
Mereka meninggalkan ruang penjara itu. Potka melihat semua dalam diam. Ia melangkah kearah ruangan Lamorna yang tak terkunci. Ia melihat sekeliling. Kakinya akan keluar namun ia merasa menginjak sesuatu.
Botol kaca berwarna coklat ukuran mini. Tak berlabel, tapi bisa ia teliti, nanti, Ia memasukannya dalam kantong. Ia mendengar langkah kaki di genangan air.
Potka melangkah perlahan ke dekat pintu masuk. Ia berdiri tanpa membuat suara. Pasukan penyuntik tadi kembali.
Potka hanya memperhatikan saja. Ia mencari sesuatu dengan kaki menendang air genangan. Apa ia mencari botol tadi? Pikir Potka.
"Siaal! Bisa mati aku!" pasukan itu terus mencari hingga beberapa menit tak juga menemukannya apa yanh ia cari.
Sampai ia didepan Potka yang ikut menahan nafasnya. Ia menggeser tubuh namun tidak dengan kakinya. Ia tak ingin ketahuan dengan kecipakan kakinya di air.
"Frank! Ayo kembali!" Suara yang terdengar di ujung ruangan menuju tangga. Potka mengintip, ternyata si bongsor paus itu masih menunggu di dekat tangga.
Potka berbalik dari melonggok, "Ups!" Hampir saja kepalanya membentur tubuh pasukan penyuntik itu.
Suara berkecipak langkah menyarukan gumanan terkejut Potka, namun masih bisa pasukan itu dengar, ia berhenti melangkah, lalu menengok kearah Potka berdiri. Tegang dan gugup menjadi satu potka rasakan.
Pasukan itu memiringkan kepalanya heran, tapi ia mengangkat bahunya dan melanjutkan langkahnya, menyusul si bongsor.
Disitu Potka merasa lega. Ia menelan ludahnya susah payah. Ia memegang botol kecil yang berada disakunya, ia akan meneliti cairan apa yang ada didalam botol ini. Tak mungkin hanya obat bius biasa. Pikirnya.
Tanpa sadar Potka melangkah keluar dari persembunyiannya,
"Senang mengintip!" Sapaan yang membuat langkah Potka terhenti. Ia menatap sosok dalam gelap.
Yang dengan langkahnya mendekat ke Potka disana ada Ethan yang tadi mengikuti Potka.
"Kau juga suka menguntit rupanya?" Potka tahu Ethan berada dibelakangnya, Ia mengira Ethan memiliki urusannya sendiri saat keluar ruangan. Ternyata Ethan mengikuti dirinya hingga disini.
"Sepertinya kau tahu alasan Lamorna berada ditempat ini?" Tanya Potka. Lebih tepatnya pernyataan.
__ADS_1
"Well, kau lihat sendiri bukan, menelisur dari kejadian dulu, kau harusnya bisa merakum sendiri, bukan? Mengapa mereka berakhir disini" jawab Ethan enteng.
"Aku tak ingin berasumsi, berjudi, benar salahnya tipis" Potka melangkah ke arah tangga.
"Apa tempat ini manyambung dengan gedung tersembunyi milik ras Lavian?" Banyak pertanyaan dibenak Potka.
"Yah kau benar ini gedung tersembunyi milik ras Levian, berada dalam Wildlife, mereka objek penelitian milik Bos besar, apalagi memangnya," Ethan mulai melunak. Benar ia menguntit Potka.
Ethan pernah kemari, namun banyak seniornya memperingatinya, jangan pernah masuk kedalam gedung ini, karena tempat ini digunakan untuk observasi tertutup. Dimana observasi tertutup khusus untuk penelitian berbahaya.
Maka tidak sembarangan yang bisa masuk dan keluar pun akan sangat susah, bangunan ini berbentuk labirin yang akan menjebak siapa saja yang masuk tanpa izin.
Bangunan ini juga yang menyekap Loreen dan Alex harus menyelamatkannya. Mereka masih menjadi incaran para klan Trudy. Karena berani melenyapkan ketua dan mengacak tempat mereka.
"Mau kemana kau?" Ethan bersendekap dada, melihat percikan air dari langkah kaki Potka.
"Kembali ke lab" Potka masih terus melangkah ketangga waktu awal Potka masuk, Hingga semburan api dari dinding menghentikan langkahnya.
"Lalu kita harus kemana? Harusnya kau beri tahu, sebelum aku mati terbakar!" Gerutu Potka.
"Aku ingin kau coba dulu," Ethan melenggang kearah tangga bawah. Tangga bergulir sama seperti tangga atas. Namun ini sangat jauh dan kadang banyak cabangnya.
Potka hanya mengikuti Ethan. Walau rasa penasaran selalu hinggap setiap ia melihat lorong.
"Apa benar jalan ini?" Pertanyaan berulang dari Potka setiap melihat lorong bercabang.
"Yah ... terserah padamu, ikuti aku, atau kau lenyap dengan jalan pilihanmu" jawaban yang juga berulang kali Ethan lontarkan.
"Gunakan mode hilang! Sekarang! Heat off! Aku akan menyambung koneksi titik padamu, jadi kita masih bisa melihat satu sama lain" Pinta Ethan yang Potka turuti. Tubuh mereka menghilang.
Koneksi titik adalah cara mereka dapat melihat satu dengan yang lain saat menggunakan mode hilang, dan koneksi titik bekerja dengan saling mengundang.
__ADS_1
Mereka sampai diakhir tangga dengan portal cermin didepan Ethan. Ia memberi aba-aba pada Potka. Ethan menganggukkan kepala. Dan dibalas oleh Potka yang telah siap.
Ethan menjulurkan tangannya dan ia tersedot kedalam cermin begitu juga Potka. Dan mereka berada dikerumunan klan Guapo dan Trudy.
"Pasar?" Mereka berada di pulau klan Guapo yang susah dimasuki oleh orang asing. Namun Ethan sangat tahu lokasi mereka berada. Ia dengan percaya diri memimpin langkah Potka.
Ia masuk kesebuah rumah kayu dengan atap daun nyiur kering. Ethan mengendap memasuki rumah itu. Potka bisa melihat kaca lebih besar berada didepannya.
"Ikuti langkahku!" Perintahnya.
Potka mengikuti dan mereka sampai di depan gedung lab mereka. Ethan mematikan segala koneksi dan kembali terlihat.
Ia segera berlari kearah sungai. Dan menyeburkan dirinya. Ia berenang dengan pakaian lengkapnya.
Potka melihatnya aneh.
"Mengapa kau diam, cepat masuk kemari. Ini cara cepat menghilangkan koneksi, agar kita tak ditemukan. Mereka akan tahu, karena kita melewati portal cermin." Ethan sibuk berendam dan akhirnya keluar.
Brzzztztztz ...
Brzzztztz ...
"Kau lihat itu? Kita ketahuan" Potka melihat ada kilatan emas bersuara seperti lebah, berbentuk oval dan besar. mau tak mau Potka menyeburkan diri.
Potka muncul kepermukaan, ia mengusap kepalanya, menyingkirkan rambut basahnya yang menutupi mata. Ia melihat kearah kilatan oval yang mengecil dan seketika kilatan itu hilang.
"Untung kau tak keras kepala, kalau tidak, akan runyam jadinya!" cibiran Ethan memasuki gedung.
Ia melihat Bill yang keheranan dengan kedua rekannya yang basah kuyup. Ia menengok keatas, tak hujan, "langit pagi sangat cerah hari ini" gumamnya.
"Iya kami berenang di sungai, anak baru ingin merasakan kesegaran sungai didepan sana. Cukup menghilangkan kantuk, Pengganti kopi" Ethan terus melangkah kekamarnya. Ia risih dengan baju basahnya.
__ADS_1
Tbc.