DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 45


__ADS_3

"Aku ingin menitipkan dia padamu"


Shelbi terdiam pada tempatnya. Ia melirik remaja perempuan yang ada di balik punggung Raskal.


*


*


*


Semua mata menatap Shelbi. Ia berada di kantin. Ia duduk bersebelahan dengan Spring Sorow. 


Ia duduk bergabung dengan partnernya seperti biasa namun suasana begitu hening dan canggung.


 Wajah datar Spring menatapi semua yang ada di meja itu. Ia lama menatap pada Willow. Merasa diperhatikan Willow mendongak dari acara makannya.


"Mau?"


Willow menawarkan sup hangat yang ia makan. Para penonton yang melihat interaksi itu, jantungnya ikut berdebar menanti jawaban Spring.


Anggukan dari Spring Sorow membuat para penonton takjub. Willow mendorong mangkuk sup yang masih tersisa banyak.


Spring melahap sup hangat milik Willow hingga tandas. Tangan Willow terulur. Ia menepuk kepala Spring Sorow pelan.


"Anak baik" puji Willow.


Shelbi terharu. Ia tersenyum. Ia telah menghabiskan waktu dengan Spring tak lama tapi ia tahu Spring anak baik. Ia hanya tidak bisa mengontrol kekuatan yang ada pada dirinya


"Spring mau tambah sup?"


"Ya please"


"Aku ambilkan sebentar"


Shelbi pergi ke tempat makanan berada.


"Spring kau suka Shelbi?"


Ucapan Willow membuat semua orang di meja itu memandangnya.


Spring mengangguk cepat.


Melihat itu Olugi juga gatal ingin bersuara.


"Kalau dengan Raskal? Kau suka?"

__ADS_1


Spring kembali mengangguk dengan cepat.


"Kalau dengan Will, kau suka?" Tanya suara berat milik Zackary.


Kembali anggukan Spring cepat.


"Ah manisnya" Fernandes yang sedari tadi bersembunyi, ia takut menyakiti. Akhirnya muncul dengan mengusap kepala Spring.


Lalu dengan ganas Ia menyingkirkan tangan Fernandes. Dan nafasnya mulai memburu. Ia menatap tajam pada pria itu.


"Ck! Fernandes!"


"Kenapa?"


"Kenapa?"


Willow mendekati Spring. Ia mengkup wjah anak perempuan itu.


Spring Sorow anak remaja perempuan usia 15 tahun.


"Hei, tak apa, okay" lalu tangan Lime menutup mata Spring. Tepukan punggung Willow menenangkan. Juga elusan kepala dari Lime.


Mereka berdua sudah diwanti-wanti oleh Raskal untuk membantu Shelbi merawat Spring.


Shelbi menarik kerah belakang Fernandes. Kilatan kemurkaan Shelbi terlihat. Ia tak harus mengetahui detail mengapa Spring lepas kendali.


"Tap—"


"Kita pergi dulu" 


Lazarus dan Olugi beranjak dari tempatnya dan pergi menyeret Fernandes menjauh.


Dirasa nafas Spring telah normal. Lime melepas tangannya pada mata Spring. Begitupun dengan Willow ia telah menyingkir. Dan Shelbi sudah berdiri dengan nampan berisi segelas air dan sup.


Zack yang ada didepan Spring mendapatkan pandangan datar dari Spring. Ia tak peduli. Zack melanjutkan makannya.


BYUR!


PRANG!


Zack menghentikan kunyahnya. Ia menatap lurus pada Spring yang tersenyum miring. Wajah lelaki itu basah. Ia mengusap air dari wajahnya dan menyipratkannya pada Spring.


"Anak nakal!" Geramnya.


"Kau ingin bermain, huh?!"

__ADS_1


Spring berlari gesit ke taman markas.


"Zack hati-hati" ucap Shelbi.


"Semoga tidak ada yang terluka."


"Kau tenang saja. Ingat yang Raskal katakan, Gadis itu mulai akrab dengan Markas dan juga orang-orang yang berseliweran jadi, ia tak akan terlalu defensif seperti saat Raskal berhadapan dengannya."


Lime mengingatkan Shelbi. Shelbi hanya mengangguk. Apa ia bisa? Keraguan itu muncul lagi. Namun sekali lagi ia tepis keraguannya. Ia pasti bisa menjaga Spring dengan dukungan para rekannya.


Zack mengangguk sudut bibirnya melengkung. Ia sangat ingin tahu seberapa bisa ia menangani bocah remaja itu.


Saat Raskal bertanya pada Shelbi ia juga butuh bantuan prajurit lelaki untuk bisa mengurus Spring, Minimal dua, dan Shelbi percayakan pada Zack juga King.


King mengawasi dari kejauhan. Lalu dengan santai meninggalkan kantin. Ia harus berada dimana Spring berada.


Spring dan Zack masih saling mengejar. Mereka memasuki hutan buatan milik Giant Pipe.


Spring membuat adrenalin milik Zack yang adalah klan belut listrik terpacu. Ia menghindari serangan bola-bola api milik Spring.


Bahkan sesekali Zack menangkap bola api Sping dan menambahkan kekuatan listriknya dan mengembalikannya pada Spring.


Zack mendapatkan peringatan jika mereka akan memasuki daerah terlarang di hutan itu. Zack mengumpulkan bola-bola api Spring.


Di Tangannya ia memiliki bola api besar dengan memasukkan sedikit kekuatan petirnya ia melesakkan ke arah Spirng.


"Arh"


Spring terjungkal. Tubuh yang terlihat ringkih itu terguling. Waktunya  Zack menusukkan jarum suntik pada bahu gadis itu. Spring memberontak keras  ia berhasil lari, tapi tak lama. Tubuhnya terhuyung dan ambruk.


Zack menatapi gadis yang sudah tak sadarkan diri. Lalu mengangkatnya, ia membopong tubuh gadis itu.


"Thanks Zack" ucap Dokter Hexa.


"Kau kembalilah ke markas. Aku akan tangani disini"


Zack hanya mengangguk. Ia keluar disana ada Shelbi, 


"Tak apa" ucap Zack.


"Thanks Zack" 


Lelaki itu beranjak pergi sebelum menepuk pundak Shelbi. Ternyata bocah itu hanya ingin bermain saja. Ia tak seperti yang dirumorkan, pikir Zack.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2