DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Selamat Datang Ratu Putih!


__ADS_3

Bharat duduk di sebuah taman sangat luas, yang ternyata adalah kediaman Haiyla Moon Goddess.


Bagunan besar berwarna putih keemasan dengan pilar-pilar tinggi dan kokoh. Dengan taman luas mengelilingi bangunan itu.


Bharat berada disalah satu sisi taman dengan aliran sungai jernih. Hembusan angin memainkan rambutnya yang berubah warna putih keabuan.


Suara aliran sungai membuat Bharat lebih tenang. Kicauan burung, entah mengapa membuat tempat ini sangat nyaman.


Bharat sempat distraksi lokasi. Ia melihat Haiyla dengan banyaknya dayang-dayang yang mengelilinginya sesaat membuka mata.


Pletak!


Sebuah apel dengan ukuran kecil terjatuh di kepalanya. Bharat mendongak. Ia melihat Haiyla berada diatas sana.


Bharat menghela nafasnya, lelah.


Apa yang kau pikir jika mendengar nama Moon Goddess? Pasti tentang kecantikan dan keanggunan, dan kelembutannya bukan? Bharat pun berpikir demikian, namun realita tidak seindah khayalan.


Tidak akan kau temukan yang namanya kelembutan dalam diri Haiyla. Jangan ditanya, inilah tingkah sesungguhnya, wanita yang menyandang predikat dewi bulan. Bar-bar.


"Ayolah naik, disini pemandangannya lebih indah." Haiyla mengosok buah apel merah ke-gaun-nya lalu memakannya.


"Wuoh segarnya, ini apel paling segar disini, cobalah, ini tak sama dengan yang ada diduniamu"


Haiyla melempar sebuah apel dan Bharat dengan cekatan menangkapnya.


Ia pun melakukan hal yang sama dengan Haiyla, mengosok apel itu ke gaunnya dan memakannya.


Ya kesegaran dari air buah apel itu mengalir ditenggorokannya, rasa manis juga dengan banykannya kandungan air dalam apel itu meredahkan hausnya.


Walau berair daging buahnya terasa garing. Rasa manisnya juga berbeda, ada aroma wangi menguar.

__ADS_1


Bharat dengan rakus menghabiskannya. Ia pun menjulurkan tangan pada Haiyla, meminta lagi.


Dan Haiyla memberikan dua apel lagi. "Kau, jangan terlalu banyak, tidak baik untuk tubuh manusiamu, akan membuat kau kecanduan."


"Dan kau menyuruhku untuk memakannya," Bharat menatap sengit Haiyla.


"Itu bukan salahku, kan semua keputusan ada pada dirimu, kau yang memilih mau atau tidak, aku hanya berkata saja," Haiyla sudah berada duduk disamping Bharat.


"Jadi bagaimana keputusan mu?"


Setelah ia siuman, banyak pertanyaan di kepalanya, Haiyla menjelaskan asal usulnya, dan mengapa sekarang ia berada disini.


Ia adalah sang penerus dari klan serigala putih. Klan tertinggi dari ras serigala.


Dan ia menjadi yang tertinggi, mengalahkan ibunya, Amarin, Ia memiliki Alphanya sendiri yang telah ditakdirkan untuk hidupnya.


Namun Bharat masih bisa memilih, walau itu akan membuat keadaan Selenic ---sebutan untuk tempat tinggal para Goddess--- akan tidak seimbang, seperti sebelumnya mereka kehilangan Amarin.


Dan Haiyla memberinya pilihan, apa ia bersedia mengantikan Amarin? Hal inilah yang membuatnya perlu waktu untuk berpikir dan sekarang ia terdampar ditaman ini.


"Kalau kami punya kuasa mengatur, Maka kami tidak akan membiarkan Amarin pergi"


"Ini memang kemauannya, dan ia meminta bantuanku, jika waktunya tiba dan kau datang, Ia ingin kami melindungimu, Aku bertanya sekali lagi padamu, Apa keputusanmu?" ucap Haiyla serius.


"Tidak ada yang kebetulan dalam takdir, khususnya untukmu, semua telah diatur"


Bharat memandang lurus menatap kedua mata indah milik dewi didepannya ini.


"Jika telah diatur? untuk apa kalian memberiku pilihan" ucap Bharat kesal.


Namun, ia mengingat kembali pertemuannya dengan Rowena, Loreen juga Simon.

__ADS_1


Entah mengapa ia merasa semua sudah ada yang mengaturnya. Dan ini jawabannya. Amarin. Ibunya, yang mengatur semuanya.


Senyum mengembang di bibir Bharat. ia sudah menemukan jawabannya.


"Aku bersedia" jawab tegas Bharat.


Seketika sekelilingnya menjadi gelap. Siang pun berganti malam dengan langit yang berbintang. Juga terlihat bulan yang bulat cantik.


Haiyla telah berdiei dengan kotak kayu yang terbuka dengan sinar memancar dari dalamnya.


Tubuh Bharat terasa ringan, ia melayang, sinar dari kotak beegerak kearahnya, mengelilinginya berputar dari kaki  menuju keatas  kepalanya dengan cahaya berpedar kelap kelip.


Matanya terpejam, ia merasakan hembusan angin yang menyejukan jiwanya. Ia merasakan kekuatan besar muncul dalam dirinya.


Bharat merasa ada yang masuk dalam tubuhnya. Sesuatu yang lembut dan hangat, masuk dalam setiap aliran darahnya.


Ia merasa semua ini sangat benar, ia merasa kerinduan, merasa kenyamanan yang telah hilang telah kembali.


Matanya terbuka. Ada kilatan yang berbeda. Warna rambutnya pun kembali menjadi hitam, panjang. Gaunnya putih keemasan menjuntai cantik.


Ia berada di tepi sungai tempat ia berendam. Kepalanya menengok ke tempat dimana Haiyla tersenyum.


"Kau sudah sepenuhnya menjadi Ratu tempat ini, Nanti kita akan bertemu kembali" setelah mengatakan itu, Haiyla pun menghilang, hanya meningalkan asap putih di permukaan sungai yang terlihat dingin.


Bharat pun meninggalkan sungai dan masuk dalam hutan. Belum lama ia berhenti. Dan kelibatan hitam muncul dari samping-sampingnya dan bersimpuh didepannya.


"Selamat datang Ratu Putih!" Pria yang berada paling depan memberinya hormat. Ratu Putih adalah legenda dari Ras serigala. Ratu dengan kekuatan besar yang akan datang melindungi desa mereka.


Bharat mengangguk. Dan kembali berjalan dengan gerakan cepat. Mereka yang tadi bersimpuh pun berdiri memberi jalan pada ratu mereka. Ratu Putih.


Barisan itu adalah. Jason, Emmanuel, Almaz, Raven, juga Simon.

__ADS_1


Mereka berjalan dibelakang Bharat menuju rumah Roxane.


Tbc.


__ADS_2