DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Menyerang Penyusup


__ADS_3

"Alex kamu serius membutuhkan begitu banyak uang? Hanya untuk pasta gigi? kau bukan golongan Mr. White kan?" Jo melambaikan kertas dengan rincian pengeluaran Alex ke atas.


Alex mengambil lembaran itu dan membaca rinciannya. Kemudian ia tersedak serealnya.


"Uhuk...uhuk.." Jo mengeser jus jeruknya dan diminum habis oleh Alex,


"Gila siapa yang berani mengganti rincianku? Tentu aku bukan golongannya." Permintaan pihak Nokturnal yang mengada-ada kemarin, masih menjadi perbincangan hangat bagi mereka, apalagi untuk seorang Joana yang murka saat ikut mendengar permintaan tak masuk diakal sehatnya itu.


"Ganti! sebelum makan malam aku sudah harus menerimanya, kalau tidak, nanti kau ikut anggaran milikku" meneguk jus jeruknya yang baru.


"Okeh sekarang saja aku kirim ulang" Semua tak ingin mengikuti anggaran si irit ini. Karena ia akan mencari barang dengan harga yang telah diatur oleh joana. Jo adalah pengincar diskon mendekati tanggal kadaluarasa.


Rasanya sangat melelahkan mengikuti cara belanja Jo. Kau harus keluar masuk supermarket. Dari ujung hingga ujung. Untuk mencari harga yang paling murah dengan kualitas bagus, Melelahkan, Sangat. Dan Alex kapok.


"Pagi" Sapaan Druw, kantuk masih mengelayutinya. Hari ini sarapan dan makan siang di pegang oleh Elle si anak baru.


Ia suka memasak dan ini ajangnya untuk merefresh otak dari kepenatan.


Elle meletakkan potongan waffle dengan taburan bluebbery untuk Druw. "Thanks"


"Druw sepertinya kau salah kirim diagnosamu padaku" Elle meletakkan segelas jus jeruk didepan Druw.


"Masa? Aku tak merasa mengirimu email. Terakhir kita bertemu konsultasi bulan lalu, untuk bulan ini sepertinya kita belum melakukannya?" Druw melahap potongan waffle itu.


"Makanya aku bilang kau salah kirim" Druw lebih memilih melahap waffle hangat itu.


"Good morning" Riby telah rapi, ia ada janji dengan Leonidas pagi ini, mereka sering keluar bersama. Leon selalu membawanya ketempat-tempat menyenangkan dan memacu adrenalinnya.


"Elle mana bekalku?" Elle memberi Riby bekal juga sarapannya, sepiring nasi goreng jepang dengan telur yang jika dibelah akan meleleh.


"Thank you kesayangan" Riby mulai menguyah.


"Riby data yang kau berikan padaku kemarin berantakan, bahkan ada beberapa bahan yang tidak ada kau masukkan?" Camy yang baru keluar kamar mendekati meja makan.


"Sebentar" Riby membuka jam tangannya layar hologram keluar dari sana. Ia memperhatikan data yang ia kirim.


"Berantakan dimana?" Riby mengirim datanya langsung ke Camy, Camy langsung membukanya.


"Ini bagus, apa kau salah kirim?" Riby menggeleng dengan menyuap besar nasi gorengnya. Ia makan dengan cepat.


"Pagi" Wina masuk dengan pakaian Joggingnya. Elle memberikan Wina smootienya.


"Thanks El"


"Your Welcome"


"Cam kemarin aku berbicara dengan Willow, ia masih dengan aksi tutup mulutnya," Suasana meja makan berubah sunyi. Walau mereka mencoba sibuk, tapi rasa marah juga tak percaya masih ada. pengkhianatan rekan.


"Nanti aku kesana" Camy memakan serealnya. Mengunyah dengan membaca laporan Riby. Nanti. tunggu nanti dulu. pikirnya.


*


*


*


Camy mendatangi Willow, di Ruang Neraka. Ruangan dengan warna gelap.

__ADS_1


"Willow apa kabarmu?" Willow hanya meliriknya. Pandangannya sengit. ada rasa sedih mengelayuti Camy. Mereka akrab, tapi mengapa begitu tega.


"Kau tahu Lamorna melarikan diri dan tewas tertembak oleh polisi" Camy ingin melihat reaksi Willow.


"Jangan bilang kau mau berpura-pura bodoh sama seperti yang Lamorna lakukan." Tawa Camy mengejek ingin memainkan emosi Willow.


"Kau yang bodoh! Bisanya tertipu pada hal yang kau bilang bodoh" Willow terkekeh. Berhasil. Willow mengeluarkan suaranya.


"Bagaimana jika aku bilang kalau aku tahu dan aku dengan sengaja melepasnya? kau percaya?"


"Supaya tak mengotori DarkHole, Luar biasa Camy" Willow sarkas.


"Sangat disayangkan, Kau sangat mengenalku" Camy tersenyum miring, ia berdiri dan akan meninggalkan tempatnya.


"Bagaimana rasanya di khianati orang yang kau percaya Cam?" Willow menatap Camy dengan seringaian diwajahnya.


"Kau tahu jawabannya" Camy berjalan keluar, meninggalkan Willow dengan tampang datar tercetak pada wajahnya.


*


*


*


"Melvra tolong carikan data xpatrial"


"Melvra?" Lagi Camy tak mendapat respon cepat dari Melvra sudah sejak beberapa hari belakangan ini Melvra menjadi aneh.


Camy mengetik di atas keyboardnya. Menekan icon Melvra disana.


"Baik Madam" ini sangat tidak biasa.


"Melvra hubungi Amber"


"Ya Cam"


"Melvra---"


"Okey kamu orang ke lima yang menghubungiku perihal Melvra, ini sedang aku cek"


"Aku keruanganmu sekarang" Dugaan Camy ini masih berhubungan dengan Nokturnal. Kalau benar berarti Nokturnal sudah terang-terangan mengajaknya bermain. Maka Camy tak segan untuk bergabung.


"Bagaimana?" Camy duduk disebelah Amber. melihat apa yang sedang Amber lakukan.


"Penyusup, aku sedang bermain dengannya, kalau melvra, tunggu satu dua jam lagi, ia akan kembali pulih seperti semula hanya saja untuk memulihkan data perlu waktu seminggu" Jelas Amber masih serius menatap layar besar didepannya.


"Ia juga ingin mengambil data dari DarkHole, lalu mengacak dan menghilangkannya, pencuri ini harus kita hukum. seenaknya mempora-porandakan data juga sistem ku" kesal Amber.


"Thanks, untung semua data penting telah aku pindahkan pada tempatmu, jika tidak, hancur sudah semua penelitian selama ini akan sia-sia" Amber selalu mengingatkan Camy untuk menyimpan data penting pada penyimpanan miliknya.


"Serang dia jangan pake kendor" Jo ikut mendekat. Pasalnya  ia yang paling mencak-mencak saat data keuangannya menjadi berantakan. Juga karena dana yang digelontorkan untuk satu kasus penelitian tidaklah murah.


"Kau pakai jaringan DarkHole?" Camy ingin mengantisipasi saja.


"Tidak, aku pakai jaringan ku sendiri." Jo duduk santai dengan membaca laporannya.


"Andromeda?" Lubang hitam buatan Amber pada sistem komputernya, sekali kena maka semua peralatan elektronik tak akan bisa digunakan lagi.

__ADS_1


"Apa itu?"


"Jaringan rahasia milikku dan hanya Aku dan Camy yang tahu dan juga kau sekarang, jika satu saja alat elektronikmu terkena maka semua akan berimbas, dan tak akan bisa digunakan lagi dan  paling ekstrim virusnya akan membuat komputer yang terkena menjadi peledak otomatis dan membumi hanguskan segalanya yang ada disekitarnya."


"Kau memiliki itu dan bayangkan jika Nokturnal yang kena? Segempar apa jadinya"


Camy dan Amber saling berpandang, benar juga, ini peperangan.


"Saatnya bermain Amber" Amber tersenyum. Ia semakin semangat.


"Its show time!"


"Mau kemana kau!" monolog Amber menemukan bug nya, ia mengirimkan peringatan. Tak diindahkan. Si penyusup ikut menyerang Amber. Tapi bisa ia antisipasi.


Amber telah meyusupkan virus kecil dan nakal juga beranak-pinak buatannya, virus ini bisa berhenti jika kau menemukan bugnya, dan bugnya sangat gesit berpindah-pindah dan akan sangat memakan waktu.


Tidak hanya virus itu Amber telah memasang virus lainnya yang akan berkembang cepat jika sang penyusup mengerakan kursornya. Tidak ada ampun.


"Wah tangguh juga, sudah didorong hingga terpojok tapi masih bertahan, bagaimana kalau aku beri satu kejutan lagi"


Dan gelap. Listrik padam. Sial, Amber teelalu beesemangat hingga ia sedikit lalai, si penyusup langsung menyerang dengan memutus aliran listrik mereka.


"Ah Sampah!" Makinya pada trik murahan si penyusup yang mulai tak bisa membalas serangan Amber.


DarkHole memiliki cadangan listrik, jika ada kejadian seperti ini maka secara otomatis akan beepindah pada pencadangnya. Jadi Amber masih bisa menyerang si penyusup.


"Hooo kau menyerang listrik disini, Bodohnya, ini tak akan membuatku gentar"


Amber mencoba menyusup pada kamera si penyusup tapi sulit.


Karena serangan Amber yang bertubi dengan Virus menjamurnya itu, Amber pikir si penyusup telah kualahan. Dan itu tentu baik baginya. Tujuannya membuat si penyusup lengah. Amber berhasil.


"Langsung sudahi, kita perlu Melvra sekarang" Camy meninggalkan Amber. Ketika melihat semuannya bisa ditangani ia lantas kembali ke ruangannya.


"Berani dia menyentuh anakku! Aku beri kau hadiah andromeda dengan doom doom" Monolog Amber. Amber sangat menjaga ciptaanya. Tak segan membalas dengan keji jika ada yang berani mengusik sekitarnya.


Klik!


Amber berhasil menemukan koordinat penyusup. Dengan bantuan satelit ia menyadap beberapa cctv disekitar tempat itu.


Ia melihat sebuah bangunan. Gedung berlantai tiga, seperti gedung perkantoran biasa, jangan salahkan Amber yang akan meruntuhkan bangunan itu. Resiko berani menyentuh miliknya berarti sudah siap kehilangan. Apa penyusup itu berada disana, batin Amber.


Hitungan detik lagi,


DOOM!


DOOM!


Bangunan itu meledak dan terbakar. Amber menatapnya dengan kemenangan. Amber melihat seseorang dipapah keluar.


Pria itu merangkul seorang wanita, Amber kira, akan ada banyak orang yang berlarian keluar untuk menyelamatkan diri, ternyata hanya dua orang.


Apa salah satunya adalah si penyusup atau mereka berdua, si penyusup, Ia memperbesar gambar, ingin melihat tampang si penyusup itu, Amber melihat dengan jelas siapa wanita yang dipapah itu. ia mencoba membesarkan gambar itu, Tentu hasilnya membuat Amber terkejut.


"Wina dan Theo?"


tbc.

__ADS_1


__ADS_2