
Sosok itu sedang duduk dikursi hitam, ia menatap layar lebar didepannya, mengendalikan apapun yang ditangkap gambar bergerak didepannya.
Matanya awas, meneliti setiap gambar yang ia dapatkan, tangannya dengan lincah menekan alat-alat yang ada didepannya. Sebuah remote kontrol sebesar kotak sepatu, Dengan setir kecil ditengahnya berada di atas mejanya.
Ia memegang kendali, menjalankan benda yang dapat mengambil gambar itu. Senyumnya merekah penuh kebahagiaan. Proyeknya selesai. Bahkan hasilnya melebihi ekspetasi.
Ia terus menatap satu titik dan itu sesuatu yang sedang dicari oleh rekannya dalam melakukan penemuan ini.
Rasa percaya diri merebak, rasa bangga diri ikut melonjak keatas. Ia membuang tubuhnya pada sandaran kursi. Tawa nyaring mulai terdengar. Wajah tampannya terlihat, rambut keperakan, mungkin tanpa adanya gigi runcing itu. Sosok ini adalah sosok sempurna.
Ketukan pintu menyadarkannya. Ia menjawab. Dan masuklah dua orang lelaki, kedua lelaki itu berbeda, yang satu muda dan yang satu lagi pria tua bertopi dan cerutu di tangannya.
Pria tua itu menjelajah laboratoriumnya, Zale melirik tak suka. Mengapa sangat lancang sekali. Pikir Zale.
Ia tak suka ini. "Tuan Zale?" Lelaki muda itu mendekat dan mengulurkan tangan pada Zale yang masih terduduk dikursinya.
"Perkenalkan saya Patrik, dari Nokturnal" Sosok itu adalah Zale. Ras Levian dan juga Klan Guapo.
Zale menatap tajam Patrik yang teesenyum ramah padanya, Patrik tahu, Orang didepannya itu mungkin syok.
"Laboratorium yang bagus" Ucap Pria tua itu dengan menyemburkan asap dari mulutnya. Ia masih berkeliling dan mengamati. Sedangkan Patrik mundur, ia berdiri di tempatnya.
"Siapa kau?" Zale tak suka, walaupun mereka yang mendanai tempat ini, karen adari Nokturnal, tapi Zale tak suka ada yang lancang ditempatnya.
Pria tua itu berdiri. Menyudahi pengamatannya. Dan mendekati Zale.
"Oh, Maaf kan pria tua bangka yang lancang ini, Tuan Zale, perkenalkan saya Bornt Marky" senyum miring yang ramah dan juga mengerikan disaat beesamaan.
__ADS_1
Zale mencoba menyembunyikan kegugupannya. Siaal! Jadi ini maksud dari Bill kemarin. Sang bos yang datang langsung padanya.
Jika kemarin ia bisa saja menolak Bill tapi sekarang, Zale merenggangkan ototnya, ini caranya melenyapkan gugup.
Ia berdiri, "Maafkan ketidak sopanan saya Tuan Marky, silahkan duduk disini" Zale mengarahkan Marky pada sebuah ruangan didalam laboratorium.
Disana terdapat sofa empuk dan juhmga meja. Sebelumnya ia menuju kotak dengan layar, ia memerintahkan robot maid untuk membuatkan mereka minuman.
"Tak perlu repot Tuan Zale." Marky sudah mendapatkan apa yang ia mau.
"Saya hanya ingin menyapa anda saja, apa ada yang anda perlukan untuk laboratorium yang anda inginkan ini? Atau ada yang kurang?" Basa basi Marky.
Zale masih dengan mencoba membuat dirinya tenang. "Tidak ada Tuan, fasilitas yang Nokturnal dan saya sepakati semua memuaskan"
Matky mengangguk, ia menyandarkan punggungnya, dan menghisap cerutunya. "Jadi ... bisa kapan penemuan itu selesai? Katanya tinggal sedikit lagi? Apa masih memerlukan waktu?" Pertanyaan santai Marky langsungbpada inti.
"Pengujian dan pengecekan? Berarti bisa kalau saya ikut menguji sekarang? Alat didepan tadi itu?" Marky menunjuk alat yang berada diluar ruangannya.
"Maaf Tuan Marky, tapi sekarang belum sempurna, saya yak bisa membiarkan rekan keeja sama saya melihat ketidak sempurnaan dalam penelitian yang saya dan rekan saya kerjakan" tolak Zale tenang. Atau berusaha tenang.
Marky menaikkan sudut bibirnya. Ia meraih cangkir minumannya yang tadi robot maid sediakan. Ia teguk habis minuman itu.
"Kalau begitu saya tunggu kesempurnaan yang segera itu" Marky berdiri dari sofanya. Ia melangkah keluar dan melewati alat besar yang berada ditengah laboratorium Zale. "Segera, segera" gelagap Zale. Ia mengikuti Marky keluar.
Senyuman tak lepas dari bibirnya. "Saya tak sesabar itu Tuan Zale." Marky memakai topinya dan menjauh dari laboratorium Zale. Dan membuat Zale bernafas lega.
Marky menggerakkan dua jarinya, telunjuk juga jari tengah untuk memanggil Patrik mendekat.
__ADS_1
"Saya Tuan?"
"Lakukan yang sudah direncanakan"
"Siap Tuan" Patrik mengangguk dan menjauh, lalu menutup pintu kendaraan Marky.
Patrik tak ikut dengan Bosnya itu. Ia berdiri dengan emnadangi bangunan didepannya tak lama beberapa kendaraan tiba.
Segerombolan pasukan elit khusus dengan pakaian hitam turun. Mereka lengkap dengan senjata api ditangan mereka masing-masing.
Kode mereka terima dari gerkan kepala Patrik. Dan suara derapan langkah memasuki gedung laboratorium Zale.
"SIAPA KALIAN?!" teriakkan terdengar dari tempat Patrik berdiri.
"AAPA YANG KALIAN LAKUAKAN!"
"TIDAK!"
"JANGAN!"
"HENTIKAN!" teriakan Zale, Disana seorang menghampiri Patrik, ia memberi hormat pada Patrik.
"Bereskan!" Perintah Patrik dingin.
Ketua itu mengangguk, kemudian kembali masuk kedalam, Patrik melangkah menuju kendaraannya. Ia masih bisa mendengar terikan Zale. Lalu disusul dengan rentetan suara letusan senjata api. Patrik mendudukan dirinya di dalam kendaraanya.
Kemudian hening. Patrik melirik sekilas bagunan laboratorium Zale. "Jalan" kendaraan itu melesat meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Tbc.