
TIT!
TIT!
TIT!
Suara menggema di dalam kendaraan, pria itu memacu kendaraannya menyusuri tempat yang sedang ia cari dengan radar.
Ia telah menandainya, dan dirinya hampir sampai pada koordinat pencarian. Ethan tak sabar, melihat apa yang tersembunyi dari tempat itu.
Ia fokus menatap kaca depan, ia berada di atas laut luas. Menyusurinya, ia semakin dekat. Tapi ia belum melihat suatu bayangan pulau atau daratan.
"Berkabutkah?" Ia melihat cuaca, dengan persentasenya yang sangat terik dan ia tidak melihat adanya kabut.
Radar menunjukan gambar lingkaran merahnya berkedut melebar. Ia sudah berada di depan dan semakin mendekat ia berada di titik radar tepat diatasnya.
Memeriksa lagi titik koordinatnya. Apa alatnya masih tak berfungsi? Ia mencoba berkeliling, hanya ada lautan lepas.
Ethan mengitarinya, kosong hanya ada air, air dan air. Tak ada tanah, pulau dan teman-temannya.
Kembali ia berkeliling dengan pikiran yang caruk maruk dikepala, tidak dipermukaan berarti didalam laut kah?
"Hei Rush! Swim mode on!" Ia memerintahkan robot yang ada bersamanya saat ini, mendengar mesin kendaraannya sedang bekerja, mengubah diri.
"Siap Tuan" suara kaku robot yang berada dilayar. "Terima kasih Rush!" Ia meluncur kedalam lautan.
Ia tidak menemukan apapun disana. Ethan mencoba menyelam lebih dalam. Ia tidak menemukan apapun.
Terbaca di radar Erhan menjauhi titik merah, hanya ada terumbu karang, gelap, "Rush Nyalakan The light"
BAM!
Ethan sekelilingnya menjadi terang, banyak makhluk laut yang berlarian, untuk bersembunyi dari cahaya yang keluar dari kendaraanya.
Ethan berkeliling, tapi nihil, ia kembali ke titik merah. Ia melihat bayangan besar dan luas.
Ethan mendekat. Ia tak melihat dataran disana.
Bayangan besar itu adalah sebuah dataran jika kau keluar dari air. Tepat di titik yang berpendar merah. Titik dimana Ethan berada diatasnya dan tidak menemukan apapun disana.
Ethan menyusuri dan ia menemukan jalan menukik ke atas, ia menyusuri jalan yang menuju kedataran tak terlihat diatas sana. Logika bermain jika di bawah laut terdapat tembok daratan yang luas, berarti diatas sana ada sebuah pulau.
Diatas sana Ethan telah berkeliling, tapi hanya ada, lautan dan air. Dada Ethan bergemuruh, adrenalinnya terpacu, banyak prasangka dalam otaknya.
Contohnya, apa tempat tersembunyi ini yang Marky cari? Apa yang ada dalam pulau tersembunyi ini? Banyak sekali prasangka berkelibatan dalam otak pintarnya.
Ia mencapai permukaan, dan menemukan hutan dengan pepohonan tinggi. Ia terus menjalankan kendaraannya. "Rush Fade on!" Kendaraan Ethan menghilang, Ethan melihat pergelangan tangannya. Mencari perintah untuk menyembunyikan dirinya.
Ia keluar dari kendaraannya dan masuk kedalam hutan. Ethan menyusuri jalan besar memang sering digunakan oleh para penduduk pulau.
__ADS_1
Penduduk pulau? Apakah ada? Makhluk seperti apa yang tinggal ditempat ini? Banyak pertanyaan berseliweran.
SRRKK …
Ethan menjadi waspada, ia memutar di dirinya dan melihat di radarnya. Ada sesuatu yang mendekat dari semak belukar. Ethan mengeluarkan senjatanya dan mengarahkan pada sumber bunyi.
Dan seekor kelinci putih keluar dari semak itu. Rasa lega menjalari dirinya, ternyata hanya pulau biasa, jika kau menemukan hewan seperti kelinci, berarti pulau ini masih bisa ditinggali.
Ia ingin melepas mode Hide pada dirinya.
WHOOSS …
WHOOSH …
WHOOSHH …
Dari belakangnya melesat tiga orang pria, bertubuh kekar kecoklatan dengan hanya menggunakan celana jeans selutut tanpa pakaian, juga banyak tato dengan ornamen tribal.
Ethan terdiam,
"Heyoooo aku yang mendapatkannya," pria itu yang mengangkat si kelinci.
"Siaal kau Ricky, itu incaranku!" Si rambut hitam, bersedekap dada. Menatap kesal Rucky.
"Bisakah kau mengalah pada kami" salah seorang dengan celana jeans hitam. Ethan menatap orang-orang itu dalam diam.
Dan dari sisi samping Ethan muncul seekor kijang, tatapan ketiganya serempak berpindah ke kijang itu. Binaran terpancar dari mata-mata mereka.
Kijang yang merasakan ancaman pun melesat cepat. Melarikan diri.
"Aku akan mendapatkannya dan memenangkan makan siang minggu ini" si Jeans hitam melesat,
"Apa kau bilang itu milik ku!" Disusul si rambut hitam.
Ethan masih terdiam. Mencerna kejadian yang baru saja ia dapati. "Kau siapa?" Ethan memutar tubuhnya cepat. Ia masih tak bersuara.
Ricky memang tidak bisa merasakan namun ia sudah sering menemukan manusia dengan kekuatan sembunyi. Jadi kepekaannya diatas teman-temannya.
Ricky mengelus kelinci dalam gendongannya. Memberikan rumput pada kelincinya agar tenang.
Ricky menatap kearah Ethan. Ia masih menimbang apa mereka orang primitif? Namun mereka bisa berbicara lancar dengan bahasa yang sama. Pikiran Ethan yang tertutup itu membuatnya ragu.
Tapi rasa penasaran dengan apa yang tersimpan di pulau ini melunturkan keraguannya, bahkan Marky saja sampai mencari keberadaan tempat ini.
ZLENK!
Ethan memperlihatkan diri. Ricky menatap penampakan di depannya dari atas ke bawah. Pakaiannya sama dengan yang Potka kenakan. Mereka pasti dari Nokturnal.
"Ada keperluan apa dirimu bisa masuk kesini?"
__ADS_1
"Aku tersesat saat menyelam"
"Menyelam? Tak basah" melihat keadaan Ethan yang kering.
Ethan mengarahkan tangannya ke belakang tempat kendaraannya terparkir. "Fade off" ucapnya dan kendaraannya terlihat.
"Akan ku tunjukan jalan keluarnya" Ricky mengusirnya, Ethan mengerti.
"Terima kasih" ucapnya dan kembali ke dalam kendaraannya.
Ia melihat Ricky berjalan meninggalkannya. Ethan mengerutkan kening. Ia keluar kendaraan dan mengejarnya "katanya kau akan menunjukan jalan keluar" Ethan berada di samping Ricky.
"Iya ini akan aku tunjukan, bawa kendaraannya, dan ikuti aku"
Ethan berlari kembali. Lalu melajukan kendaraannya. Jalan itu bisa muat dua kendaraan.
Ricky mulai berlari dan merubah diri. Ethan mengikuti dengan melihat perubahan Ricky dadanya berdetak kencang, apa pria itu mutan. Wina. Nama itu yang muncul dalam pikirannya. Eksperimen Marky yang sebelumnya.
Tentang Wina dari laporan Potka. Mereka pernah membahas Potka yang mengetuai penelitian awal dengan Wina sebagai objek penelitian.
Tentang serigala juga Lycan. Proyek Marky yang gagal. Rasa penasaran juga cemas berputar dalam diri Ethan. Apa ini yang Marky cari. Apa didalam sana terdapat koloni Lycan? Atau bangsa serigala?
Ethan terus saja dibuat bertanya. Gerbamg besar menyambut mereka. Ia melihat Ricky berbicara pada penjaga dengan tubuhnya lebih besar dari pria itu dengan tombak di tangannya.
Anggukan yang Ethan simpulkan ia diperbolehkan melewati tempat itu. Ricky mendekatinya, "Aku ikut denganmu,"
Ricky membuka pintu kendaraan Ethan dan duduk di kursi penumpang. "Lajukan kendaraanmu dan jangan berhenti"
Ethan mengangguk, menuruti Ricky. Kendaraannya melaju masuk dalam gerbang. Ia melihat dinding setinggi dada orang dewasa yang ditutupi tanaman jalar. Menutupi pemukiman ramai didalamnya.
Ethan terpana dengan desa yang bahagia didalamnya, ia melibat anak-anak yang berlarian, bermain dengan gembira di lapangan.
Para tetangga yang saling bertukar kabar, pemukiman dengan halaman luas dan pohon buah tumbuh subur di setiap rumahnya.
Juga bunga warna warni menghiasi di setiap rumah. Ia meresakan nyaman jika berada didalam sana.
Ricky melirik pria disebelahnya. Lirikan curiga.
"Ambil kiri" suara Ricky menyentak lamunan Ethan. Ia menekan tombol kekiri maka Rush akan membelokkan kendaraannya sesuai perintah.
Ethan melirik ia akan menjauh dari pemukiman. Matanya masih terpaku pada desa itu. Hingga desa tertinggal dibelakang.
Ia disuguhi dengan benteng dengan penjagaan ketat. Di luar sangat berbeda dari keadaaan di dalam desa. Ia menemui beberapa robot-robot toples yang menyebar di sudut-sudut tempat.
Dan yang berjaga bukan sembarangan robot toples biasa ini, robot toples tempur. Robot toples yang diperuntukan ikut dalam peperangan.
Ini bukan hal yang main-main.
Tbc.
__ADS_1