DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Rekanan Baru Keluarga Collen


__ADS_3

Camy dan Jo tiba di kediaman Esmas, mereka akan menjalankan Walabi, membantu Kola. Camy sudah meminta izin pada Esmas akan membawa rekannya dari DarkHole.


Mereka disambut oleh Dorina dengan sangat hangat, Dorina menggiring Jo dan Camy ke ruang makan disana Dolores subuk menyiapkan makan siang mereka.


"Paman mana Bi?" Tanya Camy.  "Mereka masih dikantor, mengajari Kola. Meungkin sebentar lagi mereka datang"


Dorina meleyakkan nampan dengan jung berisi jus jeruk dingin, ia mengambil gelas dan menuangkan pada gelas. Dan memberikannya pada Camy.


"Sayang kami pulang" Sapa kencang dari ruang tamu.


"Hmmm ... aromanya tercium dari sini, kau masak apa?" Lanjutnya pria tua bucin itu, menghampiri istrinya. Lalu mengecunya sayang.


"Cam kau sudah datang" Kola menyapa Camy dengan wajah kusutnya.


"Iya, kau keliahatan ... kusut" ada jeda setelah melihatbpenampakan Kola.


"Pusing!" Kola menggelengkan kepala, ia ingin mengankat tangan dan melambai pada kamera, ia tak kuat bekerja di perusahaan, ia ingin kembali ke tempatnya, ruangan penelitiannya.


"Cepat duduk, Kola! Camy sudah datang" Camy menanggapi Pamannya dengan anggukan, dan Pamannya menyuruh anaknya duduk agar segera dimulainya makan siangnya.


"Paman ini, temanku Joana, rekan di DarkHole. Ia akan membantu penanganan pohon uang"

__ADS_1


"Siang sir, aku Joana Rhada" Jo mengulurkan tangannya dan disambut oleh Esamas dan Dorina sudah berkenalan tadi sebelum suaminya datang.


"Semoga kau betah disini" Esmas tersenyum,


"ini anak paman, Kola, ia yang selama ini membantu paman, sebenarnya ada Pina sibuk di anak perudahaan Walabi, dan Dash ia masih kecil." Esmas mengenalkan anak-anaknya.


"Udah sayang makan dulu, nanti lanjutkan ngobrolnya" tegur Dorina. Ia mengambil piring Esmas dan menyendokkan makanan ke piringnya.


Makan siang berjalan hangat, canda tawa menghiasi ruangan saat Pina ikut bergabung dengan mereka.


Dan Jo sedang memandang takjub lahan luas yang ditumbuhi ratusan ribu pohon uang didepannya. Ia tak menyangka dari balik lemari ruamg kerja Esmas ia bisa menemukan sesuatu yang menakjubkan.


"Ruangan penelitian ada di arah sini" Pina menunjukkan jalan pada mereka.


Sekali lagi Jo dibuat terdiam. Lab ini terlihat seperti miliknya di DarkHole. Rasa rindu menjalar dihatinya. Ia mengingat 'Monica' menyesakkan dada.


Ia mengitari ruangan barunya itu. Ruang pembibitan. "Ini apa?" Ia mengangkat sekantong besar butiran berwarna hijau.


"Ah itu pupuk uji coba perusahaan kami, Palm Strom, kami akan meluncurkannya tahun depan, kami masih menimbang-nimbang dahulu"


"Pupuk ini juga kolaborasi kami dengan Daniel, kalian pasti kenal" Jo mengangguk, ia pernah dengar Alex yang mengeluh karena Daniel yang menyerahkan semua pekerjaannya pada Alex karena sibuk menciptakan pupuk dengan suatu perusahaan. ternyata dengan perusahaan milik Walabi.

__ADS_1


"Terima kasih Camy, Jo, paman tak tahu siapa yang akan membantu kami jika kalian tak ada." Terdengar berlebihan namun memang ini yang Esmas rasakan.


"Paman kami melakukannya demi kebaikan bersama. Kami yang harusanya berterima kasoh kalian memberi kami fasilitas tak terbatas ini"


Seharian itu digunakan Jo dan Camy untuk mempelajari lingkungan di kediaman Collen.


Jo senang ia menemukan bahan yang diperlukan penelitiannya di Bukit Rfizt. Ia masih berkutat dengan  batu meteor yang entah mengapa semakin ia teliti semakin menemukan sesuatu yang membuat Jo penasaran dengan cara kerja batu meteor itu.


Apalagi saat meteor itu berdekatan dengan Bharat dan menimbulkan pedar walau hanya pedar kecil. Ini sangat aneh.


Bharat secara terbuka menceritakan kejadian di desa Arctos. Dan bayak dari mereka awalnya berpikir kejadian yang Bharat alami seperti cerita film.


Saat Bharat memperlihatkan wujud Haiyla, baru mereka percaya. Bharat bahkan menjadi jauh lebih kuat. Amber menantangnya berduel dan ya Amber kalah telak.


Amber tak pernah kalah jika berduel dengan rekannya. Ia menguasai ninjutsu dan krav maga juga beberapa aliran berladiri lainnya ia ahli. Bahka ia bisa menggabungkan beberapa aliran lain dan mengalahkan musuh dengan telak. Namun dengan Bharat ia yang kalah. Walau ia telah menggunakan segala aliran beladiri yang ia kuasai.


Keinginan mereka hanya satu, membangun kembali DarkHole dan membalas Nokturnal. Dan mereka masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan kekuatan mereka.


Marzon saja masih ditahan entah dimana, mereka belum lagi mendapatkan kabarnya. Juan pun mulai frustasi. Ia ingin segera menyusul tuannya, namun Daniel dan Clara Era menghentikan tindakan Juan.


Ya Juan akhirnya pun mencoba menunggu Marzon. Ia tak ingin melibatkan Bukit Rfizt. Karena ia tahu Braxton dan pasukannya masih mencarinya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2