DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Bergabung dengan Tim Tuan Putri


__ADS_3

Potka hanya memiliki dua pilihan. Ikut kemauan Bos menjadi penjaga Wina atau pengangguran.


Dan ia sudah memiliki keputusannya. Ia berada di tempat Wina berada, bangunan kosong yang telah lama ditinggalkan.


Semak belukar menghiasi taman luas didalamnya juga dinding.


Potka diantar masuk oleh robot toples. Dan ia terdiam seaat. Ruangan yangbsangat berbeda dari penampakan luarnya yang seperti gedung kosong.


Ruangan dengan banyak alat juga layar-layar dengan teknologi yang gak bisa disepelehkan.


"Kau datang," Wina didepannya sangat berbeda dari biasanya. Tanpa riasan dan hanya mengenakan piyama tidur dan luarnya menggunakan jas labnya.


"Hoam~ khau therlalhuu paghiii~" Wina dipanggil ke ruangan ini untuk memeriksa penelitian yang ia buat, sebelum memasuki tahap selanjutnya.


Wajah mengantuk, rambut diikat yang berantakan, seperti bukan Wina yang ia kenal.


Wina keluar setelah memeriksa tak ada yang salah dalam projeknya. "Ayo ikuti aku," Wina berbalik saat tak menemukan Potka dibelakangnya.


"Hooaammm~ yasudah tak apa kau bisa beekeliling dulu, aku akan melanjutkan tidurku," Wina mengusap air matanya yang keluar lalu berjalan meninggalkan Potka yang hanya diam.


Potka mengikuti anjuran Wina ia berkeliling. Dan ada satu robot yang memandunya.


Potka dibawa ke tempat dengan fasilitas luar biasa. Robot itu berkata dengan terbata. Kalau ini tempat Marky yang di minta oleh Wina yang adalah anak Marky.


Info yang sebenarnya tak membuat Potka terkejut. Ia telah mengetahui desas-desus itu sejak lama.


Tapi ia tak peduli dengan gosip apapun itu selagi orang itu tidak dengan sengaja menyenggolnya. Ya, Potka akan diam seperti anak manis.


Lagi pula itu urusan pribadi bosnya. Ia tak berhak ikut campur. Ia hanya orang luar.


Ia berpapasan dengan lelaki dengan gaya cueknya menyapa Potka. "Hei," Potka menatap pria itu. Sama juga dengan pria itu menatapnya lekat.

__ADS_1


"Ahaa ... kau, pasti kau, penjaga tuan putri bukan?" Pria itu menunjuk Potka dengan sendok kecil kearah wajahnya.


Dahi Potka mengkerut, ia tak tahu siapa itu tuan putri, yang pasti sekarang, pria didepannya ini sangat tak sopan.


"Weits ... kita teman!" Jawab pria itu, yang terkejut dengan tangkisan tangan Potka pada tangannya.


"Aku Bill, tim Tuan Putri" Bill menatap Potka yang mungkin masih beradaptasi dengan lingkungannya itu, kembali menyendok jelly buah kesukaannya.


Ia sangat menyukai makanan manis itu, dingin, lembut dan menyegarkan. Dan bisa membantu kebelakang.


"Bro!" Tepukan bahu Bill terima, ia menatap orang yang menepuknya.


"Pagi Ethan. Kau mau jelly, ini sangat menyegarkan aku mendapatkannya saat aku berpetualang ke daerah asia," Ethan melonggok melihat kearah benda kuning yang membuatnya mengernyitkan dahi.


Ia tak suka benda lembek dan kenyal itu.


"Rasa apa itu?" Ethan hanya basa-basi.


Bill dengan antusias menjelaskan benda kenyal kuning berada disendok yang telah Bill arahkan padanya.


"Siapa dia?" Ethan menghindar dari suapan Bill yang tersadar bukan hanya ada mereka berdua disana.


"Ah, kau ingat Tuan Putri memberi tahu, kita akankedatangan anggota baru kan, dan Dia lah orang nya," jelas Bill dengam menyuapkan sendok itu kemulutnya sendiri.


"Kau penjaga?" Potka hanya menatap sekilas dan akan beranjak. Ia terlalu lama menanggapi Bill.


"Tunggu, ini untukmu," Bill memberinya jelly berukuran jempol berwarna merah jambu juga ungu ke tangan Potka.


"Tanda pertemanan," Bill menyengir,


"Dan selamat bergabung dalam tim Tuan Putri," Potka beranjak mengikuti robot toples yang tadi memandunya. Ia melihat kearah jelly itu lalu membuangnya.

__ADS_1


Ia tak butuh teman, yang ia butuhkan, menyelesaikan tugasnya dengan segera.


Ethan dan Bill melihat Potka membuang jelly pemberian Bill. "Sepertinya ia tak ingin berbaur dengan kita" Ethan menepuk bahu Bill.


"Tidak, ia hanya belum terbiasa, seperti dirimu dulu, lebih garang, bahkan kau selalu membentakku dan mengataiku bodoh" kembali Bill menyuapkan jelly ke mulutnya. Mereka berjalan berlawanan arah dengan Potka.


"Karena kau memang bodoh" Bill berdecak sekilas.


"Aku mendapatkan formula Biodash, coba kau teliti, ini mungkin lebih mendekati" Ethan memperlihatkan berkasnya pada Bill.


Bill menggigit sendoknya, lalu membaca berkas ditangannya. "Wow oke juga," Bill mengangguk kepalanya. Mereka berbelok ke sebuah ruangan dengan pintu kokoh.


Ethan mendorong pintu tebal hitam dihadapannya.


"Ketua" sapaan itu mereka terima saat memasuki ruangan itu. Pria yang terlihat lebih muda dari mereka.


Bill menyerahkan jellynya pada pria muda itu. "Bagaimana Frogos yang kemarin, Luke?" Tanya Bill pada pria muda itu.


"Berkembang 30% ketua" Bill menyambar jas putih dan menggunakannya. Ethan dan Luke mengikuti Bill dibelakang pria itu.


Bill mendekat pada meja dengan mikroskop di atasnya. Ia meneropong, dan menganggukkan kepala. "Aku akan mencoba formulamu, pada Frogos ini"


"Hoaamm~ kalian berisik sekali!" Wina memnutar kursinya, ternyata sedari tadi ia berada ditempat itu. Ia masih menggunakan penutup mata juga selimut tebal yang membungkus dirinya.


Ia mengangkat penutup matanya dan mengintip.


"Maaf,Tuan Putri" sapa Bill dengan senyuman lebarnya.


Mereka adalah tim baru milik Wina, meneliti perubahannya. Tim Tuan Putri, Wina menamai timnya tersebut.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2