DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 13


__ADS_3

"Awas!"


Desingan peluru silih berganti menyasar sosok hitam yang akan menyerang Fernandes.


Willow sudah membidik kepala-kepala penyerangnya. Dengan sekali tembak mereka tewas. Sosok dengan bakiak, penyerang itu adalah anggota bandit bakiak.


Semua melihat komando dari Resta, ia akan masuk dalam bangunan melalui lubang yang ia buat. 


Resta melubangi tembok bangun, ia dan Lazarus. Melihat keadaan dalam bangunan yang gelap. Ruangan gelap, tak ada jendela. Dengan pintu besi tertutup rapat.


Goggles mereka dapat mendeteksi adanya suhu tubuh seseorang. Dan mereka mendapati didalam dan dan dibalik tembok itu, beberapa orang berlarian, suara ribut-ribut terdengar samar.


Lazarus mendekati pintu dan memasang bom waktu, "Cari tempat aman!" Ucap Resta. Willow menggeser tubuhnya dibalik tembok luar.


Dentuman membuat beberapa anggota bakiak terpental, dan mereka riyh berteriak jika musuh mereka telah masuk dalam gedung.


Dari suhu tubuh terlihat kumpulan anggota yang akan masuk menghadang tim Resta. Willow dan Resta saling pandang mereka mengokang senjata masing-masing.


Mendapatkan anggukan dari Resta, Willow maju dengan tembakan beruntun, dengan tenang wanita itu maju, menembaki kepala para anggota bakiak.


Ada Resta dan yang lainnya membantu di belakang juga samping-samping Willow. Habis. Tim Resta keluar dari ruangan, Resta membagi menjadi dua kelompok, Zack, Willow juga Olugi sedangkan Resta Lazarus dan Fernandes. Mereka berpencar.


Willow kembali mengokang senjatanya, bersiap dengan beberapa musuh yang berlari ke arah mereka.


"Zack, dibelakangmu!" Olugi memberitahukan. Zack berbalik dan menembaki lapisan besi yang menjadi tembok. Peluru Zack melesat menem us lapisan dinding besi itu.


Suara dentangan besi bertemu peluru memekakan telinga. Musuh berjatuhan. Namun ada yang melempar bom asap ke arah mereka, lalu ia melarikan diri saat Willow mengejarnya.


Mereka tak masalah, karena sedari awal telah menggunakan masker gas. Mereka kembali mengejarnya.


Merrka melewati lorong gelap dan berliku. Mengandalkan kacamata mereka bisa mengikuti si musuh yang melarikan diri.


"Resta kemari! Kami telah menemukan mereka" Resta mendengar panggilan Willow hanya wanita itu yang memanggilnya dengan hanya nama saja.


"Kami kesana" satu lagi dan ia menyelesaikan si musuh. Resta, Lazarus juga Fernandes berlari menuju tempat Willow.


Sudah terdengar desingan peluru diudara. Mereka memacu cepat langkahnya. Ia melihat Willow yang sudah dibawa menjauh, Olugi yang yang terkapar tinggal Zack yang masih berkelahi dengan sosok yang dua kali lipat lebih besar dibanding tubuhnya.


Resta membidik kepala musuh dan kepala sosok besar itu pecah berhamburan. Resta menghampiri Zack, nafas lelaki itu memburu.


"Ada apa? kenapa bisa?"


"Mereka menjebak kami dengan sihir. Will dan Olugi dalam sekejap jatuh tak sadarkan diri." Ucap Zack di sela-sela nafas tersenggalnya.


"Brengs3k!" Umpat Resta. "Kau sudah menemukannya. Bawa kemari." Ucap Resta yang menghubungi entah siapa itu.

__ADS_1


"Zack, bawa Olugi keluar, tunggu Kapten Rega dan Sonya diluar" lelaki itu mengangguk dan memapah Olugi keluar. 


"Kalian ikuti aku, kita kejar komplotan itu membawa kemana Will" Resta berlari masuk mengikuti suhu tubuh komplotan bakiak yang membawa Willow.


Baku tembak kembali terjadi, mereka diserang dari belakang. Entah muncul dari mana, karena mereka sedari tadi mereka hanya melewati lorong dengan dinding tinggi tanpa adanya satupun pintu.


Mereka memiliki pintu rahasia, dan tidak terdeteksi oleh kacamata mereka. Dengan gesit Resta mendekati salah satu orang bakiak.


Lelaki tinggi rapi, rambut hitam yang diikat, wajahnya tidak sama dengan anggota yang lainnya namun, ia mengenakan bakiak yang sedari tadi hanya melihat tanpa  Instingnya mengatakan bahwa dia salah satu pemimpin atas mereka.


Resta menghantam lelaki itu bertubi namun dnegan gerakan yang luwes lelaki itu menepis semua serangan Resta. Ia melompat mundur dengan senyum meremehkan terpatri di bibir lelaki itu.


"Boleh juga" suara berat yang sanagt tidak sesuai dengan wajahnya yang terlihat muda itu.


Resta tak menggubris ia kembali maju, ia harus mengejar Willow, ia mengeluarkan tongkat listrik. Resta menyabet dirinya namun dengan cepat Lelaki itu kembali menghindar. Terdengar kekehan.


"Hargh!" Pekikan keras juga suara jentikan listrik dari tongkat listrik Resta menjerat lelaki itu. Resta dengan gerakan yang tak terlihat ia sudah menempelkan tongkat listrik itu ke leher lelaki komplotan bakiak.


Ia merasakan sengatan menyakitkan di lehernya. Resta tak akan segan. Ia menaikkan tingkat setrumnya.


"Bandit perusuh seperti kalian seharusnya lenyap" bisik Resta tubuh lelaki itu kejang dan gosong. Ia mendorong tubuh tak bernyawa itu.


Resta kembali memasukkan tongkat listrik miliknya dan menyusul Lazarus dan Fernandes kekumpulan suhu yang tertangkap goggles mereka di tengah ruangan.


Resta melihat Willow dan Amira yang berada di dekapan Willow dengan todongan pistol menempel pada pelipis Willow.


"Robet lepaskan mereka!" Resta melihat disana ada tim Degan yang mengarahkan senjata mereka pada ketua kelompok bakiak.


"Kita bertemu lagi Resta, sudah lama ya?" Ucap Robet ketua bandit bakiak. Resta sangat muak, Robet memiliki dendam padanya, ia menuduh Resta membunuh anaknya.


Namun saat itu Robet hanya penjahat cere, yang tak bisa menuntut kehilangannya, tapi saat ini, setelah kelompok bakiak besar, ia kembali menuntut balas.


Letusan senjata melukai pundak Willow, ia meringis, peluru panas menembus pundaknya. Juga jeritan Amira. Williw meraih bocah itu dan membisikkan kata menenangkan.


"Will!" Pekik Resta.


"Ck! Meleset!"


"Bereng53k Kau!" Robet berani sekali mengusik amarah Resta.


"FERNANDES!" teriak Resta. Fernandes maju dan memperlihatkan layar hologramnya.


"Suamiku, selamatkan aku" suara dengan gambar wanita menangis tampak di layar.


"Sayang mereka siapa? Tolong jangan sakiti aku" suara tangis bergertar.

__ADS_1


"Robet tolong, aku takut" kembali tangisan wanita itu mengencang.


"BedeB4h Siallan! Kau apakan istriku!" Maki Robet melihat tajam pada Resta yang sudah menyeringai.


"Lepaskan mereka, akan aku lepaskan juga istrimu, bagaimana?"


"Baiklah! Lilania, aku akan menolongmu, tunggu sayang" Fernandes mematikan layarnya.


"ZACK!" Panggil Resta. Disana Zack masuk dengan Rega dan Sonya ikut dibelakangnya, disana Lilania dengan air mata banjir di pipinya.


Zack menyerahkan istri Robet pada Resta. Robet pun sudah menarik Willow di dekatnya.


"Bersamaan" ucap Resta. Resta melepaskan Lilania untuk berjalan ke tempat suaminya, dan Willow juga Amira berjalan menuju Resta.


Namun Willow tidak berjalan menuju tempat Resta melainkan kembali ketempat Robet. Amira berlari kencang ke tempat Zack, Dengan gerakan cepat Willow menyayat leher Robet dengan pisau lipat yang ia bawa.


Amira juga sudah Zack amankan.


Kembali perang senjata terdengar. Robet jatuh ia menggelepar memegangi lehernya yang memuncratkan darah. Willow melihat ke arah Robet meregang nyawa dengan datar.


Sonya, Rega dan Degan pun sempat tak percaya dengan apa yang Willow lakukan. Bagus mereka sadar dengan cepat. Mengambil senjatanya dan menembaki anggota komplotan yang meresahkan itu. Komplotan itu tewas mengenaskan.


"Bakar semua bangunan ini" Resta memerintah.


"Kau gila!" Ucap Resta.


Willow melirik Resta. Ia sudah berada di kendaraan dengan tubuhnya yang ditutupi selimut.


Dan Amira duduk kendaraan yang berbeda. Mereka kembali ke markas mereka. Giant Pipe.


"Benar-benar gila" ucap Degan, "Namun aku suka" sudut bibirnya terangkat. Sonya hanya mendengus. Rega mengacungkan kedua jempolnya. Pujian yang amat langkah dari Degan.


"Kau luar biasa. Aku sampai terpaku, tadi, serangan yang berani" ucap Rega.


"Itu tindakan tol0ll dan bodoh, untung saja anak Andeas tak terluka! Tindakan yang ceroboh membahayakan, dengar kau Jonny!" cerocos Sonya. Ia tidak terkesan dengan tindakan Willow.


"Sudahlah Sonya, kau juga tidak membantu apapun" 


Degan buka suara. Lelaki dengan rambut cepak itu irit bicara tapi sekalinya mengeluarkan suara hanya sindiran yang mengandung jarum.


Dengusan kesal terdengar dari Sonya. Wanita itu memilih untuk diam hingga sampai ke markas.


Dan Willow mana peduli, yang terpenting semua beres dan tuntas. Ini termasuk tindakan yang biasa ia lakukan saat masih di Nokturnal. 


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2