
"Benarkah?" Giana tampak tak percaya.
"Kita tidak usah berteman lagi!" Lantang Giana.
"Karena mulai detik ini! Aku akan mengangkatmu menjadi saudara perempuanku!"
BRAK!
Giana mengebrak meja. Ia terlalu bersemangat. Tak menyangka Willow perempuan tangguh dan ia suka. Tangisan Albert terdengar dari dalam kamar.
"Sayaaang … " de sah Kellan lelah, lelaki itu berdiri kemudian masuk ke kamar untuk menenangkan anaknya yang pasti terbangun dan terkejut dengan gebrakan sang ibu.
Giana hanya menyengir pada Kellan.
"Sebentar ya Will" Giana menyusul Kellan.
Willow tersenyum menikmati sangria buatan Giana yang mengingatkannya pada Darkhole.
Merasakan kehangatan wine dengan wangi buah juga rempah yang menenangkan. Kembali Willow menciduk sangria dan memasukkan pada gelasnya.
"Kau benar jika kau suka sangria racikanku, Sangria terenak sejagat per-sangriaan" Giana terkekeh bangga.
"Kau tinggal Albert?"
"Biasa jika ada Dadanya Mama tak akan terlihat. Biarkan bersama Dadanya saja, kita nikmati sangria terenak ini" kembali wanita itu memperlihatkan deretan giginya yang putih rapi.
"Cheers!" Giana mengangkat gelasnya. Willow menabrakkan gelasnya. Suara benturan kaca terdengar.
"Cheers"
"G bisa kau kemari? Tolong periksa sinyal yang mendekat kesini"
Kellan keluar kamar dengan Albert digendongannya. Lelaki itu menimang bayi gembul dengan botol susu di mulutnya, juga mata yang lelap semakin terpejam.
__ADS_1
Giana meletakkan gelasnya, ia menuju ke meja kerja kayu berwarna coklat gelap di sudut ruangan.
Alat canggih keluar dari meja dengan sekali tekan. Giana menunggu beberapa saat, kemudian ia berkutat dengan alat itu.
Wajah serius wanita itu tak bisa menutupi jika ia juga seorang petarung. Willow mendekat. Ia melihat gerakan lincah Giana di atas keyboard.
"Kau sudah dijemput Will, Sayang kau siap-siap menyambut tamu dari Guapo dan High Majesty." Suara Giana meninggi.
"Ssssttt … Honey!" Bisik Kellan dengan mata melebar layaknya ibu-ibu memarahi anaknya.
"Iya sayang iya, sana ganti pakaianmu" bisik Giana tepat didepan wajah Kellan yang sudah mendorong suaminya kembali ke kamar.
Willow memperhatikan pergerakan tim pencarinya. Suara langkah kaki mendekat. Giana menyungging senyumannya.
Sudah lama ia tidak kedatangan tamu. Dengan sekali melambaikan tangan meja makannya kembali penuh.
Kellan telah melepas barier pada rumahnya. Memudahkan tim pencari mendapatkan tempat Willo berada.
Kellan, Giana dan Willow melangkah ke pintu depan. Kellan memegang knop pintu. Pintu kokoh itu terbuka.
Mata Kellan untuk sesaat melebar begitu juga Giana yang tertegun di tempatnya. Melihat kedatangan pasukan elit Guapo yang tak sedikit itu.
Willow menatap kedatangan tim penyelamatnya yang banyak itu pun tercengang.
Mata Willow bertabrakan dengan tatapan Troto.
"Wah terima kasih atas penyambutannya Tuan Kellan Runner."
"Ya … silakan masuk" Kellan mendapatkan tepukan dari Giana menyadarkan agar tetap fokus.
"Saya Giana Runner, istri dari Kellan Runner" Giana maju dna menyalami Resta dan Honduras juga Troto.
*
__ADS_1
*
*
Ditempat lain Luford mendapat kabar jika markas miliknya yang berada di pesisir laut Utara telah diserang oleh Guapo dan High Majesty.
Ia mendengar karena kerja sama bawahannya dengan seorang wanita yang ia tak kenal yang bernama Claudy Popi. Yang menyebabkan Guapo dan High Majesty menyerang markasnya.
Luford menyusul. Jika berhadapan dengan Guapo jangan-jangan mereka menculik wanita yang ia incar. Willow mendez.
Dari jauh ia mengamati kediaman Kellan. Tommy, anak buahnya yang membuat masalah itu memberitahukan jika Willow ada di kediaman Kellan.
Disinilah ia, berdiri dalam kegelapan. Memerintahkan anak buahnya untuk menerobos masuk.
Barier rumah Kellan tak begitu mudah ditembus. Kumpulan rombongan memasuki kediaman Kella.
"Tuan itu Giant pipe dan High Majesty, Jendral Honduras Tuan" Ucap sang bawahan.
Ia menyerahkan teropong. Umpatan keluar dari mulut Luford. Ia tak menyangka akan kedatangan Giant Pipe dan High Majesty.
"Perintahkan anak buah kita mundur, ini tak bagus jika kita teruskan" kembali decakan terdengar dari bibir Luford. Tak main-main mereka mengikutkan Jendral Honduras.
"Tak bisa Tuan, mereka memblokade jalan. Hanya tempat persembunyian ini yang aman"
Anak buah Luford melaporkan tentang pasukan Giant Pipe dan High Majesty yang sudah berpencar.
"Suruh mereka bersembunyi, jangan sampai tertangkap!" Anak buah Luford mengangguk dan meninggalkan Tuannya itu yang masih mengamati kegiatan Giant Pipe dan High Majesty di kediaman Kella Runner.
"Sialaan" umpatnya melihat begitu akrab ketiganya. Sangat tidak bagus.
"Manis kau benar bersembunyi di sini" ucap menyeringai Luford melihat keberadaan Willow disana. Yang sibuk berdebat dengan Troto.
Bibir Luford mengerucut, ia tak suka lelaki lain memegang miliknya. Tangannya mengepal erat. Tatapannya nyalang. Rahangnya mengeras. Ia terganggu dengan interaksi Troto juga Willow.
__ADS_1
"Cantik jangan buat aku cemburu! Itu bukan pilihan bijak!" Desis Luford.
Tbc.