
"BERSIAP! BERSIAP! TARGET MEMUTUS ALIRAN LISTRIK!" Teriaknya, Hudson berlari kearah ruangan Marzon.
Lycan Marzon mendekat pada pintu, ia mengendus lagi dan melihat apa pintu itu aman? Dirasa aman, ia mulai melakukan aksinya.
"GRAAWW ... " Lalu ia menghantam kuat pintu.
DRUAK! BRAK!
Pintu itu melayang menabrak tembok didepannya. Pasukan berjaga yang tidak jauh dari ruangan itu mulai saling melirik,
"Ketua, Target melempar pintu keluar!" Salah satu pasukan melapor pada Hudson. Hudson tidak menjawab.
Para pasukan yang merasa harus mengambil keputusan secepatnya memberikan kode pada yang lain.
"GRRRHH ... " Suara geraman menggema, membuat para pasukan lebih waspada. Mereka mengarahkan laser merah pada tubuh Lycan yang berdiri didepan pintu yang tergeletak.
"SIAP!" Perintah salah satu pasukan.
Ckrek! Drecek! Ckrek!
Senjatan mereka telah siap membidik targetnya, Lycan yang mendengar suara senjata lalu menghadap pada berikade pasukan di sampingnya.
"TEMBA---"
DRUAK!
"ARGH!" Pasukan itu tersungkur karena daun pintu yang melayang kearahnya,
"TEMBAK!" Seru yang lain.
DOR! DOR! DOR!
Dengan gesit Lycan Marzon menghindar, dengan kecepatan yang lebih cepat dari peluru. Lalu melompat ingin menyergap para pasukan.
DOR! DOR! DOR!
Lycan Marzon berdiri dengan luka tembak di tubuhnya. Ia merasa terusik. Gerakannya kembali ia percepat hingga membuat kalang kabut pasukan yang ada dihadapannya.
"HEEARG ... " Lycan Marzon menarik satu senjata lalu merusaknya, dan meraih salah satu pasukan, Tubuhnya yang tinggi dan besar dengan entengnya ia mengangkat pasukan itu Lalu melemparnya kesamping dan membentur keras ketembok.
kemudian Lycan menghantam tubuh pasukan itu dengan tangan besarnya. Tubuh pasukan itu terpelanting ke lantai lalu pingsan.
Pasukan lain berlari kearah Lycan Marzon dan mengelilinginya.
Nafasnya terengah, luka tembaknya pun, mengeluarkan begitu banyak darah yang terus mengucur, Dan anehnya, semakin lama, lukanya membaik dengan sendirinya, luka itu menutup hanya menyisahkan bekas koloid disana.
Pasukan yang melihatnya pun ikut tercengang, melihat dengan matanya bagaimana Lycan itu menyembuhkan dirinya sendiri, Mereka yakin, membidik Lycan ini tepat sasaran, mereka adalah pasukan elite terlatih.
Lycan Marzon mulai maju lagi, ia berhadapan dengan satu pasukan. Dan ia mengangkatnya lagi.
"HRAAAHHH ... " Geramannya,
Pasukan itu melawan, memukul kepala Lycan dengan kepalan tangannya. Namun tidak berpengaruh. Ia berontak dan menendang, Dan Lycan Marzon membanting pasukan itu ke lantai.
__ADS_1
"TERUS TEMBAK!"
Beberapa pasukan ada yang masih menyerang dan ada yang terhempas, entah mati atau tak sadarkan diri oleh Lycan Marzon.
Melihat adanya kesempatan melarikan diri, ia kembali mengayunkan tangannya ke semua yang menghalangi. Ia berhasil keluar.
Ia kembali melompat dan ia mendarat di atas atap kendaran.
"Hrrn ... Hhhnr ... " Terengah.
Ia edarkan pandangan. Memindai memperhitungkan bagaimana ia bisa meloloskan diri. Saat akan beranjak, Dari atas jatuhlah jaring besi dengan aliran listrik.
Keluar banyak barisan pasukan dengan senjata bius ditangannya. mereka kembali mengelilingi Lycan Marzon.
"HROAARWW ... " Teriakan kesakitan, hebatnya Lycan Marzon masih bertahan walau lemas, ia mencoba keluar dari jaring itu.
"Siaga! Siap! Tembak!" Seruan Hudson. Pasukan mulai menembakkan biusnya.
Melihat Lycan Marzon masih bergerak, lagi, Hudson memerintahkan menembak lagi.
"Hrnnm ... Hrrnm ... Hhhrn ... " Nafasnya terengah, menahan sakit di seluruh tubuhnya, Pengelihatannya memburam, detak jantungnya terpompa tak wajar. Ia melemah.
Dan Lycan Marzon kembali tidak sadarkan diri. "Bawa masuk dalam kendaraanku" perintah Hudson.
Para pasukan menuruti mereka memasukkan tubuh besar Lycan itu kekendaraan Hudson.
"Bereskan tempat ini"
"Baik Tuan"
Ia membawa Lycan Marzon ke perusahaan Fox Inc. Disana ada sebuah penjara khusus yang Willow, Wina dan Theo ciptakan bersama.
Hudson melirik seonggok daging berbulu gelap bergelung di belakangnya,
"Mau kau bawa aku kemana?" Terdengar bisikan, Hudson tak menyangka transformasi kembali kewujud semula, Lycan itu sangat cepat, bahkan sekarang Marzon telah kembali dan tersadar.
Mereka harus cepat. Jika tidak, mereka tidak tahu seberapa besar kekuatan dan kepintaran Lycan Marzon berkembang. Ini seperti ancaman. Ia harus cepat memberitahukan pada atasannya.
*
*
*
Wina sering melamun, jiwanya menjadi semakin aneh. Potka yang membaca setiap lembar laporannya, juga merasa aneh.
Tangannya memijit dahinya. Dipikirkan seperti apa pun perubahan Wina sama dengan dirinya. Hanya saja kalau ia sedari kecil sudah tahu tentang perubahan bentuknya menjadi klan serigala.
Tidak dengan Wina. Ia beranjak dari kursinya dengan langkah lebar ia mengarah ke kamar Wina.
Mematikan segala cctv dan membuka kamar Wina. Ia masuk, melihat Wina yang terlelap di ranjangnya.
Potka mendekat. Melihat lama ke arah Wina. Kemudian Potka mengeluarkan jarum suntiknya. Dan mengambil sampel darah, dan memasukan darah Wina ke tabung kaca kecil.
__ADS_1
Lalu ia mengeluarkan gunting, ia menjulurkan tangan pada rambut Wina dan memotong. Lalu ia mengarah ke tangannya, mengambil jari telunjuknya dan memotong sedikit kukunya.
Yang terakhir, ia mengambil sebuah cotton bud khusus, Potkan membuka mulut Wina dan mengambil sampel air liurnya. Potka bekerja dengan rapi dan cepat.
Ia keluar dari ruangan Wina lalu kembali menyalakan cctv. Potkan hanya memerlukan waktu 5 menit melakukan hal itu.
Ini termasuk ilegal. Ia tidak diperbolehkan untuk meneliti sendiri. Ia hanya boleh melihat hasil. Karena ini ketetapan dari Marky. Maka ia melakukan diam-diam.
Karena logikannya mengatakan jika Wina sama seperti dirinya, hanya saja perubahan Wina terlambat dan ia tidak mengerti akan perubahan itu.
kembali pada laboratoriumnya, Potka tidak bisa membuang waktu, Marky menginginkan Wina menjadi alat pembunuh yang hebat, namun dengan semua laporan yang ia baca, bukan menjadi alat namun Wina bisa menjadi target yang di lenyapkan.
Potka memasukan tabung kaca berisi darah Wina pada wadah lain, ia mengambil pipet kecil. dan mengambil darah Wina lalu dimasukan ke tabung baru. Juga meneteskan sedikit pada lembar kaca kecil.
Potka meletakkan lembar kaca itu pada mikroskop dan membandingkan darahnya juga darah Wina. Dan benar adanya, Wina memiliki unsur yang sama pada darahnya.
Namun ia tidak ingin cepat menyimpulkan, ia harus mempunyai data yang nyata. bukan hanya dugaan, karena dugaan juga sering salah. ia tidak ingin mengambil resiko lagi.
Potka memasukkan tabung kecil itu pada sebuah alat. ia menutup alat itu, lalu menekan tombolnya, terdengar suara mesin yang bekerja.
memerlukan waktu 15 menit menunggu, alat itu bekerja. Potkan kembali mengambil sampel air liur Wina, ia mengambil tabung kecil dan memasukan pipet, dan mengeluarkan cairan bening.
Potka memasukan cotton bud dengan air liur Wina disana. Cairan bening itu berubah warna menjadi Biru keunguan.
Lagi, Potka memasukkan tabung kecil itu pada alat yang sama dengan yang tadi, ia memerlukan beberapa menit.
KLINK!
Ada seseorang menghubunginya, Potka hanya melirik.
(Kau Dicurigai)
*
*
*
Juan telah kembali sehat, ia ikut mencari keberadaan Marzon yang terus berpindah dan susah dilacak.
"Berikan padaku rekaman saat Tuan Marzon menghubungimu" Juan meminta pada Clara Era.
Wanita itu dengan cepat mengirimkan rekaman itu. "Nihil"
"Aku, Alex dan Amber sudah melacaknya namun tidak menemukan apapun disana" jelas wanita itu.
"Akan kucoba lagi" Juan yakin ia akan menemukan sesuatu. Kadang Marzon menggunakan kode apapun, untuk memberi tahu keberadaanya pada rekannya jika hilang seperti ini.
Ini bukan pertama kalinya Marzon menghilang dalam misi. Namun ini pertama kalinya Juan merasa was-was dengan keadaan atasannya itu.
Karena Juan tahu seberapa bahaya musuh mereka kali ini. Keluarga.
Kata kunci yang bisa membuatmu paham. Di tambah, keakraban saat kecil. Ia hanya takut Marzon pasrah. Itu saja. Padahal Marzon memiliki peluang besar untuk melenyapkan lawan yang membahayakan bagi dunia.
__ADS_1
Jadi ia harus menyelamatkan ketuanya itu.
tbc.