DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kemenangan Ratu


__ADS_3

Grey mengerti apa yang Bharat inginkan, ia melebarkan sayap dan memulai menyerang. Kepakan sayapnya melambai halus namun kecepatannya melesat kencang. Menembus asap-asap dari serangan Dalgron yang ia hindari.


 Bharat mengeluarkan pedangnya, ia bersiap. Ia telah memiliki strateginya. Ia merangkak sambil berpegangan erat pada Grey. Grey memprovokasi Dalgron.


Dengan mengitari Naga raksasa itu. Dalgron terus mengejarnya. Bharat berada pada ekor Grey. "Sekarang!" Teriakkan Bharat dan tubuhnya di sentak keras, Bharat melayang dengan pedangnya.


KRASH!


Bharat memotong tanduk Dalgron. Aumann kesakitan menggelegar, suasana semakin mencekam dimana langit serasa ikut bereaksi.


Petir menyambar dengan angin kencang. Bercampur dengan raungan menyedihkan Dalgron. Tubuh Naga itu menjadi tidak seimbang. Ia oleng membentur pepohonan. Dan tersungkur merobohkan pohon-pohon dalam hutan.


Bharat melayang dan akan mencapai tanah jika tidak dengan cepat Grey menangkapnya.


Bharat berada di punggung Grey. Ia sudah kembali tegak, "Disana" ia mengarahkan Grey pada sesuatu berkilau yang juga jatuh bersamaan dengan tubuhnya.


Grey kembali mengepakkan sayapnya. Bharat melihat benda itu dan meraih dalam tangannya. Ia menepuk punggung Grey dan melayang tinggi.


Bharat melihat tanduk berkilau itu. Bekas sayatan terlihat jelas. Suara gemuruh terdengar dari bawah. Yang semakin lama semakin nyaring.


Naga itu bangkitbdan menghempaskan sayap besarnya. Angin dari sayapnya menyapu pepohonan di sekelilingnya.


Tak berapa lama ia mulai mengejar Grey juga Bharat. Melesat cepat menuju Grey. Grey memacu kecepatannya untuk menghindar.

__ADS_1


"GRAAHG!" Lalu api besar menyembur ke arah Bharat. Grey dapat menghindar. Dalgron mengamuk, ia mengikuti Grey tepat di belakangnya. Di wajahnya terdapat cairan kehijauan dari pangkasan tanduknya.


"Hati-hati Grey!" Bharat menepuk punggung Grey. Ia tahu naganya juga kelelahan.


Grey memacu pada pegunungan dengan pohon yang lebat, bersembunyi diantaranya.


Dalgron kehilangan mereka, suasana mendung gelap mengganggu penglihatannya.


Raungan demi raungan terdengar juga hujan semburan api dimana-mana. Dahlgren membakar hutan itu. Dan mau tak mau Bharat dan Grey harus menyelamatkan diri, keluar dari persembunyiannya.


Melihat Grey Dalgron menyerang dengan mengeluarkan bola-bola api yang meluncur ke arah Grey. Dan satu diantaranya mengenai Grey.


Grey tersentak dan mulai tak sadarkan diri. Membawa Bharat yang juga ikut terjatuh dari tubuhnya. Matanya yang sayu. Saat melihat tubuh Bharat meluncur ke bawah. Grey mendapatkan kembali kekuatannya.


Mayanya melebar, mencoba mengepakkan sayap. Bharat pun seakan kesadarannya semakin hilang.


Kiakan nyaring terdengar. Bharat terbalik ia melihat seberapa dekat ia dengan tanah, ia memejamkan matanya tapi ia tak merasakan kehancuran tubuhnya,


Ia mengintip ternyata ia dibawa teebangbsemakin tinggi. Kiakan familiar menyadarkan.


"Thanks Red!" Phoenix itu hanya melirik Bharat dan kembali melempar dirinya pada punggung Grey yang sudah menunggu mereka.


Grey ikut murka, matanya tajam menatap Dalgron dengan tekad menghabisi. "Ayo! Serang!" Perintah Bharat yang juga memiliki tekad yang sama.

__ADS_1


Mereka meluncur ke arah dimana Dalgron melayang di atas sana. Geraman nyaring memecah langit. Dengan petir dan guyuran hujan yang entah kapan mulainya.


Bharay menggunakan sihirnya menyatukan kristal abadi dengan pedangnya.


"HYAAAARG!" Bharat siap dengan pedang yang berubah menjadi lebih kokoh, Grey dan Dalgron saling menyemburkan apinya.


Grey terus maju. Dan hingga mereka mendekat. Bharat berdiri pada punggung Grey dan berlari dengan pedang pada kedua tangannya.


Ia melompat dan masuk kedalam mulut Dalgron, hunusan pedangnya mengacak sumber kekuatan Dalgron.


Ledakan besar terjadi akibat dua kekuatan besar bertabrakan. Grey dan Bharat sih tak terlihat. Namun gumpalan hitam dengan asap pekat yang tadinya berukuran kecil menjadi besar, Portal dimensi terbuka diatas sana diiringi gelegaran petir juga kilat terang seperti cahaya kamera.


Semburan api juga lahar bermunculan dari dalam ledakan besar itu. Terlihat Bharat yang terpental juga melayang di antara, bunga api juga lahar. Panas. Bharat dalam keadaan tak sadarkan diri.


Kiakan nyaring mendatangi dirinya. Suara yang ia dengar sebelum kegelapan merenggut Bharat.


Grey, ia terhempas dan terbanting di tanah, tubuhnya berguling. Kepala nya tak fokus, ia terlampau lelah, berdiri saja ia tak mampu. Namun ia berusaha, tak mungkin ia meninggalkan Bharat sendiri.


Namun ia melihat burung merah di depannya dengan mencengkram tubuh Bharat.


Grey berusaha berdiri dan mengepakkan sayapnya. Red meletakkan Bharat pada punggung Grey dan mencengkram sayap Grey dan membawa mereka keluar.


Membawa mereka ke portal dimensi yang terbuka diatas sana. Suara kiakan dari Red semakin nyaring dengan kepakan yang menghindarkan Grey juga Bharat dari hujan api juga lahar.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam portal, hamparan bunga daisy menyambut mereka juga sudah ada Sunna dan Haiyla yang menunggu. Kedatangan Ratu mereka.


Tbc.


__ADS_2