DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Tidak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Willow terikat di atas ranjang milik Troto. Peluhnya menetes. Senyum mengembang menandakan kepuasan disana.


Troto menatapnya tanpa senyuman. Pria itu membuka ikatan pada Willow, tangan ramping dan putih milik Willow sangat kontras dengan dengan miliknya yang coklat eksotis, tangan putih itu menyapu rahang tegasnya.


"Kau hebat, aku tak pernah salah menilai." Willow mengecup bibir penuh Troto. Ia merapikan dirinya. Rasa penasarannya sudah terbayar.


"Aku akan menemuimu lagi." Willow memeluk Troto. Bergelayut dengan berkali mengecup bibir pria yang sedari tadi hanya diam.


Willow tidak benar-benar mabuk, ia hanya menggoda Troto. Dan Willow mendapatkan apa yang ia mau dan membuat moodnya naik. Ia kembali ke kamarnya. 


Ketukan pintu terdengar. Braxton berada disana. "Masuk?" Braxton masuk. "Sudahi main-mainmu, kabar apa yang kau bawa?" 


Braxton duduk, Willow mulai membuka layar lebar nya. "Ini peta High Majesti, kita akan menghancurkan tempat itu sebelum mencari Marzon"


Braxton mempelajari peta rumit itu. "Zale sudah menandai dimana saja kita bisa menyusup" Braxton mengangguk. "Lalu besok Zale akan membawa kita ke Phoenix Way"


*


*


*


Mereka bertiga memasuki ruangan dengan cermin besar. Portal dimensi. Dengan sigil masuk dalam Phoenix Way. Mereka tiba juga. Mereka melihat robot toples yang berlalu-lalang. Berbaur dengan warga Phoenix Way.


Willow dan Braxton, berubah menjadi klan Guapo, rambut mereka berwarna keperakan, bola mata mereka berubah keemas juga gigi mereka yang runcing.


Mereka berubah saat menapaki Phoenix Way. Willow tak ingin memakai tudungnya, ia ingin memamerkan rambut keperakan yang cantik.


Mereka berjalan berkeliling untuk mengamati keadaan. Pengumuman tentang penobatan Raja dan Ratu menjadi topik hangat di kalangan warga dunia.


Dan banyak warga Phoenix Way yang berdatangan. Mereka yang berada di dunia atas dan tengah, semua meluangkan waktunya menyambut Ratu dan Raja baru.

__ADS_1


Jalanan sangat padat, Willow tak sengaja menyenggol tubuh seseorang. Mereka saling tatap. Willow terkejut namun ia bisa rmengendalikannya. Orang yang ditabrak tidak mengenalinya.


"Alamira" Zale menyapa sosok yang Willow tabrak. "Ah Zale kau juga kembali, mengincar kristal abadi, huh!" Ejek Alamira.


"Kau juga pasti, siapa yang tak ingin mendapatkannya. Aku memang menginginkannya." Zale tak menampik.


Willow mengambil sebuah kerikil dan melemparnya ke Alamira. "Ouch" pekikan kesakitan.


Alamira mencari siapa yang iseng padanya. Kesal. Tapi entah mengapa saat ia menatap Willow dan Braxton ia seperti pernah melihatnya.


Zale mengenalkan mereka sebagai Wol bersaudara, klan Guapo. Alamira tak begitu berminat, ia hanya melirik pada Wol bersaudara itu.


Ia merasa pernah melihat sorot mata itu, tapi dimana. "Kau dan Klanmu itu memang serakah dan licik" ejek Alamira.


"Jangan hanya mengejek klan Guapo, apa para tetua mu tidak serakah dan licik? Kami sudah tinggal di luar area Phoenix Way, tapi terus saja mereka mengganggu kami" ujar Zale panjang lebar.


"Mereka seperti kumpulan bandit sakit hati, memalukan" ejek Zale telak.


Di High Majesty adalah kumpulan dari bangsa hewan yang hidup di dua alam. Bangsa Amflipiya terdiri dari beberapa Klan Frogue, Klan Crips, Klan Croc, Klan Mand, juga ada Klan Trtle.


Setiap klan memiliki tetua masing-masing yang akan menjalankan pemerintahan di High Majesty.


Dulu Guapo tergabung menjadi salah satu klan di High Majesty, Dan klan Guapo menjadi idola di kalangan klan lain, sering terjadi perkelahian antar klan, hanya untuk merebutkan orang-orang di Guapo.


Dan diputuskan oleh pemerintahan High Majesty untuk mengeluarkan dan mengusir klan Guapo sejauh mungkin dari High Majesty.


Dan peristiwa itu, terjadi sudah lama. Namun sakit hati Klan Guapo yang terusir. Karena Klan Guapo menganggap peristiwa itu bukan kesalahan mereka. Dan mengapa mereka yang harus dikorbankan. 


Peristiwa itu juga menjadi dendam turun temurun. Dan membuat Klan Guapo sangat tidak menyukai High Majesty hingga kini.


Karena ada fakta lain dibalik peristiwa itu. Fakta bahwa Klan Guapo menjadi idola yang otomatis jika dilakukan voting untuk siapa-siapa saja yang akan menjabat di pemerintahan maka Klan Guapo akan menang telak.

__ADS_1


Mereka akan menguasai sebagian besar kursi pemerintahan dan klan lain merasa keberatan.


Dan peristiwa itu merupakan kesempatan mereka yang tidak menyukai klan Guapo, untuk menyingkirkan tanpa mereka mengotori tangan sendiri. Licik, picik dan serakah.


"Dan bilang pada Tetua kalian, jangan pernah mengusik kami, atau kami akan tunjukan bagaimana yang namanya mengusik versi kami" nada ancaman terdengar dari Zale.


"Kau mengancam kami" lelaki yang sedari tadi diam itu bersuara. "Oho tentu tidak, Jacklyn, mana kami berani, tapi jika kalian ingin tahu bagaimana cara kami 'mengusik' kalian bisa kirim lagi lebih banyak 'pengusik' dan akan kami bakar hidup-hidup"


"Bukannya kami sering mengirim hasil 'pengusik' dalam bentuk yang bisa tetua kalian nikmati" banyak hal ambigu yang Zale katakan dan itu membuat Alamira dan Jacklyn meradang.


"KAU!" Pekik keras, Jacklyn siap merangsek maju. Kalau tidak ada tangan menghentikan gerakannya. "Tahan dirimu, buddy!" Seorang lagi berdiri didepan Zale.


"Zale lama tak bertemu? Wol bersaudara ya? Orang Nokturnal?" Mendengar itu Willow yang tadinya malas dan ingin segera melanjutkan perjalanan, meliriknya dan Braxton memandang pria tersebut datar.


"Hilton, kau sepertinya paham, dulu mereka masuk klan ular" senyuman miring ia perlihatkan, Klan ular biasa digunakan High Majesty menyusupkan manusia kelas atas yang berani membayar mahal untuk masuk ke Phoenix Way.


Tentu pria yang dipanggil Hilton itu merasa terganggu. Karena ia yang bertanggung jawab di High Majesty untuk urusan menyusupkan manusia ke dunia bawah, Namun ia pintar mengontrol emosinya.


Hilton menangkap apa maksud Zale, pelanggan mereka, beralih menggunakan jasa Zale.


Sialaan! Siapa yang membuatnya harus kehilangan muka saat ini pikirnya.


"Kalau begitu kita duluan, senang bertemu kalian, sampai jumpa" Zale sudah puas melihat perubahan wajah Hilton, sebaik apapun pria itu menyembunyikannya Zale bisa membacanya.


Rasanya begitu menyenangkan. Membuat musuhmu terdiam kalah.


"JAKCLYN!" bentak murka Hilton. Tanpa kata ia menghantam pria itu. Menyalurkan kemarahan dan rasa dipermalukan di depan bawahannya. 


"SIALAAN! SIALAAN!" makian juga tinjuan Jacklyn terima. Ini sudah biasa terjadi. Alamira masih melihat punggung Zale dan kedua Wol bersaudara itu. Tangannya terkepal erat hingga darah segar menetes.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2