DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Melebur Nokturnal 2


__ADS_3

"Siap aku kesana" Amber dan Jenny menggunakan robotnya ia berlari ke tempat Alex berada.


"Di sayap kiri FoxSide" ucap Amber. Ia memantau Alex yang dikepung dengan pasukan elit milik Nokturnal mereka dengan tamengnya juga persenjataan lengkap.


Sedangkan Alex kehabisan senjata. "Siaal!" Makinya saat ia hanya melongokkan kepala. Serangan bertubi ia dapatkan.


Dor! Dor! Dor!


Desingan senjata api terdengar nyaring. Alex mencoba mengintip. Namun kembali masuk ke dalam persembunyiannya.


Harusnya ia tak melepas semua alat yang menempel padanya. Ia tadi masuk ke sebuah ruang yang membuatnya penasaran.


Ruangan gelap dan sempit. Dan mengharuskan Alex melepas semua atribut dan senjatanya.


Ini ruang rahasia data lama Nokturnal. Alex menyalakan senter dan membaca laporan penelitian mutan. Yang mereka lakukan diam-diam dan itu menggunakan para manusia di sebuah desa.


Juga ia melihat sebuah map dengan judul HideDome, tempat tinggal mereka dulu. Berkas tebal berwarna biru. Ia ambil. Dan membukanya. Matanya melebar mengetahui apa yang disembunyikan didalamnya.


Dengan cepat Alex memindahkan data-data itu dalam file. Dengan cepat, sebelum ada yang menyadari keberadaannya. Langkah kaki berderap terdengar dan berdiri dibalik pintu.


Ia kembalikan berkas ke tempat semula dan kembali masuk ke dalam persembunyiannya. Perlahan Alex menggapai tali besi dan mengangkatnya naik.


Ia masuk ke dalam lubang angin, dan kembali menutupnya sepelan mungkin agar tak menimbulkan suara.


Ia mengintip. Dari cela-cela lubang udara. Laser merah menangkap dirinya. Alex dengan cepat menghindar namun sayang ia ketahuan.

__ADS_1


"Penyusup"


Teriak pasukan elit itu. Senjata ditembakkan ke tempat persembunyian Alex. Suara besi yang menjebol besi terdengar sangat nyaring.


Barier dari dunia bawah sangat berguna, ia jadi tak tersentuh. Saluran lubang angin itu hancur.


"Penyusup itu berada di lubang angin, periksa semua lubang angin!" Perintah ketua pasukan elit.


"Bedebaah!" Maki Alex.


BRUGH!


"Urgh!"


"ARK!"


"Ketua?" Panggilan anak buahnya terdengar dari alat komunikasi mereka.


Derapan langkah kaki yang berlari mendekat terdengar. Dengan gesit Alex keluar ruangan, ia melihat dua pasukan mendekat.


"Itu dia, kejar!" Keduannya mengejar Alex dan beberapa menyusul dan beberapa masuk kedalam ruangan dan menemukan ketua mereka yang tewas.


Alex memacu larinya, ia meninggalkan semua senjatanya pada lubang angin. Ia bersembunyi. Ia mengintip tak lagi ada yang mengejarnya. Ternyata Alex salah. Pasukan elit telah membuat barier dan siap menyerang Alex.


Serbuan serangan membuat Alex kembali bersembunyi ia telah menyadari suara teriakan dengan banyaknya desingan namun tidak mengarah ke tempatnya.

__ADS_1


"Kau dimana?" Amber mencari tahu. Alex mengintip ia melihat dua robot toples menyerang pasukan elit itu.


"Aku di depan robot kalian" ucap Alex dengan melambai ke arah robot toples. 


"Segera pergi dari sana" perintah Amber. 


"Aku sudah mengirimkan peta nya." Alex mengangguk.


"Elle kau dimana?" Ucap Alex.


"Aku sudah ditempat," 


"Oke aku kesana" Alex berlari setelah mengaktifkan petanya.


Di depannya terdeteksi dua musuh. Alex membenarkan alat pelindung kepalanya. Dan mulai menyerang kedua pasukan  elit itu. Ia menyerang kepalan tangannya pada setiap orang dan menendang perut mereka.


"Arg!"


Keduanya mundur beberapa langkah. Menahan nyeri serangan Alex lalu mereka kembali menyerang bersamaan dan ia melompat, tendangan keras Alex tujukan pada salah satunya. Lalu dengan bogem kuatnya Alex mengincar titik Vi tal musuh.


Kedua pasukan Elit terkapar tak berdaya, tak sadarkan diri. Kembali Alex mengayunkan langkahnya menuju tempat Elle barada.


Ia hanya berlari dengan mengikuti peta tanpa tahu ada sosok yang mengincarnya. Geraman terdengar.


"Alex belakangmu!" 

__ADS_1


Sosok hitam besar melompat, menyergap dirinya.


Tbc.


__ADS_2