DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Walabi Corp


__ADS_3

"Mariah laporan dari mereka bagaimana?"  'Mereka' Braxton maksud ini penelitian atas Wina yang beberapa waktu lalu ia melihat Potka Mauiwa, berada di Noktirnal sangat tidak biasa menurutnya, Orang pendiam itu keluar dari tempatnya. Jika tidak dipanggil itu.


Braxton meminta Hudson untuk mencari tahu, Dan Hudson mendapatkan apa yang sedang terjadi. Namun Braxton belum mengetahui sejauh mana. Ia hanya tabu bahwa Potka ke Nokturnal untuk membawa Wina ke tempatnya.


Ini suatu yang tidak biasa. Wina sangat ingin membalas dendam lalu kenapa ia malah dibawa oleh Potka? Banyak pertanyaan.


"Ini Tuan" Mariah memberikan berkas yang ia dapat dari Hudson. Membaca lembar demi lembar. Sial! Mengapa projeknya sama dengan milik Marky.


BRAK!


Braxton mengebrak mejanya. Ia harus lebih dulu menyelesaikan penelitiannya. Ia tidak bisa kalah. Braxton mengetikakan sesuatu, "Sambungkan pada Hudson" perintah Braxton.


"Baik Tuan"


"Iya Tuan" jawaban tegas dari sebrang,


"Hudson cari tahu siapa yang membuat penelitian itu? Dan aku ingin hasilnya dengan cepat!" Perintahnya lagi.


"Baik Tuan!"


Braxton masih mengamati berkas, ia tidak bisa salah langkah. Sudut bibirnya tertarik keatas. Ia mendapatkan ide.


"Mariah bilang sekertarisnya Marky kita keruangannya"


"Baik Tuan"


Braxton beranjak, ia akan melakukan negosiasi dan pasti untuk orang seperti Marky pasti setuju.


*


*


*


Camy mendatangi Walabi Corp. "Bertemu dengan Mr. Esmas Collen" ia telah membuat janji. Dan dengan tangan terbuka Esmas menyanggupi bertemu dengan Camy.

__ADS_1


Seorang wanita menunjukan ruangan dengan pintu kokoh, didepannya ada seorang lelaki menunggu Camy, Dan mengantar ke hadapan Esmas.


"Tuan Nona Camy telah tiba" Esmas lelaki paruh baya dengan rambut klimis rapi juga kumis dan jenggot rapi dan berwarna putih itu menyambut Camy dengan hangat. Disana tidak hanya ada Esmas namun juga seorang wanita sepantaran dengan Esmas namun masih kelihatan cantik diusiannya.


"Cam Cam ... Astaga papa!" Wanita itu menghambur memeluk Camy dengan erat. Ada wajah haru disana.


"Astaga ... Astaga ... sayangnya bibi, Apa kabar kamu sayang?" Dorina Collen, istri dari Esmas.


"Baik bibi sayang"


"Sayang, sayang tapi kamu tak pernah main kerumah lagi!" Rajuk wanita cantik yang sudah Camy anggap sebagai orang tuannya ini.


"Duduk Cam, Sudah sayang, Camy baru saja datang"


"Camy, Apa kabar keponakan, Paman?" Basa basinya, ia berjalan kekursi kulit di tengah ruangan. "Baik Paman" Camy menjawab seadaanya, ia masih dipeluk oleh Dorina.


"Paman dengar kamu sibuk dengan penelitianmu? Kamu masih bekerja di Biaz?" Camy tidak pernah bercerita masalahnya, ia tertutup dengan segala pembalas dendamnya. Karena Camy tahu dua orang didepannya ini orang baik, dan ia tidak ingin membuat keduannya kuatir tentang tindakannya.


"Masih Paman" Paman Camy tidak tahu tentang DarkHole, mereka tahunya Camy bekerja di Biaz, tempat yang Camy bangun sendiri untuk menyamarkan DarkHole Lab.


"Camy masih ingin mencari pengalaman bibi dulu bi, Camy kesini akan meminta bantuan paman" Wajah Camy berubah serius. Tak ada lagi wajah manja.


"Paman akan bantu, apa?" Esmas melihat perubahan wajah Camy berarti bantuan yang Camy inginkan benar-benar serius.


"Apa sayang, katakan saja pada pamanmu ini nanti pasti akan dia bantu" jawab Dorina, tangan hangatnya melingkupi tangan Camy. Hangat. Ia mengangguk, dan pandangannya bertubrukan dengan Esmas dan kemudian mengangguk.


"Paman ... lepaskan Nokturnal" Camy berat mengatakannya, namun ini harus ia lakukan untuk menyelamatkan Marzon.


Camy memahami pasti Esmas kaget dengan permintaannya, Esmas juga ingin memiliki Nokturnal walaupun ia memiliki Walabi, Namun Nokturnal adalah tempat pertamanya membangun karir.


Mereka tidak tahu dengan pembantaian yang Camy dan yang lainnya alami di Hide Dome. Yang Esmas tahu, mereka terjebak dan tak bisa melarikan diri lalu tewas, sedangkan dirinya dan Marky sedang bertugas di luar negeri, yang juga memboyong keluarga mereka.


Saat menjemput Camy di Hide Dome. Rasa peduli dan dalam hati mereka berjanji akan menjaga sebaik-baiknya, Camy yang yatim piatu saat itu.


Camy bertumbuh menjadi gadis periang, juga berprestasi, nilainya sangat baik, bersama tiga anak mereka, PinaKolaDash.

__ADS_1


Namun saat mulai masuk kuliah, gadis remaja periang dan manja seketika berubah menjadi pendiam. Dorina sering bertanya namun Camy seperti membatasi pembicaraan mereka.


Saat Camy memutuskan keluar dari rumah untuk mandiri. Dorina sebenarnya menolak dengan keras kepala. Dan ia kalahbdengan bujuk rayu yang Camy lancarkan.


Disaat itu Camy sadar tentang masa lalunya yang ternyata semengerikan itu. Ia pun sadar jika ia mencari tahu tentang masa lalu ia akan terlibat dengan banyaknya kejadian buruk. Maka menjauh adalah cara yang Camy pilih.


Tidak melibatkan keluarga Collen lebih jauh. Dan benar saja. Saat Camy keluar rumah dan menyewa kamar dirumah sebuah keluarga, di daerah kumuh, juga banyak kejahatan disana.


Camy yang memang berbakat dalam beladiri yang ia tekuni dari kecil itu berguna saat itu. Keluarga itu tadinya sering memeras Camy dan ingin mengambil harta Camy. Kamar yang mereka sewakan adalah jebakan, untuk menguras harta sang penyewa.


Mereka salah sasaran. Saat sang anak membawa beberapa teman berniat untuk melecehkan Camy, saat itu Camy menyerang mereka hingga hampir tewas, jika bukan ibu dari keluarga itu memohon pada Camy maka  Camy sudah menghabisi mereka.


Disana Camy juga bertemu pertama kali dengan Joana disana. Camy menolong Joana dari gangguan anak berandal disana. Camy menang dan Joana pun menepeli Camy. Hingga mereka mendirikan DarkHole.


Geng yang ditakuti disana. Anak dari keluarga uang kamarnya Camy sewa adalah anggotanya. Geng itu menyerang Camy beberapa kali namun selalu dibuat kecewa. Camy tak bisa dikalahkan.


Camy masih menepati kamarnya walaupun di DarkHole sudah ada kamar-kamar. Karena ia tahu Esmas masih memantaunya dari jauh.


Hingga Camy dan Joana mendapatkan klien-klien besar ia memuguskan untuk menghilang. Agar orang atau klien yang tak puas atau yang ingin berbuat buruk tidak menyinggung keluarganya.


Dan seperti kasusnya dengan Black Sea, yang menganggap keluarga yang, kamarnya ia sewa adalah keluarga Camy, dengan brulat Black Sea melenyapkan.


Bukan hanya rumah itu namun seluruh rumah yang ada di kawasan itu, dibumi hanguskan agar tidak terendus kepolisian, maka Black Sea membuat tempat itu seolah-olah korsleting listrik. Dan dinyatakan sebagai keteledoran.


Polisi di kawasan itupun terkenal dengan kemalasannya, walau banyak korban berjatuhan namun polisi tidak akan menguaknya lebih dalam.


Dan dari sana keluarga Collen kehilangan jejak Camy. Berbulan-bulan Dorina bersedih. Namun saat tidak sengaja ia melihat Camy, ia kembali bersemangat, karena anak perempuannya itu masih selamat. Dalam hati ia berpikir suatu hari Camy akan kembali dan ini terjadi.


Camy kembali. Esmas menatap anak angkatnya itu. "Kenapa?" Ia ingin tahu mengapa tiba-tiba anaknya ini datang padanya dan meminta sesuatu yang akan berat ia lepaskan. Karena bekerja sama dengan Nokturnal adalah seauatu yang ia nantikan.


Dorina sudah tidak bersama mereka tadi ia ijin keluar sebentar. Ingin memesan tempat mereka untuk makan siang. Tadinya Camy akan langsung kembali ke bukit Rfizt namun ia tidak ingin membuat sedih wanita cantik yang sudah ia anggap ibunya itu.


"Jangan beri mereka kesempatan menghancurkan Walabi"


tbc.

__ADS_1


__ADS_2