DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Joana Radha Si Penggila Uang


__ADS_3

Perkenalkan Saya Joana Radha, seorang gila yang mengembangkan eksperimen yang menjadi obsesiku saat ini. Pohon Uang. Aku salah satu anggota DarkHole Laboratory.


Aku berdua dengan Cameroon Aldy, Camy, yang membangun Lab ini, pertemuanku pertama kali dengannya adalah di kampus kami. University of Luckyside, salah satu universitas terbaik di kota kami.


Pertama kali, Mendekatinya seperti mendekati kucing liar. Sangat susah.


Tatapan tak bersahabatnya selalu menyambutku. Kuhelakan nafas, tapi akhirnya kami menjadi bestie. Yeah bestie.


Semua karena kejadian itu. Aku sama seperti yang lain meninggalkan tempat itu. Aku terlunta-lunta di jalanan.


Aku ditampung oleh panti asuhan orang kulit hitam, ya jangan salah, masih hingga sekarang, malah memandangnya dengan lebih kejam. RASIS.


Aku tak menghiraukannya. aku banting tulang untuk membiayaiku juga panti yang telah membesarkanku.


Entah mengapa, Ibu panti, Rozanne, menutupi kemampuanku, Aku ahli dalam meracik obat-obatan. Rozanne memperingati, "Jangan sampai orang tahu kemampuanmu ini, Jo! kau harus menyembunyikannya, kalau bisa kau harus menghilangkannya!"


Jadi aku tak pernah menampilkan kemampuanku  didepan banyak orang. Tetapi keadaan yang semakin menggila ini, memaksaku, mau tak mau,  menjual barang haram itu, aku meraciknya dari obat generik di apotek untuk menjadi obat teler.


Aku menjualnya dan banyak yang berminat, hingga suatu ketika pengajuan beasiswaku akhirnya diterima.


Bimbang menggelayuti, Tentu saja, aku tidak meninggalkan kegiatanku yang menguntungkan itu. pelangganku makin bertambah bagaimana aku bisa berhenti.


Dengan modal lima ratus ribu kamu bisa mendapat lima puluh juta? bagaimana? apa kau akan berhenti? tidak, bukan. Aku meneruskannya, karena aku bisa mendapatkan apa pun. Aku kalap.


Tapi satu kejadian yang membuatku mundur teratur, ternyata pekerjaanku ini terendus oleh beberapa mafia besar, mereka dengan segala cara ingin merebut resep obat teler ku. enak saja.


Dan aku hampir mati karenanya, jika bukan Camy yang menolong, sekarang aku sudah ditanam seperti pohon uang ini.


Ya setelah itu aku menempeli Camy seperti bayangan hahaha. Lupakan! Kembali kemasa kini lagi.


“Aaaahhh.... Monikaku sayaaang, anak mami kuci kuciiiii, Arabella jangan ngabek, sini mamii cium, wangimu sangaaat enak” Aku melemparkan kertas-kertas hijau itu diatasku. memeluknya, menciuminya.


“Selalu si penggila uang itu” Kudengar decakan Wina, aku tak peduli.


Kebiasaan rutinku memang, aku yang senang berguling-guling layaknya orang gila di atas tumpukan lembaran hijau, di taman tengah DarkHole Lab ini, sebelum Gumax, robot pengeruk itu membersihkannya, tempat nafas kehidupan kami. Uang.

__ADS_1


"Jo cepat sarapanmu keburu dingin! Hei, kau mata duitan!" Amber. Ya si Ratu es dengan mulut pedasnya.


"Cepat kau mau dicincang Riby? huh!" Camy datang dari belakangku, sepertinya ia habis olah raga.


"Cam Cam" cengiranku, ku berlari kecil di belakangnya, mengikutinya.


Aku tak habis pikir, ternyata, si gadis pencincang itu masakannya enak, dan kami memilih masakan vegetarian. saat jadwal ia memasak datang.


Yah, takutnya, terdapat daging luar biasa yang tercantum pada menu kami.


"Benar sangat nikmat" kata itu membuat kami bergidik, mendengarnya bercerita betapa sedap dan nikmatnya daging dengan tanda kutip, a.ka daging manusia, yang Riby jabarkan kelezatannya. Bukan membuat kami tertarik. Melainkan ingin melipir pergi.


Tapi saat itu kami hanya saling pandang. Dan memutuskan menu vegetarian untuk Riby masak, Kami tak mau ruang makan menjadi ajang mu ti lasi.


"Jo ini semua yang aku perlukan juga rinciannya" Willy menyerahkan kertas, aku mengangguk, aku suka Willy, ia sangat rapi dan terperinci masalah pengeluarannya, berbeda dengan Elle, sangat berantakan.


"Oke nanti aku transfer" Jawabku. Willy telah selesai dengan sarapannya, kulihat dia kembali ke kamarnya, entah, mungkin menghubungi koleksi lelaki posesifnya.


"Joooo---"


"Tidak! Alex sayang, tidak ada untukmu" Aku memotong ucapan Alex sambil mengaduk caesar salad.


Biarkan mereka berpikir aku pelit, tak apa. aku akan menjaga keuangan DarkHole Lab agar tetap aman dan stabil.


Ya aku segila itu dengan uang. siapa yang tak mau uang. secara tak langsung, uang adalah kebutuhan, seperti bernafas.


"Gak papa kita HIDUP KISMIN yang penting aku bersamamu," huh eeq hutcing! emang ndak butuh uang buat beli makan?! walau sedikit, tetap saja butuh uang.


Realistis sajalah kawan! bukan mau matre, beli makan kan tak bisa pakai cinta?! Ya kan!


Apa pun pakai uang, honey! Maka aku dengan bangga membesarkan pohon uang yang aku sayang melebihi malika si kedelai hitam. Punya pak kecap.


Setelah pandemi, aku menemukan sebuah fakta yang belum aku katakan pada Camy. Tentang serum yang mematikan, buatan kami berdua, Yang seharusnya aku musnahkan. Malah menguntungkan.


Malam itu, aku sangat lelah jadi tak sengaja menyenggol serum itu dan mengenai beberapa kertas juga uangku yang berserakan di meja lab.

__ADS_1


Aku hanya membersihkan seadanya, ingin cepat kembali ke dorm. rasanya sangat pegal hari itu. keesokan paginya aku menemukan banyak tumbuhan yang tumbuh di meja kerjaku, ia seperti kecambah.


Karena penasaran aku pindahkan ke polybag-polybag kecil. Dan merawatnya. Aku membawanya ke kamarku yang berada di dorm. aku mempunyai lab ku sendiri dikamar itu. Ya kami punya ruangan khusus di masing-masing kamar kami.


aku meletakkan polybag itu didekat jendela, agar terkena sinar matahari, aku pun masih bingung dengan tanaman apa ini. Bentukannya, lambat laun terlihat seperti bonsai.


Aku terkejut beberapa bulan kemudian tanamanku hanya tersisa satu dari tiga yang aku rawat. Tanaman itu berbunga koin. Iya, Koin.


Awalnya membingungkan. Banyak sekali koin bertebaran di atas mejaku, di sekeliling pot tanaman ku. untuk pertamanya tak kuindahkan, mungkin aku yang lupa meletakkan koin disitu, tapi lama kelamaan koinnya semakin banyak.


Setelah aku selidiki selama seminggu berturut-turut, ternyata aku menemukan fakta mencengangkan, tanaman itu mengeluarkan koin dua hari sekali. pada setiap tengah malam. Dengan bantuan sinar bulan.


Aku beberapa kali memindahkan pot itu, saat aku jauh kan dari sinar bulan, tak ada koin yang muncul.


Dan sekarang tanaman itu menjadi sebuah pohon kokoh, berada di kebun botani DarkHole. Kami memenuhi kebun botani dengan pohon uang. Aku mengembangbiakkannya.


Dimana setiap malam masih dengan bantuan energi bulan, berguguran lah dolar hijau, dan paginya Gumax mengeruk berkarung-karung dolar hijau.


Kau tak bisa memaksa memetiknya, karena ia akan menjadi kering dan hancur. Kau harus menunggunya berguguran sendiri, setelah itu, dikeringkan, kami menggunakan Drying tumbler atau mesin pengering.


 


Saat ini yang tahu tentang pohon uang hanya kami yang berada di Drakhole Lab. Hanya dengan ini pundi-pundi kami tercukupi. sekarang aku sedang mengembangkan lagi beberapa pohon uang, menelitinya lebih dalam.


Kami tak memerlukan para investor. Dalam hal ini. Ya ini, mengapa kami bisa mengembangkan berbagai macam penemuan-penemuan mutakhir terbaik, karena kami tak perlu memikirkan seberapa banyak uang yang kami gelontorkan untuk satu projek. Dan harus tercatatan.


Begitulah, bagaimana Lab ini bisa bertahan.


Saya Joana Radha. Welcome para ilmuwan gila di luar sana, DarkHole Laboratory akan menerimamu dengan tangan terbuka.


Kami akan menyeleksi kalian dengan ketat. Walau kalian juga sama dengan kami. Karena kami tak tahu, apa saja yang kalian alami diluar sana selama belasan tahun kebelakang. Ya kami berhati-hati. Agar tidak kecolongan.


 


tbc

__ADS_1


*****


Iya setelah baca ini kalian pasti pengen minta bibitnya pohon uang kan, SAMA! Si Jo mau jual gak ya? Jangan deh Jo, buat DarkHole aja nanti uang jadi gak berguna, kayak di Venezuela.


__ADS_2