DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto 31


__ADS_3

Saat ini adalah tahap akhir dari pelatihan para Jonny. Dan diadakan pertandingan antar tim. Yang akan ditonton oleh para rakyat.


Ini sebuah acara tahunan di Guapo. Seperti festival akhir pelatihan yang dirayakan bersama rakyat Guapo.


Banyak stan makanan, tempat permainan dan hiburan. Juga acara utama pertandingan akhir.


Luford sudah tahu siapa yang selama ini dia kejar. Anggota Giant Pipe. Tak sengaja ia melihatnya dalam rombongan para petinggi.


"Aku menemukanmu cantik" tampak dengan senyum miring milik Luford.


Ia berada di antara kerumunan. Tidak untuk menyerang festival namun mereka mengawasi para petinggi yang hadir.


Tatapannya selalu mengikuti kemana Willow pergi. "Siapa dia?" Tanyanya pada sang tangan kanan.


"Namanya Will, Ia salah satu Jonny dengan peringkat teratas." Jawab seseorang dengan penyamaran tertutupnya.


"Dan berkumpul dengan para petinggi? Menarik"


"Bukah asal kumpul, ia ditarik keluar dari jonny juga pelantikan dan ia saat ini sejajar Resta dan Kapten lain"


"Ternyata kau juga penggosip" lirik Luford. Ia mengepulkan asap rokoknya.


"Ya untuk ukuran cara bertarungnya ia tak mungkin level Jonny." Guman Luford. Melihat saat si kasino. Bagaimana Willow meloloskan dirinya dari Luford.


Acara akhir pelatihan yang aman. Walau ada beberapa kericuhan tapi tidak merusak jalannya acara.


Sekarang Jonny sudah menyelesaikan para pelatihannya. Tapi tetap untuk beberapa tahun kedepan mereka harus meningkatkan level mereka dengan masuk dalam banyak misi.


Mereka masuk dalam tim asli. Ada Willow disana. Resta dan beberapa senior lainnya. "Selamat kalian resmi menjadi Tim Center." Ucapan Resta di depan para rekannya.


Willow juga berada disana. Menatapi Fernandes, Zack, Lazarus juga Olugi.


Fernandes masih mengintai Tyac. Banyak yang ia temukan, salah satunya, Andreas. Mereka berdua sangat dekat seperti memiliki hubungan.

__ADS_1


Tentu Fernandes patah hati. Ia sempat ingin mundur. Saat mendapati Vtop yang mencurigakan. Tak segan Resta menangkap lelaki itu.


"Siapa yang menyuruhmu!" Vtop tak membuka suara. Ia bungkam. Didepan Resta yang mengintrogasi dirinya.


"Kapt dia tak akan buka mulut, anjing setia sepertinya." Ucap Fernandes. Degusan terdengar dari mulut Vtop.


DBRAK!


Tanpa ekspresi Fernandes menghantam sisi wajah Vtop dengan kakinya. "Tidak buka mulut tapi berani cengengesan."


"Sini kan alat itu" ucap Fernandes pada yang lainnya. Bawahan tim center menyerahkan alat berbentuk suntikan.


"Hngr!" Pekik Vtop terkejut.


Dengan ringan ia menghempaskan suntikan itu pada tengkuk Vtop. Rasa nyeri menyebar pada tengkuk belakangnya.


"Cek semuannya" Fernandes menyerahkan suntikan yang ia cabut kasar. Dan menambahkan beberapa pukulan pada perut Vtop.


Langkah kaki memasuki ruang penyiksaan Giant Pipe.


Fernandes dan Resta juga yang lainnya mengangguk hormat mendapati Jendral mereka bertandang.


"Jenderal Honduras" sapa Resta.


"Jauhkan anak buahmu dari anak buahku!" Ucapnya garang.


"Maksud dari ucapan anda a—"


"Lepaskan Vtop! Dia juga dalam misi!" Ucapnya kembali dengan nada tinggi. Resta menatap Raskal yang berada di belakang si Jenderal.


Menyengir dengan anggukan. Resta ingin sekali menonjok Raskal saat ini juga. Mengapa makhluk satu itu. Ia sama sekali tidak memberi tahu jika Vtop anggota Dote.


Anak buah Honduras segera berlari menolong Vtop yang diambang kesadaran. Tanpa banyak kata mereka memapah Vtop keluar ruang penyiksaan Giant Pipe.

__ADS_1


"Cepat panggil tetua kalian!" Honduras sangat marah.


"Baik Jendral!" Resta mengangguk, ia melangkah ke tempat Raskal berdiri.


"Kenapa kau tak bilang!" Bisiknya pada Raskal.


"Aku pun baru tahu beberapa menit yang lalu!"


"Sialaan!" Umpat Resta. Ia akan memanggil Troto. Mereka salah target. Ia dalam masalah. Mereka dalam masalah.


Saat di lorong Troto berjalan cepat, Resta hanya bisa melipat bibirnya. Ia tahu Yroto juga terkejut.


"Resta mengapa Jendral Honduras mengamuk ditempatku!" 


"Tetua, Vtop bukan target, dia anak buah Jendral Honduras" ucap Resta yang ikut berjalan cepat kembali ke ruang penyiksaan.


Troto melihat Jendral Honduras yang sudah duduk menunggu dirinya.


"Jendral Honduras, apa yang membuatmu berada di Giant Pipe?" Troto menyalami Honduras.


"Tetua kau datang" Honduras telah lebih tenang walau tatapannya tetap nyalang. 


"Anak buahmu yang lancang itu mengacaukan misi kami!" Lanjutnya.


"Maaf sebelumnya tapi orangku juga dalam misi saat ini, ada penyusup yang ingin membuat ulah di Giant Pipe. Dan anak buahmu tampak mencurigakan."


"Bahkan ia masuk ke lantai terlarang" ucap Troto panjang lebar.


"Gelagat anak buahmu terlalu mencurigakan, kami tidak ingin mengambil resiko, lagipula harusnya Dote meminta ijin pada kami bukan?" tambahnya. 


Honduras mengangguk mendengarkan. Ia juga tak banyak bertindak. Karena memang ia dalam wilayah Giant Pipe. Harusnya mereka juga ijin pada Troto.


Anak buahnya itu dikenal nekat. Bahkan belum mendapatkan persetujuan dari Honduras lelaki itu terus melakukan misinya.

__ADS_1


"Bagaimana jika masalah ini tidak usah diperpanjang? dan aku pikir, kita memiliki target yang sama" tawar Troto.


Tbc.


__ADS_2