
Wina dan Riby datang menjenguk Jenny, mereka sampai beberapa menit setelah Camy, Bharat dan Jo kembali.
"Aku melihat Videomu dan Wow, harusnya kau langsung hancurkan saja tengkoraknya dengan knuxklemu Jen, aku akan siap menerima tubuh segar itu dengan tangan terbuka" Riby menghabiskan sepotong besar daging steak rare-nya. Daging dengan kematangan yang, yah, tak matang, Wina memandang Riby dengan alis bertaut.
"Aku akan melakukannya untuk nanti, kau tenang saja." Jenny menjawab dengan pasti. Wina berganti memandangi Jenny yang juga lahap, memakan bubur dagingnya. Wina menggeleng pada obrolan kedua temannya ini.
Riby menemani Jenny di kamarnya. Sedangkan Wina pamit kekamar. Ia membuka pintunya dan menemukan Theo.
Ia menutup pintu perlahan. Setelah memastikan pintu tertutup.
"Mau apa kau disini?" Wina bersikap defensif. Wina merapatkan dirinya ke pintu. Theo menyeringai.
"Tidak, aku hanya menyambutmu dan Riby, selamat datang di Nokturnal Corp" Theo berlalu begitu saja, sangat aneh.
Wina masih mengikuti punggung Theo menghilang. Menatap tak suka dan lanjut menuju kamarnya.
Seorang wanita keluar ruangannya, berjalan masuk ke lift dan turun pada lantai Foxes Side.
Mammals Dorm terbagi menjadi 4 bagian. Owls Side, Foxes Side, Bats Side dan Moths Side. Mereka memiliki ketua masing-masing.
Owls Side yang diketuai Clara Era. Owls Side adalah pusat bioteknologi Nokturnal Corp. Tempat penelitian dengan berbagai ilmuwan dikumpulkan. Banyak tumbuhan dalam side ini.
Banyak botanical garden, untuk tempat menampung eksperimen yang mereka lakukan. Dengan berbagai bentuk. Dan rupa.
Mereka mempunyai semacam hutan buatan, dengan tanaman hasil eksperimen. Hewan dan tanaman yang cukup aneh juga banyak terlihat. Ada juga pegunungan juga laut.
Sedangkan Foxes Side sangat berlawanan dengan Owls Side.
Penjagaan yang amat ketat, banyak manusia berbadan besar dan tinggi berdiri disudut-sudut ruangan dengan laras panjangnya.
Namun wanita yang baru saja memasuki daerah Foxes Side itu tak gentar, ia melangkah dengan percaya diri, tak ada yang menghalanginya, Yang ada malah manusia bongsor itu menunduk hormat pada wanita itu.
Ia sampai di sebuah ruangan bergaya moderen, ada pria menunggunya didepan pintu,
"Ketua menunggu anda Nona" Pria itu, membuka pintu kayu kokoh didepannya.
"Terima kasih Roman" Wanita itu berjalan memasuki ruangan dengan warna gelap yang dominan.
Ia menatap pada pria yang duduk di balik meja kerjanya, Senyuman menggoda ia lemparkan pada pria itu.
"Selamat datang di Nokturnal, Perkenalkan saya Theodor Rizel, ketua dari Foxes Side. Tempatnya petarung nomor satu." Bangga Theo. Ia berjalan kearah sofa dimana wanita itu ia giring.
__ADS_1
"Silakan duduk Nona Becs" Ramah tamah yang sangat ramah. Theo duduk dikursinya dan wanita itu naik ke pangkuan Theo. Theo memiringkan bibirnya.
"Hei lama tak bertemu" sapa menggoda wanita yang disapa 'Becs' oleh Theo.
Camy mengulurkan tangan, menyentuh pintu besi itu. Dan kenangan menyentak Camy.
Camy kecil berlari suka cita sambil diiringin tawa anak-anak seumurannya.
Ia menggelengkan kepala, sekilas rasa nyeri itu datang.
"Sandos bisa kau buat lubang di pintu ini" dengan nafas berat menahan nyeri. Mencari obat yang biasa ia minum lalu menelannya.
"Baik Madam" Sandos melaser dan membuat pintu itu meleleh. Tak butuh waktu lama.
Gelap sama seperti yang ada dalam mimpinya, dengan hati-hati Camy mulai menyusuri, bantuan lampu sorot dari Sandos sangat membantunya.
"Sepertinya didepan ada sesuatu Sandos, bantu aku pindai sampai mana terowongan ini"
"Baik Madam." Camy melihat pindaian Sandos dari ipadnya.
"Terus berjalan saja, sepertinya..." Camy memandang terowongan didepannya tak ada jalan lagi, tertutup puing reruntuhan. Ia tak mengira, ini tak seperti pada mimpinya.
"Sepertinya kita kembali dulu" kendala, Camy tak ingin buru-buru, takut sesuatu yang buruk terjadi. ia ingin menghancurkannya tapi sebelumnya Ia harus meneliti lebih dalam tentang terowongan ini.
Camy kembali ke mobilnya. Ia akan bermalam disini dan mencoba menelitinya esok hari.
"Senang bisa berkenalan dengan banyak orang, kenalkan saya Marie penanggung jawab project ini."
"Saya Ribella Scoot dan ini teman saya Wina Bronya pengganti dari DarkHole, mohon kerjasamanya" mereka saling menjabat tangan, perkenalan singkat.
Riby ingin segera melaksanakan tugasnya. Ia membawa apa yang ia teliti di DarkHole dan akan ia campur kan dengan penelitian Camy disini. Tapi ia akan melakukan itu dikamarnya. Disini ia akan mempelajari apa yang timnya temukan.
Camy mempelajari lagi tentang Hide Dome. Tapi tentang terowongan itu tak banyak yang ia dapatkan.
Camy menggerakan kepalanya, lalu membuang punggungnya pada sandaran kursi mobil itu. Lelah mengelayut. Ia menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.
Istirahat sebentar, Camy melihat jam tangannya.
"Mungkin tidur 15 menit cukup" Tak lama, alam mimpi merenggutnya.
Camy merasa resah dalam tidurnya. Ia melihat dirinya yang sedang bermain ditaman, mendekat pada meja dimana banyak orang berkumpul.
__ADS_1
"Sudah mainnya, panggil Dad kesini" wanita berambut hitam pajang, sangat cantik, yang ia dekati berkata. Ia berlari dari tempat itu menuju ke tempat para kumpulan pria dewasa bersebrangan dengan tempatnya saat ini.
"Dad ayo makan" Camy menarik satu orang pria disana. Pria dengan jengot dan kumis menutupi dagunya. Dia Ayah Camy, Mr. Aldy.
"Oh princessnya Dad sudah lapar... ayo bro kita makan, nyonya sama para krucil sudah lapar" kumpulan Mr. Aldy berdiri dan menuju meja yang tadi Camy datangi.
Pria itu mengandeng tangan Camy,
"Daddy... daddy... Wina punya ikat rambut warna pink dan itu sangat cantik" ia menatap Daddynya.
"Oh ya?" Pria itu menimpali.
"Iya dan itu banyak, banyak warna tapi aku suka warna yang pink, sangat cantik" antusias Camy.
"Dad akan belikan untukmu yang banyak juga warna pink yang kamu sukai nanti, hadiah ulang tahunmu, bagaimana? Kamu mau?"
"Mau. Mau. Thank you Daddy... aku sayang daddy" Camy memeluk kaki Daddynya. Mr. Aldy menggendong Camy.
"Okay sayang, Daddy juga sayang kamu, Princessnya Daddy" Mr. Aldy memeluk Camy dan mengelus punggung Camy sayang.
"Hey Honey" Mr. Aldy mendekati istrinya, dan mengecup ringan bibirnya.
"Camy mau daging, Mom" Ucap Camy. Wanita cantik tadi, Mrs. Aldy, menyerahkan sepotong besar daging panggang pada piringnya. Ia memakan rakus daging dengan rasa gurih itu. Sedangkan para orang dewasa bersenda gurau.
Tapi semua itu tak berlangsung lama. Karena para pria dan Mr. Aldy dengan terburu meninggalkan tempat itu.
"Aku pergi, Sayang" Mr. Aldy mengecup puncak kepala istrinya.
"Hati-hati" Melihat punggung sang suami yang menjauh.
"Mom mau daging." Camy melihat Mrs.Aldy yang wajahnya terlihat cemas itu. Camy menarik ujung baju Mommynya. Hingga Mrs. Aldy tersenyum pada Camy. Walau tak menghilangkan kerutan kecemasan di wajahnya
"Camy mau daging lagi"
"Sebentar ya sayang," Camy mengangguk, menunggu Mrs. Aldy memotong daging panggang di tengah meja.
"Makan yang banyak ya sayang" Camy hanya mengangguk. Kemudian Mrs. Aldy menjauh bersama beberapa wanita disana. Berjalan agak menjauh dari Camy dan banyak anak kecil lain yang duduk di meja itu.
Camy melihat kumpulan wanita itu, juga ada Mrs. Aldy disana, seperti membahas sesuatu yang penting, Mrs. Aldy melirik kearah Camy, tersenyum lembut, dengan melambai padanya. Camy membalas cepat dan ia lebih fokus pada dagingnya.
Di lain tempat, Jo sedang membereskan barangnya. Bharat telah menunggunya diluar. Jo masih bingung. Camy mau pun Bharat belum menjelaskan apa-apa padanya.
__ADS_1
Yang ia tahu, Bharat akan mengajaknya pulang kampung. Jo tentu kaget, mengapa harus mengajaknya. Tapi Jo ikut saja kalau ini ada hubungannya dengan DarkHole.
tbc.