DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Keberanian atau Kebodohan?


__ADS_3

Ini salah satu syarat Wina setuju dengan kesepakatannya yang Marky tawarkan. Ia akan masuk tim dalam penelitian tentang dirinya dan sebagai kepala.


Marky mengiyakan, ia memasukkan dalam tim Marky. Yang diketuai oleh Bill.


Dengan seenaknya Wina memberi nama pada timnya dan mengangkat Bill menjadi tangan kanannya.


Bill cukup senang, pertama kali melihat Wina dengan perubahannya secara langsung membuat dirinya terkagum. Senyum kesenangan terpancar pada wajah Bill.


Ia seperti mendapat ikan segar. Bill tak menutupinya dari Wina. Wina tak peduli mereka melihatnya menjadi objek penelitian pun tak apa asal Wina mendapatkan apa yang ia inginkan.


Bahkan ketika Bill memanggilnya Tuan Putri. Wina merasa senang, ia berkata dengan lantang. "Tuan Putri ini akan melengserkan Ratu!" Banyak makna ketika Wina mengatakan itu.


"Aku akan mencoba dengan formula milik Ethan ini, pada Frogos baru juga yang lama."


"Mana kemarikan laporannya" Bill mengulurkan berkas itu pada Wina. Juga tabung kecil kaca yang berisika  formula.


Wina mendalamai berkas itu. Membolak-balik kertasnya, lalu Ia menerawang botol kaca itu. Dan membuka tutupnya dan kemudian meneguknya.


"Ssshh ... " Wina meringis.


"Eh ... "


"TUAN PUTRI!" teriak Bill terkejut dengan tindakan Wina. Bukan hanya Bill, Ethan dan Luke yang melebarkan netranya.


"Air, air!" Ucap Luke. Kemudian datang robot toples dengan secangkir air ditangannya. Ia mengambil dan menyerahkan pada Wina.


Wina mengambilnya dan meneguknya habis.


"Bukan ditelan Tuan Putri, untuk berkumur!" Luke cemas.

__ADS_1


"Kenapa?" Dengan santai Wina menyerahkan berkas formula itu pada Ethan.


"Bukankah disana tertulis tak berbahaya, dan efek sampingnya hanya demam. Kau bisa langsung uni coba padaku, si indukan"


"Tapi ... " Ethan ragu.


"Tenang, kupercayakan pada kalian, tentang efeknya"


Ethan dan menghembuskan nafas berat, sedangkan Luke mengacak rambutnya. Bill hanya tersenyum, wanita ini aneh.


Senyum yang berubah menjadi menakutkan, ia tak salah memilih, target hidup untuk penelitiannya. Dengan begini, penelitian yang ia kerjakan akan mendapatkan hasil yang memuaskan, karena langsung pada manusia.


Walau pun ia tak tahu bagaimana  kedepannya. Tapi projek ini semakin menarik.


"Lakukan juhmga pada benda hidup lain" perintah Bill, ia harus mempersiapkan efek yang akan Wina alami beberapa jam lagi.


Wina menguap. Efek pertama. Kantuknya semakin menjadi. "Aku akan masuk dalam ruangan sana." Wina menunjuk ruangan yang berada didepannya. Terlihat dari jendela kaca besar.


Dan dengan cepat ia terlelap. "Siapkan semuannya." Perintah Bill. Ethan dan Luke mengangguk.


"Ada apa ini?" Potka datang. Ia melihat Wina tertidur didepannya.


"Bekerja" jawab padat Ethan.


Bill mendekat, ia melihat kebingungan pada wajah Potka.


"Kau salah satu peneliti yang terlibat dengannya kan?" Bill melihat kearah Wina yang tertidur.


Potka hanya mengangguk.

__ADS_1


"Kami juga melakukan hal yang sama denganmu, bedanya jika kalian sembunyi-sembunyi, kami melakukannya terang-terangan" sudut bibirnya terangkat.


Potka yang melihat itu merasakan aura Bill yang mengenakan jas ini, berbeda dengan yang ia temui tadi saat di lorong.


Ia melirik Bill bergantian dengan menatap Wina. Yang telah masuk dalam tabung yang melayang.


"Sebelum banyak bertanya, kau baca dulu ini," Bill menyeahkan laporan formula yang sedang diuji coba pada tubuh Wina.


Potka menatap sekilas Bill. Ia berpikir ini adalah data penting, Potka lupa ia telah masuk dalam tim.


Dan Bill memperlakukannya sebagai tim yang juga harus tahu perkembangan apa yang sedang dilakukan timnya, bukan?


Bill yang merasa ditatap ia menegokkan kepala dan dengan sentakan dagunya ia memberi kode pada Potka untuk mambaca laporannya.


Tanpa banyak bertanya, sekilas ia melirik tempat Wina berada. Lalu ia tenggelam dalam berkas itu.


"Lalu?" Setelah Potka selesai dengan mencerna data diberkas biru itu.


"Kau baca kan?"


Potka mengangguk, "Disana tertera akan lebih cepat bereaksi pada indukan,"


Potka hanya mengangguk, "Nah! Dia meminum cairan formula yang di berikan padaku, sebagai contoh, dan ya efek yang pertama mulai bekerja," lagi Bill menyentak dagunya ke Wina.


Potka tak menyangka Wina akan secara sadar mengumpankan diri pada eksperimen ini.


Ia kembali mengambil berkas dan membukanya kasar, Potka ingin tahu, seberapa bahaya formula contoh itu.


Membaca dengan teliti efek samping dan segalanya. Ini termasuk berbahaya jika tak cocok dengan tubuh objek.

__ADS_1


Benar-benar kenekatan yang bodoh dan menyusahkan pikir Potka.


Tbc.


__ADS_2