DarkHole Laboratory

DarkHole Laboratory
Kisah Willow Troto


__ADS_3

Peperangan di dunia bawah dengan cepat kembali seperti semula, mereka mengandalkan bantuan dari Walabi dari Camy untuk memperbaiki kerusakan paska perang.


Mereka melenyapkan beberapa otak pemberontakan, mereka masukkan dalam hukuman yang dipegang oleh Marzon. Sang Raja.


Willow berhasil lolos. Karena entah mengapa saat mengintip dan melihat Marky yang dengan mudah di habisi membuat nyalinya ciut. Belum lagi ia melihat Braxton tanpa nyawa bersimpuh dengan pedang menancap di kepalnya.


Willow mundur dan melarikan diri. Begitu juga Zale dan kelompoknya, yang sebenarnya tak ingin ikut campur. Ia telah kembali lebih dulu ke desanya. Biarlah mereka menganggap berkhianat.


Nyatanya Braxton pun telah tewas. Willow tidak kembali ke High Majesty karena disana tidak ada Troto nya. Ya Willow memilih untuk bersama Troto.


Willow berpapasan Zale yang ikut terkejut. "Mengapa kau kesini? Dengan tampilan itu?" Zale tak suka. Ia melihat Willow seperti musuh. Ia berjaga-jaga jika Willow ingin membalas dendamnya pada Desa Guapo yang tak membantu mereka.


Willow tentu tak peduli. Yang ia pedulikan adalah Troto saat ini. Dan ia sangat senang dengan wujud barunya ini.


"Aku tak ada keperluan denganmu" ucap Willow melewatinya. Dengan cepat Zale menarik lengan Willow yang membuat Willow melawannya.


Petarungan terjadi. Willow yang tidak terima lengannya dicekal oleh Zale melayangkan kepalan tangannya pada dada Zale yang bisa ditepis dengan mudah oleh Zale.


"Hark!" Willow membungkuk dengan tangan yang dipelintir ke belakang dengan Zale. "Keluar dari desa ini atau mati!" Ancaman Zale yang tidak membuat takut Willow.


Ia menyundulkan kepalanya pada dada Zale. Membuat pria itu mundur. Berjarak dengannya.


Kesempatan itu dibuat Willow untuk menyerang Zale dengan senjata listriknya. Dengan gesit Zale menghindar. Makian terlontar dari mulut wanita itu. Kesempatan melemahkan Zale yang lewat begitu saja.

__ADS_1


Nafas keduannya tersengal namun jika energi Willow terkuras tidak begitu dengan Zale yang masih dengan kuda-kudanya akan menyerang Williw kembali.


Willow mengeluarkan senjata api nya seumuran telapak tangan namun kekuatan ledakannya sangat besar.


Ia membidik dan mengunci targetnya yang tak akan bisa lolos karena apapun yang telah ditargetkan dan terkunci tak akan bisa bergerak menghindar.


Senyuman miring terlihat di wajah Willow.


DOOM!


BOOM!


Senjata Willow mengarah ke bebatuan besar di samping Zale. Ia melihat tangannya didorong tangan ke samping. Mengubah targetnya.


Raut wajahnya tak terima. Ia dengan cepat memutar kepalanya menatap garang si pemilik tangan. Matanya melebar tahu siapa yang mengacaukan serangannya pada Zale.


Troto, si pemilik tangan. Menatap tajam dirinya. Senyuman lebarnya berubah menjadi mengerucut sepat. Ia tak suka meliahg kemarahan Troto.


Karena pria itu jika marah akan mendiamkan dirinya, Willow tentu tak suka.


"Sayang" ia menarik baju Troto.


"Dia duluan! Tak memperbolehkan aku masuk kesini" adunya manja.

__ADS_1


"Buat apa kai kesini, kami tidak ada lagi hubungan dengan rasmu" ucap dingin Troto. Dingin dan tak ada ramah-ramahnya. Lelaki itu memang dingin namun tak pernah menolak kelakuan Willow apapun itu.


Terang Willow dibuat terkejut dengan perubahan Troto. "Aku bagian dari kalian! Klan Guapo!" Dengan cepat jari Troto terangkat dan bergerak gemulai.


Dan Willow berubah menjadi dirinya. "Manusia kau pulanglah, tempatmu bukan disini!" Usir Troto. Ia menghapus penyamaran yang mereka berikan pada Willow.


"Tidak! Jangan usir aku! Aku tidak ada niat untuk membalas dendam! Aku gak ikut peperangan dengan Ratu dan Raja!" Willow menggeleng dan menarik pakaian Troto. Meyakinkan si lelaki agar tak mengusir dirinya.


"Tolong aku ingin menjadi bagian dari klan ini" mohonnya pelan.


"Jangan percaya!" Zale mengompori, ia tak ingin ada manusia dalam klannya.


Willow masih menggeleng. "Ubah aku menjadi klan kalian, aku berjanji tidak akan mengganggu dirimu lagi" ucap Willow. Ia tak mungkin kembali, setelah ia tahu Camy dan yang lainnya tengah menghabisi Nokturnal.


Tak ada tempat yang aman selain Guapo.


"Baik kau akan menjadi klan kami" Troto membuat mata Willow melebar senang.


"Tetua!" Pekik Zale tak terima.


"Aku hapus ingatanmu! Bagaimana?"


"Tapi kau merubahku menjadi klan mu? Dan boleh tinggal disini?" Dan itu artinya Willow akan lupa pada Troto, dan cintanya? Willow bimbang tak lama akhirnya ia mengangguk.

__ADS_1


"Hapus ingatanku!" Ucap Willow. Tentu itu membuat Troto terkejut. Ia manatap lama Willow. Mencari kesungguhan dari mata Willow.


Troto kembali menggerakkan jari nya dan Willow kembali pada sosoknya yang baru. Dan kegelapan merenggutnya.


__ADS_2