DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Plan B


__ADS_3

Camy sudah pergi meninggalkan Nokturnal. Ini rencana awal Camy juga Marzon. Jika misi mereka gagal.


Dalam kendaraan, ia mencari posisi terakhir Marzon. Ia berada diruangan Braxton dan ia dibawa ke tempat dimana tadi Camy mendapat serangan.


Camy kembali mengetikan sesuatu pada layarnya.


"Kita telah tiba Nyonya" Pedro menyadarkan Camy. Ia hanya bergumam. Dan masih fokus pada layarnya.


"Pedro bagaimana? Kau sudah mengetahui dimana tempat kau bisa menolongku kan nanti?" Tanya Camy.


"Sudah Nyonya" jawab Pedro.


"Bagus aku bergantung padamu"


Setelah itu ia keluar tak lupa berterima kasih pada Pedro.


"Bagaimana?" Camy menghampiri Amber.  Amber hanya mengangguk. "Marzon pingsan disana" Jenny melaporkan pada Camy keadaan Marzon.


"Hah!" Camy terkejut.


Jenny sengaja baru memberitahu Camy agar Camy kembali ke bukit Rfizt. Kalau tidak Camy akan serta merta malah menyelamatkan Marzon. Ini permintaan Marzon. Agar misi sesungguhnya berhasil.


"Ini sudah rencananya tapi tentang pingsan itu tidak masuk dalam list rencana." Alex ikut menjelaskan.


"Kau harusnya bilang diawal!" Camy berbicara dengan nada agak tinggi. Ia tak ingin ada yang harus pergi. Walaupun ia sendiri tahu, tidak ada yang bisa mencegah itu.


"Ia sudah tahu konsekuensinya" Clara Era menimpali. Ia kembali, memantau ketuanya itu. Ia pun kuatir namun siapa yang bisa melawan kekeras kepalaan Marzon.


"Jadi selanjutnya, kita siapkan rencana B"


*


*


*


Beberapa minggu sebelumnya,


"Nokturnal ia mengicar Walabi Corp mereka mempunyai apa yang Nokturnal cari"


"Walabi Corp? Milik Esmas Collen?" Tanya Camy.


"Iya kau kenal?" Camy mengangguk.


"Ia pernah datang padaku dan ia yang menyokong biaya ku hingga aku lulus kuliah. Aku mendapatkan beasiswa dari Walabi Corp." Terang Camy. Ia bergegas keluar dari ruangan Amber dan menuju ruangannya, ia berkutat dengan layarnya.


"Amber telusuri apa yang Walabi kerjakan" panggilan Camy pada Amber.

__ADS_1


"Okay" Amber pun menarikan jemarinya diatas keyboard. Dengan lincah dan dengan berjuta kode ia masukan.


"Jo tolong kau lihat ini, apa benar apa yang aku lihat. Mereka mengembangkan pohon uang bukan?"


Jo mendekat. Ia meneliti dan memang benar mereka menelitinya. "Kau bisa susupi cctvnya? Aku ingin melihat hasilnya." Jo kembali ke mejanya.


"Kirim pada ku juga Camy" Jo berlalu ia keruang Camy. Apa mungkin mereka berhasil lebih dahulu namun mengapa mereka tidak merekrut Camy?


"Cam kau sudah melihatnya?" Camy sedang menekuni video cctv itu. Ia melihat taman dengan banyak pohon uang disana.


"Apa mereka membiayaimu dengan itu?" Jo duduk didepan meja Camy.


"Aku dulu menolak mereka saat mereka merekrutku, aku tidak menyangka, lalu mengapa Nokturnal tidak tahu?"


"Mereka tahu kita memiliki apa yang mereka mau saja baru-baru ini, berarti Walabi sangat apik menyimpan ini semua, pertanyaannya, mengapa Nokturnal tahu?"


"Ia sedang mencari pupuk untuk pohon miliknya, Nokturnal sedang mendesak Daniel itu yang aku dengar dari Alex, meminta pupuk untuk memulihkannya."


"Daniel menolak, ia hanya bisa memberi yang bukit Rfizt miliki" jabar panjang lebar Joana.


"Cam, kau bisa mendekati Walabi kan?" Marzon mendekat. "Kita akan buat Walabi tak percaya pada Nokturnal."


Camy mengangguk, "Okay, kemarin mereka terus menghubungiku, saat tahu DarkHole hancur, mereka tidak tahu Nokturnal yang menghancurkan."


"Lalu rencana plan A bagaimana?" Jo bertanya.


"Bagaimana jika adikmu adalah dalang besar dibalik ini semua?" Camy akhirnya menanyakan pada Marzon, ia pun juga telah mencurigai Braxton adalah dalang dibalik ini semua, bukan hanya Marky.


"Aku yang akan membereskan Braxton" tatapan mata Marzon berubah menjadi lebih dingin dan datar.


*


*


*


"Aaaarrgh ... "


"Hhhrrgh ... Hhhrrgghh ... hmm ... "


"Aaarrgh ... "


Suara teriakan juga besi yang saling berbenturan bergema menyeramkan disebuah ruangan yang temaram.


Diatas brangkar besi terikat seorang wanita dengan pakaian yang tak berbentuk juga rambut yang tidak karuan.


Ruangan persegi dengan cat yang gelap juga lampu temaram disalah satu dinding terdapat kaca hitam pekat. Masih dalam sadarnya, mengapa ia disini? Dan tempat apakah ini? Mengapa ia di rantai? Banyak pertanyaan yang timbul dalam benaknya dan tidak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


Berbeda sekali dengan sebulan yang lalu, ia masih tampak cantik, ia merasa kulitnya yang panas, dan rasanya sangat perih seperti kulitnya akan mengelupas.


Ia mencakar apapun disekitarnya, memberontak. "Air" lirihnya. Ia ingin berendam dalam air. Tubuhnya serasa terpanggang. Panas dan perih.


"Air" peristiwa ini terus berulang. Seminggu sekali ia akan mendapatkan serangan seperti ini. Lalu keesokannya saat ia terbangun maka ia akan lupa dengan semua yang terjadi sebelumnya.


Yang mengetahui hanya orang yang ada dibalik kaca hitam ruangan itu. Sekumpulan orang sedang melihat kejadian itu. Mereka melihat perubahan pada tubuh wanita itu yang sudah tidak sadarkan diri.


Mereka menyiapkan catatan mereka. Tulisan dengan angka 893 tercetak besar di depan jurnal mereka.


"Histeris, juga hyper reaksi terjadi dari jan 21.57 - 22.28 lalu 893 tidak sadarkan diri"


Salah satu dari mereka yang bertubuh kurus itu mengangkat kacamatanya. Ia mulai menuliskan apa yang ia lihat.


"Apa kita harus memberi mereka minum?" Tanya wanita dengan kemeja seksi yang ditutupi oleh jas lab. Si bongsor melirik tidak suka.


"Ya pasti tapi nanti jika perubahan memasuki angka penuh, 100%"


"22.37 mulai adanya perubahan terjadi, bulu halus bermunculan," kembali si kurus itu memberi informasinya.


Terlihat di sebelah kaca ada sebuah angga yang menunjukan perubahan mahkluh didalam ruangan itu. Wanita histeris tadi sudah berubah menjadi Mahkluk yang mereka sebut mutan.


Mereka tidak mengira, mereka akhirnya menemukan cara membuat mutan tanpa perlu adanya oprasi penyambungan dan ini sebuah penemuan yang akan menjadi mahal nantinya.


Teng!


"Perubahan penuh di 23.10" guman si bongsor, ia kemudian menekan sebuah tombol dimana didalam sana muncul sebuah ruangan, toilet dengan suara air yang mengalir.


Ia juga menekan tombol satunya lagi, kemudian rantai yang mengikat kaki juga tangan tadi terlepas dan masuk kedalam ranjang besi. Semua tampak biasa.


"23. 25, 893 tersadar" ia kembali menuliskan sesuatu. Dan kembali melihat pergerakan didalam ruangan itu. Seekor serigala putih. Berjalan memasuki toilet.


Serigala putih dengan bulu lebat memukau. Dengan mata kebiruan, sangat cantik. Setelah keluar toilet ia akan kembali berbaring dan tertidur pulas.


Si bongsor sudah menekan tombol lagi, ia menutup dan juga mengeluarkan rantai yang akan mengikat seregala putih itu.


Lolongan panjang terdengar. "Hyper reaksi terjadi saat ini lebih berbahaya, kita tidak dapat mengontrol keliaran hewaninya" semua mendengar kidmat arahan si kurus dengan kepala mengangguk paham.


"Matanya jadi merah" sela wanita seksi tadi. Ia merasakan ketakutan.


"Ini reaksinya seperti penyakit anjing gila, mulutnya akan mengeluarkan busa, mata memerah, kemarahan, berontak, dan sangat berbahaya, fase sebelum ia kembali ketubuh normalnya."


"Dan 893 akan kehilangan ingatan saat mereka berubah. Ia hanya ingat apa yang tubuh manusianya lakukan terakhir kali"


Penjelasan panjang lebar, membuat si wanita seksi tadi mengkerutkan dahinya, "Jadi kalian meminta kami meneliti sesuatu yang akan mengancam nyawa kami?" Sewot wanita seksi itu.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2