DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Satu Sama


__ADS_3

Membuat Riby sekuat tenaga kembali ke DarkHole. Tapi terlambat.


Ia melihat sebagian DarkHole hancur. Camy dan yang lain berjibaku melawan para penyerang.


Riby ikut masuk tanpa berpikir. Ia melihat Marzon pun dengan terang-terangan menyerang Wina yang akan menghantam Jenny. Amber dan Elle menyerang para robot yang lebih gesit.


Camy bertarung dengan Theo. Ia menghantam wajah Theo dan Theo membalas dengan emnendang perut Camy.


Riby melangkah kearah kanan, ia melihat Lamorna yang mencengkik leher Leon. Auman terdengar. Ribu ingin menyelamatka  Leon, ia dihadang oleh Alejandro. Manusia berbadan singa itu.


Ia menyerang Riby. Namun dengan gesit Riby menendangnya. Hingga Ale mundur kebelakang. Ia menggelengkan kepalanya. Rasanya sangat pening. Tendangan Riby begitu kuat.


Riby berlari lalu menjambak rambut Lamorna. Lamorna mundur ia melepaskan cekikan pada Leon. Leon tersenggal ia terduduk.


Lamorna menarik tangan Riby dan memutar tubuhnya ia memberi kepalan tangannya kewajah Riby.


Riby tersentak kesamping. Bogeman Lamorna tak main-main. Pelipis dan Sudut bibir Riby mengeluarkan darah. Lagi Lamorna menghajar Riby ditempat pelipisnya berdarah.


Riby limbung, Leon yang sudah mendapat kesadarannya. Menangkap tubuh Riby yang limbung. Dan menyandarkannya pada dinding. Leon maju, kemarahan memenuhi tubuhnya.


"Aaarrgg ... " teriakkannya menghantam Lamorna. Tatapannya dipenuhi amarah,


"Hiaaargh ..." Lamorna ditarik Oleh Alejandro. Dengan Alejandro mengigit baju Lamorna.


Kepalan tangan Leon mengahantam kepala Alejandro.


Camy menembaki para robot, setelah ia membuat Theo dan Wina kabur darinya. Ya sepengecut itu. Tiba-tiba serangan senjata api datang padanya. Ternyata sipengecut itu menyerangnya.


Dor!


Dor!


Camy pun terus menembakkan senjatannya. Camy menghubungi Alex dan Bharat juga Druw yang berada di tempat Daniel, Bukit Rfizt.


"Lex, DarkHole diserang" Camy menembakkan pistol lasernya. Mereka kualahan. Pasukan yang Nokturnal bawa sangat banyak.


Braakk!


"Iya kita kesana," Alex masih dalam perjalanan. Ia menyiapkan beberapa serangan lewat komputernya. Senjata juga rudal yang bisa ia kendalikan dari manapun.


Druw juga Bharat juga sibuk sudah lebih dulu melancarkan serangannya.


Dari samping dinding DarkHole bermunculan senjata. Dan dengan cepat membabat habis musuh-musuh yang berdatangan.


DOOM!!

__ADS_1


Serangan Alex pada sebuah tank milik Nokturnal.


DOOM!!


Lagi Alex mengincar tank-tank itu.


Dor!


Dor!


Druw dan Bharat tak mau kalah mereka merudal pesawat-pesawat tempur. Pesawat itu hancur diudara.


DOOM!


DOOM!


BOOM!


Serpihan pesawat berjatuhan dari langit.


Dor! Dor! Dor!


Elle dengan topi hitamnya bersiap, ia mengeluarkan senapannya dan menembaki mobil-mobil terbang yang juga menembakinya.


Dengan kedua tangannya, ia menembakkan rudal sebesar telapak tangan ia melihat layar hologram dan mengunci 5 mobil dan segera menatik pelatuk senapannya.


Elle tersenyum sumir. Senjata penemuan Joana sungguh memuaskan. Kembali ia membidik beberapa robot didepannya. Lalu menekan platuknya. Dengan cepat robot-robot itu tergeletak.


Lagi namun sayang rudalnya menipis, ia berlari masuk kedalam DarkHole. Namun ia dihadang dengan robot yang tiba-tiba menyerangnya.


Sial! Elle melawannya, dengan kencang ia menghantam tinjuannya pada kepala robot namaun dengan gerakan gesit robot itu meninju bagian punggung Elle.


"Ugh ... Hugh ... " Elle terbatuk. Darah segar keluar. Ia menyeka mulutnya. Terdengar ejekan dari robot itu. Ah rupanya robot nomor dua. Ia tahu dari penjelasan Marzon saat ia melatih diri di Ex Side.


"Begini saja kemampuanmu!" Kata kunci yang membuat robot nomor dua itu panas. Kelemahan yang tak banyak orang tahu.


Robot itu kaku dengan baut di kepalanya terpental lalu mengeluarkan asap. Lalu tumbang. Elle hanya mendengus, semudah ini melenyapkan si robot yang sedari tadi bergelantungan sangat menganggu.


Elle menueka keringatnya. Ia menegakkan dirinya perlahan, nafasnya tersengal. Ia masuk kedalam. Camy tersudut dengan Wina mencekik lehernya Willow yang yang terus menonjok juga ada Theo dengan pistol yang mengarah ke Camy.


Lalu bersamaan dengan Jenny, ia juga melihatnya, namun tanpa pikir panjang Jenny mengarahkan pistolnya pada kepala Theo.


KLIK!


DOR!

__ADS_1


"TIDAK!"


Cekikan Wina mengendur, ia menengok kearah Theo dan berteriak, tapi Camy dengan cepat menendang dada Wina juga mengarahkan tinjuannya ke Willow.


Wina tersungkur, dadanya yang nyeri tak dipedulikan dengan perlahan dan menahan nyerinya ia bergerak kearah mayat Theo.


Willow mundur beberapa langkah lalu Elle dengan kepalan tangannya mengahantam Willow berkali-kali. Jenny kearah Camy yang terduduk kelelahan.


Raungan Wina mengisi ruangan. Amber dan Riby kualah robotnya sedari tadi tak ada habisnya. Tapi mereka masih dengan semangat juga membantai.


Amber membantai dengan rudal yang seperti milik Elle, namun lebih kecil namun dengan kemampuan yang sama. ia mengunci par robot didepannya. Mengunci dan menarik pelatuk. terus seperti itu, ia mundur masuk ke tempat penyimpanan yang ada diruangannya. mengambil beberapa rudal mini.


mengambil semua yang tersisa disana, ia masukkan dalam tas juga mengambil senjata yang ia perlukan, mengambil semua yang mini.


Amber melirik ada pantulan mencurigakan. Mutan aneh menyerangnya, dengan mengapaknya, dengan cepat Amber menghindar. tempat penyimpanannya hancur berantakan. Amber mendekat secara cepat dan menyerang kepala mutan aneh itu.


BRAAK!


Mutan itu terpental. lalu Amber menyerang lagi seperti jangkrik mutan itu melopat karah maja Amber dan menjatuhkan semaua berang. Mutan itu melalkukan gerakan anehnya. Dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Amber.


Untuk reflek Amber bagus ia menembak mutan iati tepat di mulutnya yang menganga dan kepala mutan itu hancur berantakan tak berbentuk.


Riby bertemu dengan robot nomor satu, tingkahnya seperti manusia, sedari tadi Riby ingin mendekat namun dengan lincah robot itu selalu memberi jarak.


Ia tak menyerah. Robot itu mengeluarkan pisau tajam dan bergerigi. Ia menyerang Riby. Dengan gerakan cepat seperti melayang ia melesat. Riby lengah, ia mendapat sayatan dilengannya.


"Hehehe" Robot itu tertawa. Menyulut amarah seorang Riby. Ia tak terima. Beraninya si robot ini.


Dan menyerang dengan gesit dan ia menemukan celanya, lalu kesisi kiri robot dan berbisik lirih "Razon" dan robot itu mati.


Riby terkekeh.


Riby melihat Lamorna yang mengendap masuk ke dalam lab milik Joana. Riby yang melihat itu. Lalu mengikutinya, Dan lagi-lagi dia dihadang oleh beberapa robot lain.


Ada juga yang mengintip dilangit-langit, sesuatu yang lentur hitam, menatap Riby seperti mangsanya.


Dengan geram Riby langsung menghabisi Robot didepannya. Ia dengan berlari ingin meyusul Lamorna. Riby bersiap dengan senjatanya. Dengan perlahan makhluk yang tadi mengincarnya turun perlahan layaknya laba-laba.


Ternyata ia memiliki tangan juga kaki layaknya manusia. Ia menarik sebuah pedang dengan kilatan yang mengenai wajah Leon yang juga mengikuti Lamorna, menyadarkannya. Ia menatap mahkluk aneh itu siap menghunus Riby. Matanya melebar.


JLEB!!


"Satu Sama" seringaian dari mutan laba-laba aneh itu.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2