
"Sial! Kemana ba jingan itu!" Braxton memaki.
"Kau diperdaya oleh anak buah kakakmu sendiri Braxton! Menggelikan!" Willow meremehkan lelaki itu, dan ia memang tidak suka dengan Braxton sejak melihatnya pertama kali.
Pria flamboyan penyuka nenek-nenek. Julukan Willow untuk Braxton. Berondong Lamorna. Si nenek menyusahkan. Dengan angkuh selalu memerintah Willow ini dan itu.
Mengesalkan, menjijikan.
Willow menaiki kendaraannya. Sangat sia-sia mengikuti pria itu terlalu buang waktu. Ia tahu bagaimana trik DarkHole. Tidak mungkin mereka dengan mudah ditemukan.
Willow mencoba memasuki radar yang ia temukan tadi saat mengikuti Braxton. Willow mencoba menguliknya. Membokar. Willow tersenyum menyeringai. Ini adalah radar buatannya. DarkHole masih menggunakannya. Bodoh sekali.
Ia menekan tombol kecil disisi pinggir radar dan kembali bisa digunakan. Ia meletakkan radar dengan alamat tujuan Juan. Dan langsung dengan kencang meninggalkan kawasan yang ternyata hanya untuk mengecoh mereka.
Willow masih di atas laut. Tempat hilangnya sinyal radar itu. Tengah laut?
Sheild buatan Marzon terbentuk sempurna disaat yang tepat, Marzon yang berada didalam pelindung itu bisa melihat kendaraan yang mengambang diatasnya.
"Kita beruntung" Clara Era merapikan barang-barangnya dan kembali kedalam ia ingin melihat keadaan Juan.
Pelindung milik Marzon menambahkan ilusi, tidak ada yang bisa menemukan mereka. Dan dengan isengnya ia melemparkan penyadap pada kendaraan Willow.
Marzon berbalik akan meninggalkan pintu gerbang dan ia tak sengaja melihat kendaraan yang menyusul dibelakang Willow. Dari kaca kendaraan ia melihat Braxton. Adiknya. Mengendari kendaraan pasukan khusus milik Marky.
Marzon mengepalkan tangannya, tatapannya menajam dan murka pada adiknya. Ada rasa sedih juga kecewa, ternyata sang adik memilih musuh, awalnya ia ingin mengajak adiknya masuk dalam ExSide, tapi ia urungkan karena tak ingin adiknya terkungkung dalam ExSide.
Keputusan yang benar sepertinya. Ia dan Braxton sekarang menjadi musuh. Marzon melipat bibirnya, ragu, juga bingung, tapi ia harus menyampaikan ini pada semua yang ada didalam.
*
*
*
Beberapa jam sebelumnya,
__ADS_1
Galian besar disiapkan si taman tempat tinggal Bornt Marky. Ada beberapa. Marky sendiri yang mengawasi. Ia tidak ingin bawahannya melakukan kesalahan. Ia telah mendapatkan apa yang selama ini ia cari. Pohon uang. Rasa senang mengelayutinya.
Ia melihat kendaraan besar datang. Dan terparkir didalam rumahnya. Kendaraan itu membuka pintu belakangnya.
Marky menunggu dengan menyeringai senang. Dan terlihat sesuatu yang ditutupi oleh terpal besar. Sengaja. Marky memang meminta pohon itu ditutupi dan jangan ada yang berani melihat kedalamnya. Mereka mematuhi.
Hanya terlihat batang pohon dan akar yang kuatnya yang tersulur dari dalam polibag hitam jumbo itu.
Marky mengawasi dari ruangannya, ia melihat dari jendela besar dan para bawahan tahu. Mereka bisa melihat Marky disana.
Dengan teliti dan perlahan bawahannya menanam batang pohon yang mereka masih tidak tahu pohon apa itu. Ada sekitar lima pohon besar.
"Juan pesan pada Daniel, pupuk terbaik untuk menjaga anak-anakku itu. Kau harus segera melepaskan terpal dan tidak ada yang boleh melihatnya!" perintah Marky.
"Baik Tuan!"
"Aku serahkan anak-anakku itu padamu. Kau boleh membawa beberapa bantuan namun garis bawahi jangan sampai ini bocor keluar!" ancam Marky. Ia tak ingin melihat adanya pengkhianat.
"Baik Tuan"
"Aku peringatkan padamu sekali lagi! Habisi jika ada yang tahu tentang ini!" telak Marky. Kemudian ia berjalan menjauh.
"Baik Tuan"
"Mengerti Tuan!"
"Selamat pagi Tuan Daniel, Saya Juan, dari Nokturnal. Apa anda bisa mengirim beberapa pupuk terbaik Anda?" tidak perlu waktu lama, Juan melakukan apa yang di perintahkan Marky.
"Oh tentu bisa, Mr. Juan, nanti saya segera kirimkan ke Nokturnal."
"Bisa kirim langsung ke Monts Side. Di kediaman Bornt Marky?"
"Bisa, kirimkan saja alamatnya padaku"
"Okey kau bisa kirim billnya padaku, terima kasih" kemudian Juan mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Marky mengawasi setiap tindak tanduk Juan. Senyuman puas terpancar dari wajah Marky. Ia sangat selektif. Untuk menjaga apa yang ia inginkan selama ini. Ia tak main-main.
Juan kembali mengerjakan tugasnya. Malam harinya. Juan dengan bantuan beberapa robot maid, melepas terpal yang melingkupi pohon-pohon uang itu.
Juan pertama kali melihat, ia tak bisa berkata apapun. Ternyata seperti ini penampakan pohon uang. Pohon yang hanya menjadi khayalan orang-orang.
Pohon besar dengan daun uang yang hijau dan rimbun. Dan ia jadi bingung. Bagaimana cara merawatnya, apa sama seperti merawat tanaman lain kah? Atau ada cara khususnya?
Juan pun dengan sengaja memetik uang, ingin merasakan memetik satu lembar. Dan dengan cepat daun uang itu menciut lalu mengering.
Ia mengambil catatannya. Berarti mereka tak bisa sembarangan memetiknya, apakah harus ada teknik khusus untuk memetiknya? Atau harus menggunakan sesuatu?
Ia menulis semua apa yang ia temukan. Kemudian nanti ia akan berikan laporannya pada Marky.
Juan meninggalkan pohon-pohon itu, ia berpindah pada bibit kecil dari pohon itu. Ada ratusan dan setengahnya mati.
Marky murka karena mereka tak hati-hati saat mengambilnya. Juan tahu itu hanya alasan dari Lamorna, Lamorna ingin memiliki bibit itu juga.
Lamorna tahu tentang bibit apa itu, hingga ia mau berjalan sendiri untuk mengambil bibit itu di DarkHole. Juan tahu semalas apa wanita tua penyuka lelaki muda itu. Wanita tua yang otaknya hanya ada kekuasaan juga se ks itu.
Juan pernah akan menjadi sasaran Lamorna tapi ia ditolong oleh Marzon dengan menjadikan bagian dari ExSide. Disana Juan dijual dipasar gelap yang ada di Nokturnal.
Lamorna dan Marzon saat itu berebut dalam tawar menawar yang cukup pelik. Lamorna menyerah saat Darius membisikkan sesuatu tentang Marzon pada Lamorna. Bagus saat itu Lamorna menyerah hingga Juan selamat.
Juan juga beberapa kali melihat adik dari bosnya yaitu Braxton Wright berjalan mesra bersama dengan wanita yang harus Braxton panggil dengan sebutan nenek itu. ia saja tidak sudi tapi mengapa? Ah sudahlah. itu bukan urusannya, pikirnya kala itu.
Ia belum memberitakukan Marzon tentang ini tapi instingnya mengatakan Braxton ada di kubu musuh. Dan Juan sangat berat jika harus menyampaikan pendapatnya ini.
Juan tahu sesayang apa Marzon pada adiknya itu. Bahkan Marzon berniat mengundurkan diri dari jabatan pasukan elitenya karena sang adik juga menginginkannya, namun sebelum semua terwujud. Pemberontakan Marzon telah diketahui.
Juan yang sedang menelitipun terdiam karena pikirannya. Apa ini ada hubungannya dengan Braxton, tentang pemberontakan Marzon yang telah diketahui. Juan meletakkan penelitiannya. Dan dengan cepat ingin menghubungi Marzon.
Ia keluar laboratorium milik Marky dengan tergesa. Ia tak menyadari seseorang melihatnya, dan mulai mengikuti Juan.
Juan harus menjauh dari Nokturnal, ia mempunyai tempat dimana apa yang dia lakukan tak terdeteksi oleh Nokturnal. Ia mengelurkan alat komunikasinya. Dan berusaha menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Juan sepertinya kau sibuk sekali" sapaan yang membuat Juan terpaku.
tbc.