DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Terjebak Penjebak


__ADS_3

"Flesi" Sapa seorang pria. Siapa yang mengenalinya? Sangat tidak mungkin ia dikenali, ia telah merubah wajahnya.


Ia terpaku dan menunduk dalam. "Flesi" suara itu mendekat. Namun dengan cepat Raflesia menutup wajahnya dengan menarik tudungnya agar tak terlihat.


Ia juga melangkah dengan cepat untuk pergi dari gedung itu. Derapan langkah dibelakangnya terdengar. Raflesia berlari menghindari.


Teriakkan memanggil-manggil namanya tak ia hiraukan. Ia bersembunyi dibalik dinding lalu mengintip. Ia melihat Kola yang mencarinya.


Ia menyelinap saat Kola tak melihat ke arahnya, ia berjalan cepat, siaalnya pria itu melihatnya berlari menjauh, aksi saling mengejar terjadi.


Nafasnya tersegal, dan mengapa pria itu tidak menyerah, ia masuk dalam gang dengan keringat bercucuran. Ia sangat tidak suka dengan keringat. Lengket.


"Flesi?" Suara itu seakan dekat, ia mengintip dari tempatnya bersembunyi. Ia merapatkan dirinya. Suara langkah kaki mendekat.


Triiiing …


"Ya?"


"Aku … oke aku kesana? Alex? Bukit Rfizt kan? Iya … laksanakan" Raflesia mendengar nama Alex disebut, ia menajamkan pendengaran nya.


Lalu langkah Kola menjauh dari tempat Raflesia. Wanita itu keluar dari persembunyiannya dan menatap punggung pria itu yang menjauh.


Mengapa pria itu mengenalinya? Apa sihirku mulai melemah, tapi hanya yang benar jatuh cinta yang tak terpengaruh pada sihir duyung, wajah Raflesia menegang, tidak, pasti bukan karena hal itu tapi karena ia kelelahan kan ya?


Raflesia menelan salivanya susah payah, tapi bukannya jika ia benar-benar jatuh cinta padanya akan gampang bagi Raflesia mempengaruhinya.


Sudah lah, nanti ia pikirkan lagi. Yang pasti ia sudah memiliki senjata rahasia.


Ia menghubungi tangan kanannya untuk menjemput dirinya.


***

__ADS_1


Bukit Rfizt semakin sibuk. Banyak robot toples berlalu lalang, selain membantu panen, juga membantu penjagaan.


Camy tak tanggung-tanggung mengirim sepuluh truk yang berisi ratusan ribu robot toples. Karena musuh juga membawa pasukan tidak tanggung-tanggung.


Mata-mata Raflesia menggunakan sihir untuk mengelabui mereka mengubah diri menjadi robot toples dan berhasil masuk dalam rumah utama.


Mereka menebarkan beberapa penanda, untuk kawanan mereka tahu, pusat dari bukit Rfizt dan menghabisi mereka dengan cepat.


Salah satu mata-mata merasa anggota DarkHole dan ExSide ternyata tak seberapa. Mereka mudah dibodohi.


Hingga saat ini, mereka tidak tahu sudah kebobolan dan penyusup sudah memasukkan banyak mata-matanya.


"Sangat bodoh!" Saat mereka berpapasan dengan anggota DarkHole ataupun ExSide. Cibiran terus saja mereka lontarkan.


Mereka menggunakan alat komunikasi khusus dan hanya mereka yang bisa saling berkomunikasi.


Seseorang duduk dengan terikat tangan dan kakinya. Tertawa dengan mata yang ketakutan. Tak lama, pintu satu-satunya di ruangan itu terbuka. Masuk sosok yang ditodong oleh senjata api.


Sosok yang ditodong senjata api itu berdandan sama dengan seseorang yang terikat pertama.


Ia mendudukan tawanan kedua di sebelah tawanan kesatu. "Jangan melakukan apapun jika ingin selamat" bisik mencekam.


Wanita itu melepas kasar penutup mata tawanan kedua. Tawanan kedua bisa melihat ketua mereka babak belur dan terikat di depannya.


Keterkejutan menghampirinya. Ketua nya masih dalam.komunikasi, mereka masih diperintah oleh ketua nya, bahkan ia juga digiring ke tempat yang ketua nya perintahkan tadi.


Bulu kuduknya meremang, jadi bukan mereka yang berada di atas awan melainkan mereka yang dijebak.


Ia meneguk salivanya susah payah. Rasanya seperti menelan biji berduri. Ia melakukan hal yang ketuanya lakukan. Karena setelah itu kawanannya masuk satu per satu.


Mereka terlalu sombong, menghina cara kerja anggota DarkHole juga ExSide. Yang mereka terlalu angkuh.

__ADS_1


 


Jika mereka menggunakan sihir untuk merubah diri, maka diserang dengan balik dengan membuat mereka menuruti kemauan musuh.


Benar-benar pembalasan telak jika mereka terjebak dengan permainan mereka sendiri. Seringaian terlihat pada wanita yang membawa para kawanannya.


"Bagaimana senang dengan permainan yang diambil alih musuh secara diam-diam? Mungkiiinnn … sama menyenangkannya saat kalian menganggap kami bodoh, sekarang siapa yang bodoh?" Bisik lirih yang terdengar di ruangan dan juga di telinga para tawanannya.


Kekehan kecil tertinggal dengan kepergian wanita itu. Pasti ia akan kembali dengan tawanan baru yang akan terkejut melihat kawanan berkumpul disini.


Mata mereka bisa memancarkan rasa yang mereka miliki, tapi gerakan tubuh semua dikendalikan oleh orang di bukit Rfizt.


BRAK!


Pintu di buka dengan kasar. Muncul sosok wanita baru, ia menghampiri sang ketua dan dengan cepat menendang sang ketua hingga ia berguling beserta kursi yang ia duduki. Gerakannya sangat cepat.


Wanita itu menendang kepala ketua berkali-kali, "Berusahalah kalian kabur, maka aku akan sangat senang" ia menarik resleting sepatu kulit hak tinggi yang sampai pahanya. Kemudian ia keluar meninggalkan pada tawanan.


Tak lama masuk pria dengan tatapan dingin, dan datar. Menghampiri sang ketua, lalu kembali memperbaiki duduk sang ketua di tempatnya semula, ketua mereka tak sadarkan diri dengan banyaknya rembesan darah segar mengalir juga lebam di selurih wajahnya.


"Jangan berulah!" Pesan pria datar lalu kemudian keluar ruangan. Para tawan saling melirik satu dengan yang lain. Mereka terlihat sama, takut.


"Nona muda menghubungiku, Mereka siap untuk menyerang, tinggal menunggu komando dari ketua." Informasi dari salah satu penyusup yang masih berkeliaran. Tentu saja orang dibalik Bukit Rfizt ini mengetahuinya.


Karena suara sang ketua terdengar, pasahal jelas deimata para tawanan, ketua mereka tidak sadarkan diri. Mata mereka melebar. "Sampaikan pada Nona muda jangan dulu, tunggu aba-aba dariku" bahkan intonasi dan suaranya sama persis seperti milik ketua mereka.


"Tunggu, kita jadikan keindahan menjadi neraka" lanjut suara sang ketua. Bulu kuduk mereka meremang, kengerian jelas tergambar di mata para tawanan. 


Pembantaian kaumnya sebentar lagi terjadi. Hanya harapan ada salah satu dari mereka yang masih berkeliaran untuk sadar tentang jebakan ini.


Tapi harapan hanya tinggal harapan, saat satu lagi dari mereka masuk dalam ruangan. Dan terkejut melihat rekanan mereka di dalam sana.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2