
"Hai, Cam" Bharat memperlihatkan botol tabung plastik dengan ukuran kecil ditangannya dengan isian kapsul ramuan yang telah ia buat. Ia menyerahkan tabung itu.
Camy mengambil cepat, lalu tanpa adanya curiga ia meminumnya, "Thanks Miss Colton, buat kerja kerasmu" canda Camy.
"Lalu seperti apa mimpimu Cam?" Tanya Bharat basa basi, ia dengan menyentuh saja bisa melihat yang belakangan terjadi pada DarkHole.
"Ya seperti yang kemampuanmu katakan" Camy masih serius dengan berkasnya, "Kau ingin tahu tentang mimpiku? Ini pegang, aku ijinkan kau membacaku" Bharat tersenyum dan meletakkan telapak tangannya di atas tangan Camy.
Sebenarnya tanpa ijin pun Bharat bisa membaca tapi ia sendiri yang membatasi diri tak ingin terlalu ikut campur juga ia menghormati privasi.
Bharat melihat lurus dengan wajah yang sedih. "Oh ayolah! Aku ijinkan, bukan untuk mengasihani aku Bharat" Camy meletakkan berkasnya, ia duduk menatap lurus Bharat. Bharat yang tak tahan akhirnya berdiri, matanya berair dan ia memeluk Camy erat.
"Kita berhasil, kamu sembuh" Mata Camy melebar, "Bagaimana ... " lirih Camy terdengar di telinga Bharat.
"Kamu ... melihat masa depan?" Bharat hanya mengangguk ia menangis semakin kencang.
"Woah girls ... ada apa ini?" Alex masuk dengan Jo dibelakangnya. Druw menyusul. "Ada apa?" Mereka penasaran apa yang membuat dua orang ini menangis dengan berangkulan.
"Kita berhasil! kita berhasil! Camy sembuh!" Mereka bertiga berpandangan. "Ramuan itu berhasil!" pekik Alex melihat Camy menguncang tabung kecil didepan Alex.
"Ya" mereka menghambur memeluk Camy. Jenny dan Riby yang melihat ruang Camy dengan juga penasaran melihat kumpulan teman mereka berpelukan pun ikut masuk.
"Ada apa ini?" Ia mendekat dan Druw memperlihatkan tabung ramuan itu pada Riby. Jenny yang menduga tersenyum lebar. "Perjalanan kita tak sia-sia" guman Jenny.
Riby menyimpulkan, "Kalian berhasil" ia memeluk Jenny. "Jangan senang dulu, aku baru meminumnya sekali" Camy yang telah lepas dari pelukan itu. Menyambar tabung dan melihat hanya tersisa dua butir kapsul disana.
__ADS_1
"Kau memberiku tiga kapsul?" Camy meletakkan dua yang tersisa, "Iya tiga untuk sebulan, interfalnya dua minggu sekali, dan kita lihat perkembanganmu dua minggu kedepan, melihat bagaimana pengaruhnya, kemudian dua minggu lagi dan satu kapsul untuk cadangan."
"Hanya jadi 3 kapsul saja?" Jenny merasa ia membawa banyak bahan sepulang dari tempat Daniel. "Tidak, masih banyak berkapsul-kapsul, tapi dosisnya sudah aku atur seperti didalam buku itu."
"Jo bisa kau lihat ini?" Jo menerima berkas tebal dari Camy, ia membawanya kesofa dan membacanya.
"No Way! Are you kidding me?" Setelah ia curiga, membaca cepat, ke halaman dimana unsur bahan nya, iya, Joana sedang membaca laporan tentang penelitian formula yang dicari Nokturnal.
"Mereka mencari formula MY MONIKA???" Serunya kencang.
Formula yang mereka anggap virus mematikan yang Camy menyuruh Jo untuk membuangnya adalah formula yang dicari oleh Nokturnal.
Lalu untuk apa? Mereka juga ingin pihon uang kah? Atau hal yang lain sebab, Camy dan Jo sendiri menemukan pohon uang itu saja tak sengaja.
"Camy" suara wanita dari layar Camy. "Ya Elle?" Jawabnya. "Mungkin kau harus kesini" Elle berada di Hide Dome masih berkuatay dengan terowongan itu. Dan menemukan adanya serpihan bentuk meteor pada puing-puingnya.
Jo pun ikut keluar membawa berkas keruangannya, mencoba memperdalam dan melihat apa yang bisa formula itu lakukan jika terkena benda lain.
Sebenarnya sudah beberapa kali Jo ingin melakukan eksperimen ini, tapi selalu tertunda dengan pekerjaan lain dan akhirnya terlupakan. Dan ini membuatnya bersemangat. Mengulik apa yang diinginkan Nokturnal itu.
Sedangkan Camy meluncur menuju Hide Dome. Ia langsung menuju lab dimana Elle berada. Ia ingin melihat apa yamg Elle temukan. "Hai Elle apa yang kau temukan hingga memanggilku kemari"
Camy menggenakan jas putih panjang, goggles juga sarung tangan karetnya. Mendekat dan melihat, Elle menggeser mikroskopnya. Camy melihat teropong mikro itu, lalu Elle memberikan beberapa catatannya, lalu Camy memberikan mikroskop itu pada Riby. "Ini bukannya itu? Yang aku berikan laporannya padamu beberapa waktu lalu, bukan yang baru, tapi lebih saat kita di Nokturnal."
"Meteor yang berada di Nokturnal ada di Hide Dome?" Kesimpulan yang di ambil oleh Riby. Camy hanya mengangguk "Iya mimpiku ternyata selama ini bukan hanya mimpi, tapi kenyataan. Aku bermimpi memang ayahku bekerja untuk Nokturnal"
__ADS_1
"Dan ia dikhianati oleh entah siapa, selain Mr. Ruler yang menyebabkan ayahku kecelakaan ada lagi yang membantai dengan keji orang tua kita" lanjut Camy,
"Mereka berjalan layaknya film dalam mimpiku namun, mendadak buram jika menyangkut dalang dibaliknya." Cany kembali mengingat kejadian-kejadian pada mimpinya, menyambungkannya, merangkai, namun masih banyak kepingan yang tak sempurna.
"Dan kesakitan kepalamu semakin menjadi setelah kita mendapat kerja sama dengan Nokturnal kan Cam?" Riby menegaskan.
"Tepatnya sejak aku melihat Mr. Ruler di Nokturnal"
"Apa ini semacam pemicu bom waktu diotakmu agar menunjukan padamu supaya tidak tertipu atau bagaimana? Tapi mengapa harus pada otakmu Cam? Ayahmu mengorbankanmu kah? Dengan menyimpan di memorimu akan membuka kebenarannya? Apa mereka sadar kita hanya anak kecil!"
Amber menyaut marah, ia berada disana. Baru selesai dengan tugasnya mengamati penggalian para robot toples yang membantu mereka.
"Dan juga menyelamatkan Camy, juga kita" Elle melanjutkan. Pandangannya menerawang.
"Maksudmu? Mengorbankan anaknya untuk menyelamatkannya? Bullshiitt!" Skeptis Amber.
"Menurutku mereka juga tak tahu pasti dengan efek sampingnya, menanamkan memori dengan cara ini agar tak terlacak, bisa jadikan, jadi membuat musuh tak akan membunuh Camy kecil, setidaknya menunggu hingga ada reaksi seperti sekarang kan?"
Penyimpulan Elle yang membuat Camy kembali meyambungkan dengan berbagai mimpinya. Bisa juga, apa yang dibicarakan Elle sangat masuk akal untuknya sekarang.
"Tapi ini hanya opini dan kesimpulan yang kita buat, kita belum tahu kebenarannya, jadi cukup buat jadi bahan acuhan aja Cam, jangan kau telan mentah-mentah"
Walau Amber agak tak suka dengan cara orang tua Camy, jika benar mereka menanamkan memori pada otak Camy tapi apa yang dikatakan Elle tidak bisa ia sangkal. Entah kebenaran seperti apa yang dengan tega mengorbankan anak sendiri.
Mereka kembali berkutat dengan pikiran masing-masing. Riby masih membaca penemuan Elle. "Apa ini?" Memperlihatkan tanda yang ia tak mengerti pada Elle. Melihat sketsa anatomi yang sepertinya familiar.
__ADS_1
"Itu aku juga tidak begitu paham tapi aku menemukan kerangka mereka di sekitar tempat ini. Sejenis mutan, aku menyimpulkannya, ini diluar anatomi biasakan?" Elle memperlihatkan sketsanya pada Riby.
"Aku pernah melihatnya" Riby bergumam. "Leonidas" lirih Riby.