DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Penculikan Alex


__ADS_3

Tangan Alex terikat tergantung di tengah gedung kosong. Dibawahnya terdapat akuarium besar. Wajahnya kuyuh, keringat bercampur darah yang mengering, juga beberapa lebam menghiasi wajahnya.


Ia terbangun, dan mendongak, tangannya mati rasa. Perih tak lagi Alex rasakan. Matanya menyipit sentrongan cahaya lampu membuatnya tak bisa melihat sekeliling.


Ia berada dimana?


Kepalanya terasa berdentam. Nyeri dan berputar. Ia menggerakkan kepalanya untuk menghilangkan pening. Namun sia-sia.


"Selamat pagi putri tidur!" Suara yang Alex tahu. Flexi.


"Nyenyak tidurnya?" Mata Alex memicing. Ia melihat seorang wanita mendekat. Gaun merahnya menyapu lantai.


"Ah sepertinya putri tidur kita belum bangun sepenuhnya, atau kita buat dirimu segar? Ide yang bagus kan?" Raflesia menekan tombol pada benda kotak yang ia bawa.


Dan dalam hitungan detik Alex meluncur jaguh ke dalam akuarium yang penuh dengan air dan bongkahan es.


Alex meronta dalam akuarium, matanya melebar dan berusaha untuk berenang ke atas mencari udara.


Senyuman Raflesia mengembang melihat Alex yang meronta didalam sana. Ia menarik tali yang mengikat tangan Alex dan kembali menggantung wanita itu.


Tubuhnya menggigil. Giginya bergemeletuk menahan dingin dalam air. Alex mencari udara dan menghirup yang ia bisa. Nafasnya tersenggal. Dan mengeluarkan asap dingin.


Netranya menatap lurus-lurus pada Raflesia. Yang tertawa senang. Tawanya memenuhi ruangan dan bergema.


"Kau harus melihat penampakan dirimu Alex" lagi Raflesia terpingkal pada sesuatu yang tak lucu.


Alex hanya diam, membiarkan Raflesia berbicara semau yang wanita itu mau. Alex memutar ingatan saat Raflesia menyerangnya juga memberitahunya, ia adalah tunangan si ketua Klan Trudy yang ia habisi.

__ADS_1


Akhirnya ia ditangkap oleh orang yang mengejarnya. Orang yang dendam dengannya. Dan yang tak disangka. Raflesia, berubah menjadi Flesi untuk menangkapnya.


"Kau diam saja, apa kau belum bangun? Tenang aku akan menyegarkan dirimu lagi." Raflesia kembali menekan tombol pada benda kotak dan Alex kembali masuk dalam air es itu.


"Mungkin tadi kurang lama, jadi kau masih mengantuk, sekarang kau bisa menikmatinya, akan ku perlama waktunya" ia melihat Alex yang meronta namun setelahnya Alex tak bergerak.


Alex menggunakan alat tersembunyinya. Lidahnya mencongkel alat bantu nafas yang tersimpan di bagian atas dinding mulutnya, alat itu penemuannya di DarkHole. Penyederhanaan dari tabung udara.


Dan alat itu juga bisa mengatur suhu, menjadikannya lebih nyaman. Seperti saat ini. Ia menangkap pergerakan Raflesia. Dari dalam akuarium itu, Alex tetap tenang. 


Raflesia sendiri menjadi bosan, Alex bahkan tidak melawan dirinya. Ia memerintahkan anak buahnya menyingkirkan akuarium itu.


Alex kembali digantung dengan kaki yang masih menyentuh lantai. Sesekali Raflesia menghajar Alex. Ia tahu bagaimana membuat kesal Raflesia kesal.


Alex tak menanggapi apapun yang Raflesia lakukan dan itu membuat wanita itu bertambah murka. Sampai saat ia mengetahui Raflesia ingin menghancurkan bukit Rfizt.


Wanita duyung itu meronta, lehernya tercekik. "Kita akhiri disini" bisik Alex.


KRAK! 


Ia memelintir sedikit dan terdengar patahan disana. Dan nahas duyung itu bernasib sama dengan tunangannya.


Alex mengeluarkan kawat yang ia simpan di bawah lidahnya. Ia memuntahkan banyak darah saat mengeluarkan kawat untuk membuka ikatan rantai itu.


Ikatan rantainya lepas, ia berjalan terhuyung, meraba tubuh Raflesia yang tergeletak tak bernyawa mengambil sebuah belati.


Dan dengan gerakan gesit membantai seluruh anak buah Raflesia. Bahunya dicengkram dari belakang. Dan Alex mencengkram kedua tangan itu, ia berbalik badan ia memelintir tangan kekar itu. Lalu membanting tubuh itu seakan tubuh itu seringan kapas.

__ADS_1


Alex menaiki tangga, dan ada yangbmenarik kakinya. Ia berguling, kemudian ia bangkit dan kembali menyerang.


Dengan tinjuan yang bersarang di kepala lawan, kemudian mencengkram punggungnya, dan membanting ke belakang.


Alex berlari ke arah kendaraan dan mengambil pistol pasukan penjaga. Menembaki dengan brutal dan tepat sasaran, Ia memasuki salah satu kendaraan sebelumnya melepas alat pelacak dan mengendalikannya.


KRAK!


KRAK!


KRAK!


Di dalam ruangan yang Alex tinggalkan, sosok itu memperbaiki dirinya. Lehernya yang tadi telah patah, kembali.


Ia menggelengkannya, layaknya hanya sakit kepala ringan. Kemudian seseorang mendekat. "Kami telah mengikutinya" lapor anak buahnya.


"Bagus, rencana kita berhasil! tetap ikuti!" Raflesia berdiri anggun, ia merapikan rambutnya yang berantakan akibat serangan Alex.


Ia mengerti mengapa tunangannya tewas. Ia terlalu menyepelekan Alex. Sama seperti nya di awal. Dan dengan gesit Alex melumpuhkannya.


Namun yang Alex tidak tahu kelebihan yang dimiliki kaum duyung. Mereka harus dijadikan abu jika kau ingin mengalahkannya. Bukan hanya kau cincang, karena mereka bisa kembali hidup.


Tujuan utama Raflesia adalah bukit Rfizt. Ia menggunakan Alex untuk mengetahui dimana tempat itu.


Raflesia tahu bukit Rfizt memiliki kekuatan dari dunia bawah. Akan gampang memasuki, tapi untuk mencari tempatnya mereka tidak bisa. Makanya salah satu caranya dengan mengikuti Alex yang kembali pada bukit Rfizt. 


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2