DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Melebur Nokturnal 3


__ADS_3

"Ark"


Sosok gelap itu menindih tubuh Alex. Alex meronta saat moncong yang dibasahi liur itu berusaha mencabik nya dengan gigi-gigi tajamnya.


Alex memegang moncong itu dengan kedua tangannya meremas kencang. Geraman terdengar.


Alex menggelindingkan tubuhnya ke samping, berdiri dan waspada. Lycan. Ia mirip seperti Marzon.


Lycan itu menangkap pergerakan Alex. Dan kembali  menyerangnya dengan membabi buta.


"Alex, aku akan membantumu!" Elle telah mengaktifkan semua layarnya, ia berada di ruangan yang tak akan terjamah. Maria yang memberitahukan pada Potka ruangan aman yang bisa mereka gunakan.


Ia mengambil joystick. Dan memilih satu robot. Satu robot di tempat mereka disimpan, menyala.


Robot yang dipilih Elle sangat mudah dikendalikan. Ia melihat apa saja keistimewaan robot toples ini, mengapa masih disimpan. Dan hanya ada beberapa.


Elle takjub perkembangan robot toples Nokturnal. Ia mencoba semua kelebihan robot pilihannya. Sambil robotnya berjalan menuju tempat Alex.


Bisa dilihat Alex yang terpojok dengan nafas tersegal. Robot Elle melepaskan tali dan mengikat Monster hitam yang akan menerkam Alex.


Tali dengan kekuatan listrik. Lycan itu mengelepar di lantai. Dan tak sadarkan diri. 


"Cepat kau kemari!"


Alex kembali berlari menuju tempat Elle.


Brak!


Alex mendorong pintu dan melihat Elle, ia melemparkan dirinya ke lantai. Nafasnya memburu. Peluh sebesar biji jagung membuat rambutnya basah.


"Kau tak apa? Kau sangat berantakan"


"Hah! Melelahkan! Apa bisa aku langsung hancurkan seluruh gedung ini?" Gerutunya.


"Tak akan bisa, karena kita akan membelinya." Elle kembali sibuk dengan joystick nya mengendalikan robot toples melawan banyaknya pasukan elit Nokturnal.


"Ini milikmu" Elle melemparkan joystick kearah Alex dan wanita itu menangkapnya. "Bisa aku istirahat dulu?"


"Tidak"jawab tegas Elle.


"Ugh!" Alex bangkit dengan malas ia duduk di dekat Elle dan memperhatikan pertarungan Elle di layar besar.


"Wow, super bagaimana robot itu melakukan gerakan yang mulus begitu. Aku mau robot seperti itu."


"Kau tinggal.pilih yang di ruangan A13 sayap kanan Fox Side, aku menemukan mereka disana, dan hanya ada beberapa, aku kira ini perkembangan terbaru robot toples milik Nokturnal." Elle berujar.


"Oke, siap" Alex memilih ditempat Elle. Mengendalikan satu robot dan melihat spesifikasinya.


"Cam kau harus hati-hati, ada empat robot yang menunggumu" Amber mengamati pergerakan teman-temannya.


"Ya, Jo kau sudah sampai?"


"Belum, aku juga terhambat."

__ADS_1


"Amber dan Jenny bersamaku, Alex dan Elle bantu Jo"


"Siap!"


"Siap"


"Siap Cam!"


"Ya Siap!"


Ucap keempatnya berbarengan.


Mereka mengawal keduanya menuju pusat Nokturnal. Untuk menebar butiran itu. Agar dengan begitu penyebaran semakin cepat.


*


*


*


"Tuan mereka berada di pusat" ucap dafi pasukan elit.


"Hadang Mereka" Patrik mengepalkan tangan. Ia bergegas ikut menuju pusat Nokturnal. 


"Lindungi Tuan Patrik!" Perintah ketua mereka, dengan sigap para pasukan membarikade di sekeliling Patrik yang berjalan cepat menuju pusat Nokturnal.


Tak akan ada yang bisa meruntuhkan apa yang ia miliki.


Penyerangan Nokturnal akan ia sembunyikan tak ingin ada yang tahu, karena ia masih menjaga saham perusahaan agar tidak anjlok.


Saham Nokturnal Anjlok. Rapat besar diadakan. Para petinggi masuk dalam Nokturnal yang berantakan.


Camy telah berada di pusat Nokturnal, Juga Jo. Sebuah laboratorium besar dan menga, dengan tabung kaca raksasa di tengah ruangan. Tabung dengan air berwarna kehijauan yang menyala.


"Apa ini?" Jo menatap dengan ternganga. Juga banyaknya layar-layar yang terus bergerak menampilkan tulisan-tulisan yang tak dimengerti oleh mereka.


"Sudah sebarkan saja sekarang" Jo hanya mengangguk. Menyebarkan butiran itu disudut ruangan.


"Sudah?"


"Aku akan aktifkan."


"Aktifkan Pedro akan menunggu kalian di bagian jendela kanan. Ia telah bersiap" ucap Amber.


Mereka pun telah bersiap untuk keluar dari sana. "Alex, Elle kalian berkemas, Sandos juga bersiap melubangi sudut kanan kalian."


Bzzztt …


Dari sebelah kanannya ada yang melubangi dinding.


BRAK!


Dinding berlubang, membentuk lingkaran sebesar tubuh manusia.

__ADS_1


"Baik" memasukkan peralatan mereka dan mengaktifkan layar hologram. Untuk melihat situasi.


"Kumpulan petinggi masuk ke sebuah ruangan" ucap Elle sebelum mematikan layarnya.


"Siapa pengganti Marky? Aku sangat penasaran" celetuk Jenny.


"Entahlah aku tak peduli, siapapun itu pasti sifatnya sama saja dengan Marky." 


"Mereka pasti telah melihat berita, Druw bersiap membeli saham yang jatuh." Elle telah selesai begitupun dengan Alex.


Mereka berjalan ke arah Sandos, kendaraan yang siap mengangkut mereka juga dengan peralatan yang mereka bawa.


Alex dan Elle telah berada dalam kendaraan. "Sandos tampilkan semuanya dari sini" mereka bisa membuka semua datanya pada pusat komputer DarkHole, New Melvra. Yang berada di bukit Rfizt.


"Kami aman" ucap Alex.


"Kami juga aman" jawab Amber, mereka pun sudah berada dalam kendaraan dengan Nemon yang mengendalikannya.


Kendaraan mereka terbang menjauh, pada titik buta di Nokturnal.


"Cam, Jo, sepertinya kau harus segera keluar, Pedro telah menunggu kalian. Kami yang akan menghadang mereka."


Amber dan Jenny sudah siap dengan joystick masing-masing.


"Mereka disini!" Derapan kaki terdengar. Camy dan Jo mengangguk, ia melihat lubang di dinding di lantai dua ruangan pusat Nokturnal ini


Mereka menaiki tangga, 


"itu mereka" Robot Amber menghadang, ia mengeluarkan senjata dan menembaki para pasukan elit sebelum mereka menembak Camy dan Jo.


Jo masuk lebih dulu, 


"Ark!"


Camy menyusul, masuk dalam namun satu tembakan mengenai pundaknya. Ia melepas pelindungnya. Menatap arah sumber tembakan. Disana ia melihat lelaki dengan tampang murka menatapnya Nyalang.


"Camy!"


Ia kembali membidikkan senjata nya dan kembali menarik pelatuknya. Camy berguling dengan gesit ia berlindung di balik pintu kendaraan. Jo membantu menarik tubuh Camy.


Pedro menjauh dengan cepat. Suara besi bertemu besi terdengar nyaring. Bertubi.


"Sialaan!" Maki Patrik. "DarkHole masih ada rupanya, Cameroon Aldy, kau membuat masalah dengan orang yang salah!"


Pssstttt …


Pppssstttt …


Psssttt …


Suara desisan, juga kepulan asap mengelilingi mereka dari segala sudut. Mereka mengginakan gogglesnya masing-masing. "Tuan ini goggles Anda" salah satu pasukan memberi Patrik gogglesnya.


Lelaki itu menggunakan dengan tatapan yang tak lepas dari kendaraan Camy yang menjauh. Tampangnya bengis.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2