
Setiap tim telah berdiri pada tempatnya. Disana ada tim center Kapten Resta, tim selatan Kapten Sonya, tim tenggara Kapten Degan, juga tim barat dengan kapten Rega.
Mereka berdiri di depan barisan timnya masing-masing. Tim Willow berhadapan dengan tim Sonya. Kapten tim itu tersenyum. Walau timnya perempuan semua namun jangan meremehkan mereka yang memang tidak bisa diremehkan.
"Pertandingan selanjutnya akan diadakan di Falldown beach" Riuh rendah pendukung berteriakan. Sisi-sisi lapangan pertandingan banyak pendukung yang menikmati pertandingan para Jonny.
Sorak sorai melingkupi gedung. Suara keras derapan kereta kuda terdengar dari kejauhan.
"Rupanya Douglas telah datang."
Wuss …
Kereta kuda dengan kecepatan tinggi melintasi tanpa berhenti. Kereta kuda itu panjang, Dan para peserta dengan gesit, berlari mengejar kereta itu. Mengikuti para kapten mereka.
Mereka berlomba-lomba dengan tubuh yang meloncat kesana-kemari sangat ringan, lalu masuk ke dalam kereta kuda itu.
Willow ikut berlari walau ia masih tidak paham bagaimana konsepnya. Semakin lama kereta kuda itu meluncur semakin cepat. Willow berusaha untuk menggapai pintu kereta kuda.
Ternyata di pintu telah kereta kuda telah ada Troto mengewasi dengan mata tajamnya. Hingga memasuki air Willow belum bisa menaiki kereta kuda itu. Ia memacu kencang ekornya.
Troto mengulurkan tangan dan Willow menggapai tangan Troto, Willow ditarik masuk ke dalam kereta kuda dengan kencang. Dalam kereta kuda itu kering.
Karena sesaat Willow ditarik kereta kuda itu masuk dalam jalur laut australia, jalur bebas hambatan milik laut. Kereta kuda itu meluncur semakin cepat mengikuti alur.
Nafas Willow terburu, ia mencuri lirikan pada Troto yang duduk di belakang. Banyak mata lawan meremehkannya apalagi tim Sonya. Tapi Willow tak peduli, Selama timnya tidak keberatan.
Ia kembali mencuri-curi pandang pada Troto yang juga mengamatinya. Sudut bibir lelaki itu tertarik. Willow tidak menanggapi senyuman Troto. Ia menyampirkan rambut panjangnya ke belakang kuping.
Kembali mereka mendengar Pluit dimana waktunya mereka turun dan keluar dari Kereta kuda yang masih berjalan.
Mereka harus cepat. "Mau bantuan" uluran tangan Troto. Willow melihat tangan itu datar, ia mengabaikannya, melompat turun dan menuju keluar jalur bebas hambatan itu.
Plop!
Ia bergulung-gulung dengan buih di sekelilingnya. Ia kembali memacuh ekornya menuju satu tempat dengan bendera merah berkobar. Insang pada lehernya bergerak. Rambutnya yang lurus berubah ikal bergelombang.
Ia menuju ke arah bangunan di bawah sana dengan bendera merah diatasnya. Ia membuka pintu dan kembali tubuhnya mengering.
Ia berlari masuk dan menemukan timnya. Nafasnya tersegal. Ia berdiri tegap di belakang Lazarus.
"Kau tak apa?" Tanyanya. Willow hanya mengangguk. Kembali mereka berbaris.
"Pertandingan akan segera dimulai. Dan kita acak dulu siapa melawan siapa?" Willow memperhatikan. Throto yang baru saja datang dengan para kapten.
Fernandes yang memang playboy mengerling pada tim disebelah mereka. Yang ditanggapi ketus.
Olugi sebagai ketua, memperhatikan dengan teliti apa saja yang ada disekitarnya. Untuk tim juga dirinya sendiri.
__ADS_1
"Siap acak!" Dari layar besar di depan mereka menampilkan gambar lambang kubu-kubu mereka.
"Dan inilah!"
"Tim Center melawan Tim Selatan, dan Tim Barat melawan Tim tenggara" ucap pembawa acara. Riuh rendah terdengar dari layar. Penonton menatap layar besar di tempatnya.
Mereka kembali berhadapan. Mereka tidak tidak akan memandang melawan wanita atau pria ditempat ini semua sama.
Syaratnya hanya satu, tidak diperbolehkan sampai ada yang tewas.
Willow, berhadapan dengan seorang yang bernama Ola, murah senyum, dan tak terlihat tangguh tapi yang begini pasti menyembunyikan sesuatu.
Gadis itu menyerang, Willow tak menduga dengan serangan itu. Ia sudah berada di belakang tubuh Willow siap menghajarkan tinjuannya.
Benar, gerakannya gesit. Ia pembunuh dengan senyuman dan juga sangat menikmati saat Willow terkapar.
Ia hanya terkekeh. Ia menunggu Willow untuk kembali berdiri. Ia tak suka jika lawannya hanya pasrah. Tidak ada rasa puas jika seperti itu.
Willow bangkit. Ia membaca situasi. Willow pernah mendapatkan lawan seperti ini. Dan ia akan menghancurkan kepercayaan dirinya.
Willow akan menggunakan tekniknya yang berbeda. Mengalah. Ia menerima apapun bentuk serangan. Tanpa melawan.
Willow kembali terjatuh. Sorakan penonton yang kesal karena Willow yang seringnya terkapar saat mendapat serangan itu.
Willow melihat adanya ketidakpuasan pada diri Ola.
"Resta, kau lihat ia bukan tandingan anakku" Sonya mendekati Resta. Ia mengulurkan tangan untuk mengelus lengan Resta yang ditepis oleh pemiliknya.
"Belum" ucap Resta lirih.
"Hah! Kau bicara apa?" Sonya yang tak mendengar gumanan Resta.
Troto menatap lekat Willow. Ia menebak apa yang Willow lakukan. Menaikkan kepercayaan diri lawan lalu wanitanya itu akan menguras hingga tak tersisa.
Wanitanya, wajahnya masih menatap datar, namun bagi yang dekat dengannya pasti tahu ada gurat kecil senyuman di wajahnya.
Suara lonceng yang menandakan dua menit lagi pertandingan akan berakhir. Willow dengan gesit mengarahkan serangan pada kaki Ola. Ia mencengkram leher wanita itu dengan lengan dan membanting tubuh kecilnya.
Ola tidak sempat melawan, ia tak menyangka Willow akan menyerangnya, ada alasan mengapa Willow tidak menyerangnya di awal, ia tak ingin Ola melihat dan membaca gerakannya.
Dan berhasil. Wanita itu terkapar. Ada ringisan juga geraman. Matanya menatap tajam Willow. Tapi gerakannya sudah Willow kunci.
Jadi apapun yang Ola lakukan pada Willow, akan kembali pada Ola. Ola menghantam keras dada Willow, namun yang mundur adalah dirinya dengan kesakitan.
Kembali ia melompat dan menyarangkan tendangan pada perut Willow, ia menyipit merasa nyeri di perutnya.
Ola mulai sadar jika ia menyerang Williw makan serangan itu akan ia rasakan, jadi jika ia menyeranag dirinya maka akan berbalik ke Willow.
__ADS_1
Ola bangkit, seringaian ia lempar pada Willow. Keringat dan darah yang mengering dengan lebam menghiasi dirinya.
Ia terkekeh. Dengan bertumpu pada kakinya ia menghentak, Ola meluncur ke atas, lalu dengan ringan terbang, dan dengan kecepatan cepat ia meluncur turun. Matanya melebar dengan cengiran lebar, tujuannya adalah tanah. Ia murka beraninya Willow mempermainkannya.
BRAK!
Ruangan menjadi senyap, Tubuh Willow meringkuk dengan kedua tangan ia hentak ke tanah. Asap dari debu berterbangan, terlihat lantai berlubang, dengan tubuh Ola meringkuk di tanah. Bersamaan dengan terdengarnya lonceng akhir pertandingan.
Willow bergerak dan bangun dari tempatnya, ia berdiri, sorak sorai terdengar dari pendukung dirinya.
Ia mendekati lantai berlubang itu. Melihat Ola meringkuk tak sadarkan diri. Willow dapat membaca gerakan Ola, dan tepat, sebelum Ola menyerangnya, Willow melepas jurusnya dan mengembalikan seperti semula, bahkan Willow sempat membantu Ola agar tidak tewas sia-sia.
"PEMENANGNYA TIM CENTEEERRR!" ucap pembawa acara. Di layar terlihat lambang kubu tim center dengan musik kemenangan disana.
Derapan tim medis datang dengan tandu, ia mengangkat Ola yang tak sadarkan diri. Lalu membawanya keluar ruang pertandingan. Sonya dan timnya tiba, ia menatap tak bersahabat pada Willow.
Fernandes datang dan memeluk tubuh Willow. "Hai cantik serangan sempurna" ucapnya.
Lalu Lazarus yang menepuk punggungnya. Terlihat darah yang mengering di pelipis juga bangkak di mata Willow.
"Hei Will, Kau perlu kompres mata setelah ini" Olugi memeluk erat Willow setelahnya ia menepuk punggung Willow.
"Membuat lawan kelelahan dan menyerang diakhir," Degan bersuara. Mereka tak tahu jika Willow telah mengikat Ola sejak awal dan mengontrol gerakan wanita itu. Willow mendengus.
"Dan mengontrol gerakannya sejak awal, yang ia rasa itu atas keinginan lawan. Padahal itu kemauanmu" lanjut Degan, yang mendapatkan senyuman dari Willow.
"Apa aku harus memberimu 100 poin, karena bisa menebak dengan benar?" Ucap sarkas Willow. Degan mengangkat bahunya.
"Luar biasa! kau melakukan itu Will?" Olugi dengan mata berbinar. Pertandingan Ola dan dirinya adalah pertandingan terakhir melawan tim Selatan. Yang kalah telak terhadap tim Center.
Tim selatan yang mendengar itu melirik Willow ngeri, pantas saja mengapa mereka merasa Ola berbeda hari ini, Ola menjadi impulsif juga sangat agresif menyerang Willow. Sonya bahkan membentak anggota tim lain saat melihat Ola begitu.
Ternyata sejak awal lawannya telah mengontrol gerakannya. Menguasai dirinya dan dari awal pula Ola telah kalah.
"Aku tahu kalian tak akan mengecewakan" ucap Resta yang datang dengan senyuman, membuat Willow malas menatapnya.
Resta mendekat dan menangkup wajahnya. "Cukup banyak juga lebab yang kau terima" ucapnya ia tak sadar bahwa tindakannya itu disorot dan terpampang di layar besar.
"Ada apa ini?" Suara pembawa acara.
"Apa ada romansa antara kapten dan anggota timnya?" Ucapnya dengan kegirangan. Suara sorakan penonton bergema. Mendengar komentar pembawa acara.
Resta hanya tersenyum lebar menatap layar, ia menepuk kepala Willow yang tak peduli dengan gosip ataupun rumor yang nantinya beredar.
Mereka tidak tahu ada dua pasang mata yang menatap tak suka kelakuan Resta pad Willow.
Tbc.
__ADS_1