DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kola Yang Aneh


__ADS_3

"Earth call Kola!" Tepuk Alex pada pundak pemuda itu. "Hah! Kenapa?" Jawabnya linglung.


"Kau yang kenapa? Sedari tadi aku mengobrol dengan dinding? Dan kau hanya melamun juga pandanganmu kosong!" Seru Alex.


"Kau ada masalah?" Alex penasaran. Inilah yang ia temukan saat melihat Kola, sodara angkat Camy ini.


Ya Alex dan Elle diminta Camy untuk membantu Walabi Corp. Kerena ia sibuk membantu perusahaan Pina, Palm Strom.


Ternyata sistemnya yang bermasalah tak semudah itu diperbaiki.


Dan masalah bertambah saat Camy ikut dalam tim memperbaiki, ia melupakan hal kecil yang berakibat lebih fatal.


Camy harus ekstra teliti. Kadang ada saja masalah kecil yang selalu ia lupakan, tapi Pina tahu Camy tak mungkin sebrono itu.


Camy juga tahu ia tak mungkin lalai, selalu mengecek berkali hingga pengecekan terakhir. Begitulah cara kerja Camy.


Dan satu yang Camy curigai, Sekertaris Pina, Helga, namun ia tak punya cukup bukti. Ia sedang mengumpulkan bukti-bukti itu.


Alex kembali menepuk bahu Kola, kali ini Kola terdengar mengaduh. Bahunya terasa perih. Tepukan Alex tak sesabar tadi. Di abaikan saat menerangkan kerjaan dan nanti ia harus mengulanginya lagi itu membuang banyak waktunya.


"Kau sangat tidak efesien, ingat Kola kau sekarang yang memegang kendali di Walabi Corp." Ingat Alex ke Kola.


Namun Kola hanya menghela nafasnya berat. Sejak ia bertemu dengan teman Alex, Flesi, Artis yang sedang naik daun itu, pikirannya tak henti membayangkan wajah cantik wanita itu. Flesi.

__ADS_1


Menggumamkan namanya saja membuat degup jantungnya terpacu kencang. Rasa ingin selalu melihat wajahnya langsung, Ia hadir di setiap wanita itu tampil. Ini gila! Apa yang sedang terjadi padanya.


"Kau bahkan sering pulang cepat dan hilang begitu saja," komplain Alex pada kelakuan Kola. Dan tak Kola dengar. Kupingnya tersumbat oleh debaran kencang yang ia rasakan.


"Hah! Sudah aku menyerah, lebih baik aku keejakan dengan Elle saja" Alex meninggalkan Kola yang sedang mengacak rambutnya.


Alex masih tak tahu bahwa Kola selalu menyempatkan diri menonton pertunjukan Raflesia.


Dan ia tak tahu sumber masalah yang Kola rasakan adalah teman yang ia selamatkan itu, Yang ia tahu Kola pulang cepat dan tak bisa lagi digubungi dan itu sering terjadi belakangan ini.


"Cam, aku bekerja dengan Elle saja, adik angkatmu entah mengapa agak aneh akhir-akhir ini, bisa kau tanyakan padanya ada apa dengannya? Ini sangat menganggu Cam" jelas Alex saat mereka mengadakan rapat dengan Pina dan Camy. Dan lagi-lagi Kola absen saat itu.


Alex berjalan gusar. Ia melihat Elle sibuk meletakkan tas kertas coklat yang Alex taksir berisi sarapan.


Ia mengambil membuka kertasnya dan melahapnya.


"Kau sangat lapar dan emosi?" Pernyataan Elle membuat dirinya mengangguk dengan mulut penuh.


Ia merogoh dan mengambil segelas soda dan kentang. Menyedot minuman yang perih ditenggorokan itu. Dan meletakkan roti lapis, ia meraih saus dan menumpahkan pada pinggir kertas kentangnya.


Ia mencomot banyak-banyak kentang goreng itu. Elle hanya menggeleng dengan menikmati bagel dengan smoke salmon, menikmati sarapannya tidak seperti wanita disampingnya yang bar-bar.


"Oh iya aku mengerjakan proyek Walabi bersamamu?" Alex hanya mengangguk.

__ADS_1


"Memnag kau ada apa dengan Kola? Sebelumnya kau dan dia sangat kompak" kembali Elle mengigit bagelnya, rasa krim keju menyeruak dipadu dengan gurihnya smoke salmon mengaduk dalam mulutnya.


"Entahlah, ia sekarang sering melamun dan tak konsentrasi, pekerjaanku banya yang tertunda, dan aku sangat malas jika harus menunggu tibal balik yang lama" keluh Alex.


"Sedang patah hati mungkin?" Lontar Elle yang membuat wajah Alex menjadi cerah.


"Ah bisa jadi, aku lupa hal itu, mungkin dia sedang bertengkar dengan pacarnya. Nanti aku tanyakan pada pemuda nakal itu" runtuk Alex.


"Kau tahu ia punya pacar?" Tanya Elle, "Tidak" Alex kembali, memasukkan tangan ke tas kertas dan menemukan sekotak nugget yang masih hangat.


Ia membuka dan mengambil dua buah lalu memasukkan dalam mulut.


"Aku hanya tak terbayang, tapi mungkin saja, karena kesibukannya yang bertambah jadi kekasihnya marah padanya."


"Ya kau tanyakan saja" Elle menyeruput kopi hangatnya. Ia selesai, ia berjalan menuju gantungan baju mengambil jas putih dan mengenakannya.


"Mari kita kembali ke realita" Alex mengikuti Elle, ia bekerja bersama, ia kembali keruangan yang tadi ia tinggalkan, Kola tak terlihat batang hidungnya.


Ya sudah benar kata Elle saatnya kembali ke realita. Penelitian ini, tak begitu saja bisa menyelesaikan dirinya sendiri. Ia perlu bantuan Alex. Tentu saja.


Elle telah berkutat dengan penelitiannya. Sama dengan Elle, Alex pun begitu.


Mereka fokus pada dunianya masing-masing. Tak menyadari adanya penyusup mengakses sistem mereka melalui tangan kedua, yaitu Palm Strom.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2