DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Peperangan Besar 1


__ADS_3

Iringan Raja dan Ratu dengan kudanya, didampingi banyak prajurit Phoenix Way.


Mereka akan ke reruntuhan lama untuk menerima kekuatan bulan. Dimana malam ini bulan sangat sempurna juga dekat dengan Phoenix Way. Kekuatan pun berkali lipat lebih tinggi dari biasanya.


Sorak sorai rakyat dengan banyaknya kertas kecil berhamburan memeriahkan penobatan Marzon dan Bharat.


Mereka mencapai reruntuhan, Hark tidak ikut karena ini sudah masuk dalam tugas Raja dan Ratu. Berus yang memandu.


"Silahkan ke tengah puing reruntuhan. Ratu silahkan" Bharat mengikuti Berus, ia melangkah ke tengah reruntuhan. Disaat kakinya menapak ke puing yang berada di tengah sinar terpancar lurus ke atas menuju bulan.


Sorak sorai yang tadinya ramai seketika menjadi sunyi. Debu puing ikut berterbangan. Mengelilingi tubuh Bharat. Serasa slow motion. Bharat menatap sekeliling.


Berus datang dengan nampan berisi kristal abadi yang berkilat-kilat. Bharat meraih kristal dengan kedua tangannya. Matanya ikut berkilau keemasan.


Ia mengacungkan ke atas tubuhnya. Sinar yang mengelilinginya berpindah pada ujung kristal abadi dan menembak ke arah bulan.


DHASH!


Dari bulan, sinar spiral turun menuju ujung kristal abadi, sinar keemasan terpancar menyilaukan.


Tak berapa lama dua Moon Goddess muncul, sinar kebiruan dan keputihan gaun yang mereka kenakan pun bersinar melambai terkena hembusan angin, bergabung dengan sinar bulan. Haiyal dan Hecate. Mereka sang pembimbing.


Mereka menyalurkan kekuatan dari tangannya untuk bergabung mengisi kristal abadi.


Sinar dari kedua Moon Goddess adalah kumpulan kekuatan dari para Moon Goddes. Untuk menyempurnakan kekuatan kristal abadi.


Mereka bisa merasakan adanya pembaruan yang baik yang mereka dapatkan dari radiasi pengumpulan kekuatan bulan. Mereka yang menyaksikan atau mereka yang berada diluar rumah dan langsung bersentuhan dengan angin malam itu akan mendapatkan radiasi baik.


Ini yang mereka tunggu. Pembagian kristal abadi yang mereka maksud adalah radiasi malam ini. Walau tidak dekat mereka akan mendapatkannya.

__ADS_1


Menenangkan mereka menikmati rasa tenang yang ditimbulkan dari radiasinya.


ZLENK!


Gelap. Namun cahaya kedua Goddess memancar terang. Mereka menghempaskan tangan dan kembali obor dan penerangan menyala terang.


"Terima kasih Bharat, Kini kau telah resmi menjadi Ratu Pelindung Dunia Bawah, begitupun dengan dirimu Marzon, resmi menjadi Raja Dunia Bawah, Dunia Bawah tanggung jawab kalian. Kami menantikan kerjasama kalian berdua"


Haiyla tersenyum, ia bisa merasakan dirinya membaik, itu menunjukan mereka telah berhasil.


"Kami pamit" Hecate mengangguk pada keduanya. Dan menghilang menuju bulan, begitu juga dengan Haiyla.


Bharat menatap kristal abadi yang berubah warna menjadi putih kemerahan dengan pancaran keemasan di sekelilingnya.


"Ayo, mereka akan mengarak kita mengelilingi Phoenix Way sebelum kembali dengan tugas sesungguhnya." Marzon menghampiri Bharat. Yang mematung masih di tempatnya.


Bharat turun dan kembali naik ke kudanya. Ia mengacungkan kristal Abadi, sinarnya seperti api petasan yang menyembur dan menyebar keseluruh Phoenix Way.


Lentera dan bendera kecil mengantung di sepanjang jalan yang Bharat lalui.


*


*


*


Sedari acara penobatan para pemberontak sudah berada ditempatnya berjaga. Mereka menunggu instruksi dari para atasan mereka. Hingga penobatan di reruntuhan mereka melirik dan menunggu kode untuk menyerang.


Namun tangan mereka yang tersembunyi telah menggenggam senjata masing-masing. Mereka pun mendapatkan  kode penyerangan bertepatan dengan iring-iringan Bharat dan Marzon yang mendekat.

__ADS_1


"Serang dan rebut kristal yang berada ditangan wanita itu!" Suara dari earpiece, Pemberontak yang berjaga dari kubu Braxton, mengeluarkan senjata dan menembaki Bharat dan Marzon.


Dor!Dor!Dor!


Dor!Dor!Dor!


Para pemberontak berlari dan menyerang para prajurit Phoenix Way, juga para rakyat yang tak bersalah.


Berondongan serangan dari banyak arah membuat masa yang tadinya tertib menjadi berhamburan. Teriakan dan jeritan menjadi satu dengan suara desingan senjata api juga dentingan pedang.


"Aaaaakk"


"Tolooooong!"


"Argh!"


"Ada Serangan! Lindungi Ratu dan Raja" para prajurit Phoenix Way, membuat barier untuk Raja dan Ratu dan mengiring mereka menjauh.


Robot-robot keluar dengan bergerombol dan menyerang dengan brutal.


Sedangkan Prajurit Phoenix Way yang berjaga dengan target yang ia intai menyerang target itu sebelum melakukan pemberontakan.


Juga dengan kawasan 1003 Phoenix Way menyerang mereka para penyusup tanpa ampun. Banyak korban berjatuhan.


Melihat itu Bharat dan Marzon tidak tinggal diam. Ia meminta para prajurit menghilangkan Barier karena mereka juga memiliki armor pelindung.


Marzon melompat gesit saat melihat ada seorang anak perempuan dengan bonekanya menangis dihadapan robot kiriman. Marzon tahu itu robot toples. Robot itu siap melempar bocah itu. Namun Marzon dengan sigap menangkap si bocah. 


Memberikan pada ibunya yang sedari tadi berteriak meminta tolong lalu kembali berhadapan dengan si robot dengan cepat Marzon mematahkan kepala robot toples itu.

__ADS_1


Percikan api keluar dati leher si robot yang terjatuh menjadi rongsokan.


Tbc.


__ADS_2