanita yang masuk kedalam. Alamira mengenal sosok itu.


"Raflesia apa kabar?" Sosok dengan cadar kelambu berwarna merah. Alamira tahu gaya yang Raflesia ginakan saat di atas panggung.


"Kau kemari tanpa mengganti pakaianmu?" Lirik Willow pada wanita yang ia juga mengenalnya. Siapa yang tak mengenal sang bintang panggung, Flesi.


Raflesia hanya menatap Willow dari atas hingga bawah. Ia kembali melangkah tanpa mengatakan apapun. Namun ia menghentikan langkahnya, dan berbalik pada Alamira.


"Kau tak kembali? Akan ada penobatan Raja dan Ratu kan?" Wanita itu menaikkan alisnya. Ia heran Alamir yang ia tahu tak akan melewatkan hal besar ini.


"Nanti aku dan Salim akan kembali"


"Ah ... aku kira kau akan melewatkan batu kristal" Raflesia melangkah dengan senyum mengejek.


Alamira membiarkan saja, kasihan pada wanita yang ditinggalkan sang kekasih karena tewas di bunuh musuh.


Ia mendengar Raflesia sedang menuntut balas untuk kekasihnya, sudahlah setelah ini ia akan kembali. Menyelesaikan kepulangan Braxton dan Willow.


"Batu kristal?" Tanya Braxton yang tak ditanggapi oleh Alamira juga Salim. Mereka tak ingin manusia yang mereka bawa menjadi pengacau dan akan mengancam keselamatan High Majesty.


Mereka tahu seberapa serakah dan licik Braxton.


Keputusan mengembalikan Braxton dan Willow. Juga mereka akan menyegel ingatan kedua orang itu mengenai kedatangan mereka ke Phoenix Way. Itu sebabnya Alamira membawa Salim dengannya.


Tetua mereka merasa tak bagus bagi High Majesty jika Braxton dan Willow berada di Phoenix Way, Alamira berbohong tentang akses mereka yang bebas keluar masuk Pheonix Way.

__ADS_1


Itu untuk mengelabuhi agar Braxton mau kembali ke Nokturnal tanpa adanya penolakan. Ataupun  penyerangan.


Tbc.


__ADS_2