DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Ras Levian


__ADS_3

"Ya"


"Yaa aku disini!" Alex mendengar suara sautan, dari penjara yang berada diujung. Alex berlari mendekati.


"Hati-hati pintu beraliran listrik!" Loreen disana. Kain ditubuhnya kusut dan kotor.


"Kau mundurlah" Alex mengeluarkan pistol dari sepatunya. Dan menembak kearah kotak yang ada menempel pada dinding.


Ctar! Ctar! Ctar!


Zzzrtt....


Doom! Doom! Doom!


Bukan hanya kotak seukuran telapkangan didinding pintu penjara Loreen yang meledak namun di semua pintu.


Menjalar seperti efek domino. Dan semua pintu terbuka. Percikan api menerangi mereka yang melarikan diri.


Loreen dan Alex bergegas pergi. Ia melihat mayat-mayat si besar yang bergelimpangan didepannya.


"Kau yang melakukanya?" Alex hanya mengangguk. "Ayo cepat kita harus pergi dari sini"


"Mereka akan memanggil semua rasnya, dan akan mengejarmu hidup atau mati." Alex mengikuti Loreen yang berlari.


"Bisa kau susupi cctv mereka. Jika bisa, hapus sekalian, jangan tinggalkan jejakmu!" Alex mengangguk kesekian kalinya.


"Kalau susah, kau bisa memasukinya melalui shield yang aku ciptakan." Loreen dan Simon memiliki ikatan darah, ia pun bisa membuat shield yang bisa menghilangkan suatu tempat namun masih banyak kelemahannya,


Makanya ia ditahan oleh para badan besar agar terus bisa menyembunyikan keberadaan tempat mereka.


Alex berkutat dengan keyboardnya, mengikuti semua arahan Loreen dan berhasil menghilangkan segala bukti kesadisan yang ia perbuat.


Tepat saat para gerombolan lain dari siberat itu datang dan menyaksikan hal saudaranya yang tewas mengenaskan.


Suara jeritan dan teriakan juga amukan melengking menggetarkan tembok maupun pepohonan. "Ini tidak mungkin!" bisik salah satu dati mereka.


"KAKAK! KAKAK!" Ia berlari pada ketuanya,

__ADS_1


"UAARGHH"


"HUAARRGHH"


"UARGHH"


"CEPAT! KAU CARI TAHU SIAPA YANG MEMBUNUH KAKAK-KAKAKKU INI"


"CARI SAMPAI KETEMU!"


"BERANINYA MEREKA!!!"


"Membunuh ras Levian berarti mancabut nyawamu sendiri!" Perkataannya disoraki oleh para pasukannya yang lain. Mereka memiliki wajah paus dengan gigi tajam dan runcing. Dengan tubuh tinggi besar dan kekar milik manusia.


*


*


*


Loreen dan Alex telah sampai ke bukit Rfizt. Alex beegegas menuju tempat Daniel.


"Titipan yang kau sukai? Huh!" Dumal Alex. Daniel meanggapi dengan raut lugunya. "Memang aku bicara titipan yang  kau sukai? Aku hanya bilang, ada titipan dan kau akan suka!"


"Dan tak tanya" cuek Daniel, ia menyambut Loreen dan kemudian mengantarkan ke kamarnya.


"Aku libur tanpa batas waktu!" Celetuknya, Siaall batin Alex. Ia melengos, menuju kamarnya. Tubuhnya serasa dihantam besi ratusan kilogram.


"Jangan lupa deadline!" Daniel berteriak dari tempatnya. Dan mendapat decakan dari alex. Daniel suka sekali mengerjai anak didiknya yang bandel itu.


Ia memang sengaja mengirim Alex untuk menyelamatkan Loreen karena sebelumnya ia mendapat sinyal SOS dari Loreen.


Ini cukup langkah, dan dengan cepat ia mengutus Alex kesana. Daniel mendapat laporan ---lebih ke makian, juga gerutuan--- dari Alex saat ia menghadapi beberapa makhluk Levian itu.


Dan dari tempatnya, Daniel meminta bantuan Amber untuk menghapus data juga jejak yang Alex tinggalkan.


Ras Levian adalah ras pendendam. Berapi-api. Gampang sekali terhasut. Gampang tersulut, dan ya mereka adalah pasukan garda depan.

__ADS_1


Daripada disebut ras Levian yang mengalahkan megalodon, sebutan ras teri lebih pas untuk mereka. Dumelan Alex ditengah ia menghajar mereka tanpa ampun.


Daniel setuju dengan pendapat itu. Ia terkekeh saja dengan semua gerutuan Alex yang sangat lucu. Mendengar kekehan Daniel Alex bertambah murka.


Ia meminta libur tanpa batasan waktu yang disanggupi oleh Daniel. Makanya Alex mau saja meneruskan aksinya. Jika tak ada take and give, ia langsung berbalik dan pergi. Tak sudi, meneruskan menyelamatkan Loreen.


Ia sudah sibuk di dapur menyiapkan makan malam, sebelum disembur oleh amukan Alex.


"Bingung, dia raja atau anak buah, sebenarnya!" Daniel mengaduk gravi untuk mash potatonya. Setelah memasukkan seekor kalkun utuh yang sudah di bumbui ke oven.


Sekarang ia menganggam sayur ditangannya. Juga mangkok berisi tomat ceri merah sangat mengiurkan. Setelah memasukkan semangkok besar mash potatonya dalam kulkas.


Daniel suka sekali memasak dan memang terbukti enak.


Sebelumnya ia sudah menyiapkan nampan berisi secangkir teh hangat juga kue yang akan ia bawa kekamar Loreen.


Tok! Tok! Tok!


"Ya" suara dari balik pintu. Pintu terbuka Loreen telah segar, juga dengan berpakaian bersih.


"Ini untuk mengisi perutmu, aku akan memanggilmu saat amakan malam tiba."


"Tak apa ini saja cukup, aku ingin beristirahat saja" Loreen menolak, ia ingin tidur di kasur hangat.


Selama dipenjara ia tidur dilantai yang becek, dengan bau amis, sangat menganggu, dan ia akan tertidur jika sudah tidak kuat menahan kantuknya.


"Okay, atau nanti aku antarkan makan malammu"


"Daniel, aku tak ingin merepotkanmu" jawab Loreen.


"Tak apa, aku akan bawakan kau roti juga susu hangat kalau gitu, tidak ... jangan menolak! Kau harus mengisi perutmu dengan makanan!" Tegas Daniel.


"Ini makanan!" Loreen menunjuk pada nampan yang ada di nakasnya.


"Tidak ada bantahan" setelah mengatakan itu, Daniel turun kedapur ia menyiapkan roti yang sudah ia hangatkan juga segelas susu hangat.


Juga mengambil kotak obat miliknya dan mengambil satu kapsul, yang akan membantu Loreen pulih dengan cepat.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2